KUBU RAYA, SP - Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Sidik Setiyono, memimpin langsung kesiapan jajaran Satgas Udara dalam rangka mematangkan rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).
Langkah strategis ini diawali dengan pelaksanaan briefing penerbangan bersama Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito serta jajaran BNPB dan BMKG di ruang rapat Lanud Supadio, Kubu Raya, pada Selasa pagi (25/8/2026).
Dalam keterangannya Marsma TNI Sidik Setiyono menegaskan bahwa Lanud Supadio memegang peran krusial dalam mengomandoi tiga tugas utama Satgas Udara penanganan karhutla, yakni pelaksanaan operasi pemboman air (water bombing), patroli udara (air patrol), dan pelaksanaan OMC.
Guna menyukseskan misi kemanusiaan ini, Danlanud Supadio telah menyiagakan Alutsista terbaiknya, termasuk pesawat Cassa A-2117 milik TNI AU yang akan beroperasi bahu-membahu dengan pesawat Cessna Grand Caravan milik BNPB untuk menyemai bibit hujan.
Operasi Modifikasi Cuaca ini diproyeksikan menyasar area yang terdeteksi memiliki potensi pertumbuhan awan hujan.
Melalui kesiapan penuh jajaran udara di bawah Lanud Supadio, diharapkan hujan buatan dapat segera turun guna meredam potensi perluasan karhutla di bumi Khatulistiwa.
Secara khusus, Danlanud juga menyiapkan helikopter jenis Caracal dan Super Puma milik TNI AU untuk memperkuat pergerakan Satgas Udara, baik dalam mendukung aksi water bombing maupun mobilitas taktis di lapangan. Penguatan ini melengkapi total kekuatan armada udara yang berada di bawah koordinasi Satgas Udara Lanud Supadio untuk mempercepat pemadaman titik-titik api dari langit Kalbar. (*)