Ketapang post author Kiwi 27 September 2026

Relawan Desa Sungai Melayu Bersama TNI-Polri dan Warga Sigap Padamkan Karhutla Secara Swadaya

Photo of Relawan Desa Sungai Melayu Bersama TNI-Polri dan Warga Sigap Padamkan Karhutla Secara Swadaya

KETAPANG, SP - Kepedulian terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan relawan masyarakat Desa Sungai Melayu, Kecamatan Sungai Melayu Rayak, Kabupaten Ketapang.

Bersama personel TNI, Polri, petugas Puskesmas, dan masyarakat setempat, para relawan bahu-membahu melakukan pemadaman di sejumlah titik api sekaligus mengantisipasi agar kebakaran tidak meluas.
Aksi pemadaman tersebut dilakukan pada Rabu (23/9/2026) secara swadaya dengan melibatkan berbagai unsur yang berada di wilayah Sungai Melayu Rayak.

Koordinator Damkar Berkat Sinergy, yang merupakan Damkar Swasta, Edwin, bersama lima orang kru turun langsung dalam penanganan tersebut. Dari unsur Polri, tiga personel Bhabinkamtibmas turut diterjunkan di bawah pimpinan AIPTU Bambang.

Sementara dari unsur TNI, personel Koramil Tumbang Titi dipimpin Adi R. Fauzi, didukung tiga personel Babinsa serta 25 anggota BKO TNI Yon TP 538 dari Banyuwangi.
Dukungan juga diberikan Puskesmas Sungai Melayu Rayak. Kepala Puskesmas Fransiskus Sugiyo Pranoto bersama tim medis menyediakan masker, obat-obatan, oksigen, air mineral, makanan ringan, hingga satu unit ambulans untuk mendukung keselamatan dan kesehatan para petugas di lapangan.
Edwin mengatakan, kegiatan pemadaman tersebut dilakukan secara mandiri dan didukung pihak swasta melalui bantuan armada, konsumsi, logistik, serta kebutuhan operasional selama proses penanganan karhutla.

“Penanganan karhutla di Sungai Melayu ini dilakukan secara swadaya. Mulai dari mobil pemadam, biaya operasional, sampai konsumsi bagi petugas di lapangan,” ujar Edwin.

Dalam penanganan tersebut, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Damkar Berkat Sinergy dan CV Abadi Loc Jaya turut dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.

Selain dukungan armada dan personel, kebutuhan bahan bakar untuk operasional mobil pemadam juga mendapat dukungan dari sejumlah SPBU.
Bantuan BBM tersebut berasal dari SPBU Sungai Melayu, SPBU Pemahan, dan SPBU Tumbang Titi.

Menurut Edwin, keterlibatan relawan, masyarakat, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dan pihak swasta merupakan bentuk kepedulian serta tanggung jawab sosial bersama dalam membantu masyarakat menghadapi ancaman karhutla.

“Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berjalan, sehingga setiap titik api bisa segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” katanya.

Penanganan secara gotong royong tersebut menunjukkan bahwa upaya menghadapi karhutla tidak hanya bergantung pada satu pihak. Dukungan masyarakat, relawan, aparat, tenaga kesehatan, dan pihak swasta menjadi bagian penting dalam mempercepat respons di lapangan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak kebakaran. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda