Bengkayang post authorKiwi 21 Januari 2026

BPBD Bengkayang Imbau Masyarakat Waspadai Kebakaran di Tengah Cuaca Panas

Photo of BPBD Bengkayang Imbau Masyarakat Waspadai Kebakaran di Tengah Cuaca Panas

BENGKAYANG,SP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun kebakaran permukiman, seiring kondisi cuaca panas yang masih terjadi di wilayah tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Bengkayang, Dwi Bertha, mengatakan kewaspadaan perlu ditingkatkan karena aktivitas manusia yang memicu api dapat dengan mudah menimbulkan kebakaran di tengah cuaca kering.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kebakaran, baik karhutla maupun kebakaran perumahan. Masyarakat diharapkan menjaga lingkungan sekitar dan lebih berhati-hati,” ujar Dwi Bertha, Rabu (21/1).

Ia menegaskan, apabila masyarakat terpaksa melakukan aktivitas pembakaran, baik pembukaan lahan maupun kegiatan lainnya, harus dilakukan dengan pengawasan ketat agar api tidak meluas dan menimbulkan kebakaran.

Menurut Dwi, masyarakat juga diminta untuk terus memperhatikan informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai dasar dalam melakukan aktivitas di lapangan.

“Berdasarkan informasi BMKG, dalam tiga hari ke depan kondisi cuaca masih sama, cenderung panas. Ini tentu meningkatkan potensi terjadinya kebakaran,” katanya.

BPBD Bengkayang juga mencatat adanya titik panas yang terpantau melalui pemantauan satelit. Berdasarkan hasil briefing yang dilakukan, per 20 Januari 2026 terdeteksi sembilan titik api di wilayah Kabupaten Bengkayang.

“Sebaran titik api tersebut berada di Kecamatan Samalantan sebanyak tiga titik, Kecamatan Seluas satu titik, dan Kecamatan Tujuh Belas sebanyak lima titik,” ujar Dwi.

Ia menjelaskan bahwa beberapa wilayah di Bengkayang memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang lebih tinggi, terutama daerah dengan karakteristik lahan gambut.

“Wilayah rawan kebakaran umumnya berada di daerah berlahan gambut seperti Kecamatan Sei Raya, Sei Raya Kepulauan, dan Capkala,” katanya.

Meski demikian, Dwi Bertha menyampaikan hingga saat ini belum ditemukan dampak signifikan akibat cuaca panas yang terjadi, baik terhadap kesehatan masyarakat maupun kejadian bencana lainnya.

“Untuk dampak cuaca panas sejauh ini belum ada laporan kasus yang menonjol,” ujarnya.

BPBD Bengkayang terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait serta pemerintah kecamatan dan desa untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran.

Dwi Bertha berharap partisipasi aktif masyarakat dapat menjadi kunci utama dalam pencegahan kebakaran, sehingga kejadian karhutla dan kebakaran permukiman dapat ditekan sedini mungkin.

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda