KETAPANG, SP - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo SSTP MSi memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), dan bahan pokok di Kabupaten Ketapang dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kepastian tersebut disampaikan setelah Pemerintah Kabupaten Ketapang melakukan koordinasi langsung dengan PT Pertamina terkait kondisi stok dan distribusi energi di wilayah Kabupaten Ketapang.
Bupati Alex menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama pihak terkait telah melakukan pertemuan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga momentum Lebaran. “Setelah melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina, kita pastikan stok BBM kita aman. Mulai hari ini SPBU akan buka hingga malam hari sampai Lebaran nanti,” ujar Bupati Alex saat saat konfrensi pers di Gedung DPRD Kabupaten Ketapang, Senin (16/3).
Menurut Bupati Alex, kebijakan operasional SPBU hingga malam hari dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengurai antrean, serta memastikan masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lebih mudah di tengah meningkatnya aktivitas menjelang hari raya.
Selain BBM, Bupati Alex juga memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram atau yang dikenal dengan gas melon, serta berbagai bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat Ketapang berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Bupati Alex mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang justru dapat memicu kelangkaan di lapangan.
“Tidak perlu panic buying. Sudah kita pastikan untuk di Ketapang semua kebutuhan aman menjelang Lebaran,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Alex juga menyampaikan sejumlah imbauan kepada berbagai pihak agar distribusi energi dan bahan kebutuhan pokok tetap berjalan lancar serta situasi tetap kondusif.
Pemerintah Kabupaten Ketapang memastikan stok BBM dan LPG di Kabupaten Ketapang dalam kondisi aman dan mencukupi, sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Bupati Alex juga meminta kepada pengelola SPBU, agen, serta pangkalan LPG agar memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat dalam penyaluran BBM dan LPG serta menghindari segala bentuk penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat.
Selain itu, aparat penegak hukum bersama pihak PT Pertamina Patra Niaga diharapkan dapat mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku apabila ditemukan pelanggaran dalam proses distribusi BBM dan LPG di lapangan.
Perangkat daerah terkait juga diinstruksikan untuk terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan stok dan ketersediaan barang kebutuhan pokok maupun barang penting lainnya. Langkah antisipatif diharapkan segera diambil apabila terjadi potensi gangguan distribusi ataupun kenaikan harga yang tidak wajar.
Tidak hanya itu, para camat dan kepala desa di seluruh wilayah Kabupaten Ketapang juga diharapkan turut berperan aktif dalam menjaga kondusivitas masyarakat di wilayah masing-masing, sekaligus memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait kondisi ketersediaan BBM, LPG, serta bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap masyarakat dapat menyambut Hari Raya Idulfitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi maupun kebutuhan pokok di daerah.(*t)