BENGKAYANG,SP - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menghadirkan sekitar 30 jenis layanan publik bagi masyarakat melalui program Gema Membangun Desa yang dipusatkan di Lapangan Bola Gamora, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Jumat.
Layanan tersebut mencakup bidang kesehatan, administrasi kependudukan, pembayaran pajak kendaraan bermotor, pasar murah hingga pelayanan sosial lainnya sebagai upaya mendekatkan akses pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan, program Gema Membangun Desa merupakan salah satu upaya pemerintah provinsi untuk memastikan masyarakat di tingkat desa mendapatkan akses pelayanan secara langsung sekaligus menyerap aspirasi dan kebutuhan pembangunan di daerah.
"Melalui kegiatan ini, kita menghadirkan sekitar 30 jenis pelayanan dan program yang bisa diakses langsung masyarakat. Selain memberikan pelayanan, kita juga ingin mendengar aspirasi serta mengetahui potensi dan kebutuhan pembangunan di setiap daerah," kata Ria Norsan saat membuka kegiatan tersebut di Bengkayang, Jumat (30/10).
Ia menjelaskan pelaksanaan Gema Membangun Desa dilakukan secara bertahap dengan pendekatan per kabupaten, mengingat Kalimantan Barat memiliki wilayah yang luas dengan jumlah 2.046 desa.
Menurut dia, pendekatan tersebut dinilai lebih efektif untuk menjangkau masyarakat sekaligus memastikan program pembangunan dapat menyentuh kebutuhan desa.
"Desa adalah ujung tombak pemerintahan, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga pusat. Jika desa maju, maka kecamatan dan kabupaten/kota otomatis akan ikut maju," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Ria Norsan juga menyoroti sejumlah kebutuhan pembangunan di Kabupaten Bengkayang, terutama sektor infrastruktur, kelautan, perikanan dan pariwisata.
Salah satu yang menjadi perhatian pemerintah provinsi adalah pembangunan dermaga di Pulau Lemukutan guna mendukung pengembangan pariwisata bahari. Selain itu, peningkatan infrastruktur jalan, termasuk ruas Jalan Suti Semarang yang terkoneksi hingga Kabupaten Landak, juga dinilai penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
Ia menegaskan program Gema Membangun Desa tidak hanya dilaksanakan di wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga menyasar kawasan tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebelumnya telah menggelar kegiatan serupa di Desa Temajuk, Kabupaten Sambas, yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
"Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan kehadiran pemerintah dapat dirasakan masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terluar," katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, Desa Karimunting memiliki sekitar 12.000 penduduk dengan luas wilayah mencapai 117 kilometer persegi. Sementara berdasarkan Indeks Desa 2025, Karimunting telah berstatus sebagai Desa Mandiri dengan skor 84,57.(nar)