Nasional post authorelgiants 04 Mei 2026

OSO Kukuhkan Pengurus IKKB 2026-2031, Dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Gubernur DKI Pramono Anum, Gubernur Kalbar Ria Norsan, Sekretaris BNPP Komjen Pol Makhruzi Rahman

Photo of OSO Kukuhkan Pengurus IKKB 2026-2031, Dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Gubernur DKI Pramono Anum, Gubernur Kalbar Ria Norsan, Sekretaris BNPP Komjen Pol Makhruzi Rahman

JAKARTA, SP – Tokoh nasional sekaligus Ketua Pembina Ikatan Keluarga Kalimantan Barat (IKKB), Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang (OSO), secara resmi mengukuhkan kepengurusan IKKB periode 2026-2031 dalam sebuah upacara khidmat yang digelar di Hotel Tavia Heritage, Jakarta Pusat, Minggu (3/5/2026).

Acara ini menjadi momentum bersejarah bagi sekitar 800.000 warga perantauan asal Kalimantan Barat (Kalbar) yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya.

Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyerahan bendera pataka oleh OSO kepada ketua umum terpilih, Dean Aslanasa, yang akan memimpin organisasi ini untuk lima tahun ke depan.

Saat pengukuhan, OSO didampingi Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Kalbar Ria Norsan, serta Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI Komjen Pol. Makhruzi Rahman.

Dalam pidatonya, OSO menekankan pentingnya pembangunan berbasis daerah di tengah gejolak ekonomi global. Ia mengingatkan bahwa kemakmuran nasional hanya dapat tercapai jika daerah-daerah di Indonesia terlebih dahulu sejahtera.

?"Negara akan makmur bila daerah itu dulu makmur. Kita berkewajiban untuk memakmurkan daerah kita yang pertama," tegas OSO di hadapan ratusan warga Kalbar yang berdomisili di Jakarta.

Ia juga mengingatkan para pejabat publik untuk senantiasa menempatkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat daerah sebagai prioritas utama dalam menjalankan tugas negara.

Ia juga mengajak para pejabat publik untuk senantiasa menempatkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat daerah sebagai prioritas utama dalam menjalankan tugas negara.

?Secara khusus, OSO memberikan dukungan penuh kepada Dean Aslanasa sebagai Ketua Umum IKKB yang baru dilantik. OSO memuji rekam jejak Dean Arslan sebagai sosok muda berpendidikan tinggi dengan pengalaman luas baik di dalam maupun luar negeri.

?"Saya menjamin dia akan melaksanakan tugas-tugas Ikatan Keluarga Besar Kalimantan Barat di Jakarta yang jumlahnya sudah mencapai lebih dari 800.000 jiwa di kota ini," tambahnya.

?Menutup sambutannya, OSO melontarkan harapan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat terus bersinergi dengan komunitas perantau Kalbar. Ia bahkan mengusulkan adanya kolaborasi untuk pembangunan fasilitas bagi warga perantauan, seperti yang telah dilakukan oleh provinsi-provinsi lain di ibu kota.

Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali persaudaraan warga perantauan asal Kalbar yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Gubernur Ria Norsan yang hadir didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, Hj. Erlina, juga menyampaikan pesan khusus kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Secara simbolis dia "menitipkan" warga Kalbar yang sedang mengadu nasib maupun menetap di Jakarta agar terus mendapatkan pembinaan dan perlindungan.

?Sebagai bentuk komitmen timbal balik, Norsan berjanji bahwa Pemerintah Provinsi Kalbar akan menjaga dan memberikan rasa aman bagi warga Jakarta yang berada atau berkunjung ke Kalbar.

"Saya berharap hubungan antara kedua provinsi dapat terjalin semakin harmonis dan produktif melalui Ikatan Keluarga Kalimantan Barat yang baru saja kita kukuhkan pada saat ini," kata Norsan.

?Di hadapan para tokoh masyarakat dan pengurus IKKB yang baru dilantik, Norsan memaparkan sejumlah capaian signifikan Provinsi Kalbar. Dia menyebut bahwa ?pertumbuhan ekonomi Kalbar mencatatkan angka sebesar 5,39 persen, yang berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Kemudian juga terkait peningkatan Ideks Pembangunan Manusia (IPM) dari angka 71,19 menjadi 72,09. Kenaikan ini menunjukkan keberhasilan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalbar.

Selain itu, Norsan juga melirik potensi kerja sama ekonomi yang lebih luas dengan DKI Jakarta, terutama dalam sektor komoditas unggulan.

"Kami memiliki pasokan CPO (Crude Palm Oil) yang melimpah dan tambang bauksit yang menghasilkan alumina. Kami siap mendukung kebutuhan DKI Jakarta jika diperlukan," ujarnya.

Menutup sambutan, Norsan meminta kepada para perantau, diingatkan agar tetap menjaga persatuan dan tidak melupakan kampung halaman.

