KETAPANG, SP - Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lanskap konsesi terus digencarkan melalui strategi pengamanan terpadu di tingkat tapak.
Di tengah tantangan cuaca kering dan dinamika pergerakan api di wilayah perbatasan, PT Mayawana Persada memperkuat langkah pemadaman kolaboratif bersama PT Jalin Vaneo selaku manajemen konsesi tetangga yang berbatasan langsung guna mencegah meluasnya rambatan api.
Titik api terpantau aktif di area belukar yang berbatasan langsung dengan koridor konsesi. Mengingat karakteristik angin dan vegetasi gambut yang rentan memicu pergerakan cepat, tim gabungan di lapangan langsung bergerak melakukan penyekatan (firebreak) di jalur-jalur kritis untuk melokalisasi arah rambatan api.
Pengoperasian sekat bakar ini menjadi kunci utama untuk memutus mata rantai penjalaran api di lahan gambut yang kering.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan taktis lintas batas, pengerahan armada pendukung disiagakan secara intensif, kedua perusahaan mengirimkan water truck ke wilayah konsesi PT Jalin Vaneo untuk memastikan pasokan air pembasahan tetap stabil di garis depan.
Regu pemadam di lapangan bahu-membahu membangun sekat pertahanan bersama guna memastikan api tertahan agar tidak menyeberang masuk ke kawasan konsesi PT Mayawana Persada. Sinergi operasional ini melibatkan pengerahan personel terlatih yang berjibaku langsung di titik-titik akses sulit untuk melakukan pendinginan secara maksimal.
"Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Kami di tingkat tapak terus berkoordinasi erat dan menyatukan sumber daya dengan manajemen PT Jalin Vaneo untuk memastikan sekat pertahanan perbatasan berfungsi optimal, sehingga laju api dapat dihalau dan dikendalikan bersama-sama secara efektif," ujar Ripil Hadi, Manager FCHSE PT Mayawana Persada, Selasa (15/9/2026).
Langkah bersama ini menegaskan bahwa penanganan karhutla memerlukan koordinasi lintas wilayah yang terbuka, kolektif, dan terintegrasi antara pelaku usaha di satu lanskap.
Manajemen perusahaan memastikan bahwa upaya mitigasi di lapangan tidak hanya berfokus pada pemadaman langsung, tetapi juga pengawasan ketat secara berkelanjutan bersama mitra sekitar.
Evaluasi harian di posko taktis terus dilakukan secara berkala guna mengukur efektivitas sekat bakar dan memastikan pergerakan tim di lapangan tetap responsif terhadap perubahan arah angin.
Koordinasi intensif ini menjadi landasan utama bagi kedua belah pihak untuk menjaga garis pertahanan perbatasan tetap terkendali. (jee)