SUKADANA, SP – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meninjau langsung kondisi ruas jalan Sukadana–Teluk Batang di Kabupaten Kayong Utara, Jumat (10/4/2026).
Peninjauan tersebut turut dihadiri Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam percepatan pembangunan infrastruktur.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Gubernur Ria Norsan menyampaikan bahwa kondisi jalan yang ditinjau masih tergolong dapat ditangani melalui pemeliharaan, dan tidak separah beberapa ruas lain yang sebelumnya mengalami kerusakan berat.
“Setelah kita lihat, jalan ini tidak terlalu parah. Masih bisa kita tangani dengan pemeliharaan. Namun kita ingin dari Teluk Batang sampai Sukadana ini bisa bagus semuanya sebelum bulan Agustus,” ujarnya.
Ia menegaskan percepatan perbaikan ini penting mengingat Kabupaten Kayong Utara akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada Agustus mendatang.
Pemerintah Provinsi Kalbar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp23 miliar untuk penanganan ruas tersebut, di luar dukungan pemeliharaan dari Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) guna mempercepat pengerjaan di lapangan.
“Anggaran yang kita turunkan sekitar Rp23 miliar, di luar pemeliharaan UPJJ. Kita harapkan pekerjaan bisa cepat selesai,” tambahnya.
Sementara itu, panjang penanganan efektif direncanakan sekitar 1,7 kilometer, dengan sisa ruas lainnya ditangani secara fungsional agar seluruh jalur dapat dilalui dengan baik.
Di kesempatan yang sama, Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Gubernur Kalbar yang turun langsung meninjau kondisi infrastruktur di daerahnya.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kayong Utara, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah melihat langsung kondisi jalan kami dan berkomitmen menyelesaikannya sebelum Agustus,” ujarnya.
Ia berharap perbaikan jalan tersebut dapat berjalan lancar tanpa kendala, sehingga dapat mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Semoga niat baik ini tidak ada hambatan, sehingga setelah selesai nanti jalan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya,Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kayong Utara saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027, Jumat (10/4/2026).
Komitmen tersebut disampaikan sebagai upaya meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan kepada masyarakat.
Gubernur mengungkapkan, masih terdapat beberapa ruas jalan provinsi di Kayong Utara yang menjadi prioritas penyelesaian pemerintah provinsi. Salah satunya adalah ruas Teluk Batang–Sukadana yang ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini.
“Insyaallah dalam tahun ini kita kerjakan, dan saya minta sebelum Agustus sudah selesai, supaya masyarakat yang datang ke Kayong Utara dalam rangka MTQ tingkat provinsi lebih mudah,” jelasnya.
Selain itu, ruas jalan Perawas juga menjadi perhatian pemerintah provinsi. Ria Norsan menargetkan seluruh pembangunan jalan provinsi di wilayah tersebut dapat diselesaikan secara bertahap hingga tahun 2028.
“Kalau jalan provinsi sebenarnya tidak banyak, ada dua ruas saja. Insyaallah 2028 itu tuntas, termasuk jalan Perawas,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung kesiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2026 yang direncanakan digelar pada Agustus mendatang di Kayong Utara.
Menurutnya, pemerintah provinsi akan memberikan dukungan, baik dalam bentuk bantuan keuangan maupun peningkatan infrastruktur pendukung, guna memastikan kelancaran kegiatan tersebut.
“Dukungan kita seperti biasa, melalui bantuan keuangan untuk pelaksanaan dan juga menyiapkan infrastruktur, terutama akses jalan dari Pontianak ke Kayong Utara,” pungkasnya.
Jalan Ketapang
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan perbaikan ruas jalan Pesaguan–Kendawangan di Kabupaten Ketapang yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Saat meninjau langsung kondisi ruas jalan tersebut, Norsan mengakui bahwa kerusakan jalan sudah cukup parah, dengan banyak lubang yang berpotensi semakin membesar jika tidak segera ditangani, terutama saat musim hujan.
“Kalau dibiarkan, kerusakan akan makin parah. Lubangnya semakin besar, apalagi kena hujan,” ujarnya.
Menurut Norsan, Pemerintah Provinsi Kalbar sebenarnya telah menganggarkan pembangunan jembatan sepanjang 30 meter di ruas tersebut dengan nilai sekitar Rp20 miliar. Namun, setelah melihat kondisi di lapangan, ia memutuskan untuk menunda pembangunan jembatan dan mengalihkan prioritas pada perbaikan jalan.
“Awalnya kita mau bangun jembatan, tapi melihat kondisi jalan yang rusak, kita prioritaskan jalan dulu supaya masyarakat bisa lalu lalang dengan lebih nyaman,” jelasnya.
Ia menargetkan perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer, dengan skema pengerjaan sekitar 2 kilometer ditangani secara maksimal, sementara 1 kilometer lainnya difungsikan terlebih dahulu agar tetap bisa dilalui.
Sementara itu, kondisi jembatan yang semula direncanakan untuk dibangun ulang dinilai masih cukup layak digunakan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Pemerintah akan melakukan langkah antisipasi dengan pemasangan rambu-rambu serta pembatasan tonase kendaraan.
“Jembatan kita pertahankan dulu satu tahun. Kita pasang rambu-rambu dan batasi tonase. Mudah-mudahan masih kuat sampai tahun depan,” tambahnya.
Norsan juga meminta dukungan dari pemerintah desa dan pihak perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut untuk turut membantu menjaga kondisi jalan, terutama dalam hal pengaturan beban kendaraan.
Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari penyesuaian terhadap keterbatasan anggaran daerah, terutama di tengah efisiensi belanja pemerintah. Meski demikian, ia memastikan pembangunan infrastruktur tetap berjalan secara bertahap dengan mengutamakan kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat. (bob)