"Saya tegaskan kembali bahwa IKKB sebagai wadah inklusif yang tidak membedakan suku, agama, maupun status sosial demi bersama-sama membangun Kalbar yang lebih maju," jelasnya.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut Provinsi Kalbar memiliki peran besar bagi bangsa Indonesia karena banyak sumber daya alam dari Kalbar yang mengalir ke pusat.

"Saya tahu bahwa Kalbar ini mempunyai peran yang sangat signifikan bagi bangsa ini sekarang karena banyak sekali sumber daya alam yang mengalir ke pusat," kata Pramono dalam sambutannya.

Pramono juga menyampaikan kekagumannya atas kerukunan warga Kalbar yang menjadi representasi keberagaman di Jakarta. Ia mencontohkan kesuksesan Jakarta dalam menyelenggarakan berbagai acara besar lintas agama, seperti Christmas Carol di Sudirman-Thamrin, perayaan Imlek yang masif, hingga pawai Ogoh-ogoh saat Nyepi di Bundaran HI yang menarik perhatian dunia internasional.

?"Keberagaman warga Kalimantan Barat sudah memberikan contoh dari waktu ke waktu, termasuk perayaan Imlek di Jakarta kemarin, bahkan tidak kalah semaraknya dengan yang ada di Singkawang," katanya.

?Dalam kesempatan itu, Pramono juga menegaskan prinsip kepemimpinannya yang fokus pada keberlanjutan. Ia mengkritik fenomena "ego pemimpin" yang seringkali menghentikan proyek pendahulunya. Sebaliknya, Pramono berkomitmen menuntaskan proyek-proyek infrastruktur strategis dari gubernur-gubernur sebelumnya.

Selain itu, Pramono juga merespons positif usulan OSO mengenai penyediaan fasilitas berupa gedung pusat kegiatan bagi warga perantauan Kalimantan Barat di Jakarta sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.

Ia menyebut Pemprov Jakarta siap berkolaborasi dengan IKKB dan pihak Pemprov Kalbar. Salah satu bentuk kolaborasi yang dilakukan adalah akan dibangunnya gedung untuk IKKB.

"Saya tadi sudah bisik-bisik dengan Bang OSO dan juga Pak Gubernur Kalimantan Barat, di Jakarta bersedia untuk melakukan kerja sama, berkolaborasi untuk memajukan IKKB yang ada di Jakarta ini,” ungkapnya.

“Bahkan tadi saya berbantah-bantahan sama Bang OSO, Bang OSO minta saya nyediain lahan, dia yang bangun gedungnya untuk IKKB. Saya bilang 'Bang OSO yang nyiapin lahan, saya yang bangun gedungnya," imbuhnya.

Visi Baru

Di tempat yang sama, Ketua IKKB terpilih Dean Aslan, menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kontribusi dan manfaat bagi masyarakat Kalbar yang berdomisili di Jakarta maupun di daerah asal.

Dean mengungkapkan, ?IKKB merupakan organisasi yang memiliki akar sejarah panjang, berdiri sejak tahun 1955, tepat sepuluh tahun setelah Indonesia merdeka. Transformasi signifikan dilakukan pada tahun 2012 melalui penyusunan akta pendirian serta AD/ART untuk memperkuat legalitas organisasi.

"?Salah satu tonggak sejarah yang diingat adalah penyelenggaraan acara Halal bi Halal pertama pada tahun 1976 yang disponsori oleh OSO, yang saat itu baru berusia 26 tahun. Sosok OSO dinilai identik dengan perjalanan dan perkembangan IKKB hingga saat ini," ungkapnya.

?Ia menyampaikan apresiasi atas kemajuan infrastruktur yang dirasakan warga perantau asal Kalbar di Jakarta, khususnya layanan TransJakarta rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta yang dinilai sangat membantu mobilitas masyarakat dengan biaya terjangkau.

?Di sisi lain, kemajuan pembangunan di Kalbar juga mendapat sorotan positif, terutama perbaikan akses jalan di wilayah utara dan tengah (arah Sanggau dan Sambas), serta rencana pembukaan tujuh pintu gerbang (Pos Lintas Batas) menuju Sarawak, Malaysia.

Dean Aslanasa pun menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi ini menjadi lebih modern dan berdampak. ?Ke depan, IKKB merencanakan beberapa program strategis guna memperkenalkan potensi "diaspora" Kalbar.

Beberapa program unggulan yang dicanangkan tersebut yakni sinergi lintas organisasi. Pihaknya akan berkolaborasi dengan organisasi lain seperti Persatuan Tionghoa Kalimantan Barat Indonesia (PTKBI) yang dipimpin oleh Yohanes, terutama dalam memberikan bantuan hukum bagi warga perantau baru.

Kemudian ?ada pula program pengembangan pariwisata, dimana promosi destinasi wisata unggulan Kalbar dilakukan melalui kegiatan olahraga dan budaya.

“Selanjutnya ada pengawasan lingkungan untuk pencegahan bencana alam dengan mendorong perusahaan-perusahaan di Kalimantan Barat menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG)," pungkasnya. (jee/tik/ind)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda