SAMBAS,SP – Perum Bulog Cabang Singkawang, Kalimantan Barat, melakukan penyerapan perdana gabah petani pada awal tahun 2026 di Kabupaten Sambas sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional.
Penyerapan gabah tersebut dilaksanakan pada Kamis (15/1), dengan melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Sambas serta Komando Distrik Militer (Kodim) Sambas. Pada hari pertama, Bulog menyerap sekitar 50 ton gabah dari petani di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Salatiga, Kecamatan Selakau, dan Kecamatan Selakau Timur, dengan harga pembelian Rp6.500 per kilogram.
Pimpinan Cabang Bulog Singkawang, Noldi Ramayadi, mengatakan penyerapan gabah akan terus dilanjutkan ke wilayah lain di Kabupaten Sambas seiring berlangsungnya masa panen.
“Alhamdulillah hari ini Bulog Singkawang menyerap sekitar 50 ton gabah petani di tiga kecamatan di Kabupaten Sambas. Besok kami akan melanjutkan penyerapan ke Kecamatan Jawai, Tangaran, dan kecamatan lainnya,” ujar Noldi saat ditemui di Desa Parit Baru, Kecamatan Salatiga.
Ia menegaskan bahwa Bulog Cabang Singkawang terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dinas pertanian, serta TNI guna memastikan penyerapan gabah petani berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Kami bersinergi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sambas, Kodim Sambas, penyuluh pertanian, serta pemerintah desa agar informasi daerah panen bisa cepat diterima dan gabah petani dapat segera diserap,” katanya.
Penyerapan gabah oleh Bulog disambut positif oleh petani. Jayadi, petani asal Kecamatan Salatiga, mengaku terbantu dengan kehadiran Bulog yang membeli gabah dengan harga lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Kami sangat bersyukur Bulog Singkawang turun langsung ke lapangan dan membeli gabah kami dengan harga Rp6.500 per kilogram. Sebelumnya gabah kami hanya dibeli pihak lain dengan harga sekitar Rp5.300 per kilogram. Alhamdulillah, ini sangat membantu dan menunjukkan perhatian pemerintah kepada petani,” ujarnya.
Noldi menambahkan, Bulog Singkawang berkomitmen menjaga harga gabah di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat dengan harga terjangkau.
“Komitmen kami adalah menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga bagi konsumen, serta mendukung program pemerintah melalui sinergi dengan pemda dan TNI/Polri, agar ketahanan pangan tetap terjaga,” kata Noldi.