PONTIANAK, SP - Mengenakan jaket almamater kuning kebanggaan, 212 mahasiswa Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak tampak antusias mengikuti pembekalan terakhir sebelum terjun ke tengah masyarakat.
Mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2026, mereka siap mengemban misi pengabdian melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 12 desa yang berada di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kecamatan Sungai Raya (Kabupaten Bengkayang), serta Kecamatan Mempawah Hilir (Kabupaten Mempawah).
Kesiapan tersebut ditandai dengan kegiatan pembekalan dan pelepasan yang digelar di Convention Center Universitas Panca Bhakti, Jumat (31/7/2026).
KKN yang akan berlangsung selama sebulan penuh ini digelar sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung program Kampus Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemen Dikti Saintek).
Rektor UPB Pontianak, Dr. Purwanto, S.H., M.Hum., FCBArb., FIIArb., mengatakan KKN merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk belajar langsung di tengah kehidupan masyarakat.
Menurutnya, selama menjalani KKN mahasiswa tidak hanya dituntut mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami realitas sosial, budaya, dan berbagai tantangan pembangunan di desa.
"KKN merupakan wahana pembelajaran kehidupan yang sesungguhnya. Mahasiswa akan hidup bersama masyarakat, memahami berbagai persoalan yang ada, kemudian mengimplementasikan ilmu yang dimiliki untuk memberikan manfaat nyata bagi desa," ujar Purwanto.
Ia berharap kehadiran mahasiswa mampu menghadirkan perubahan positif melalui berbagai program yang disusun berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat.
"Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata. Program yang dilaksanakan tidak hanya selesai saat KKN berakhir, tetapi mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat desa," katanya.
Selain itu, Rektor mengingatkan seluruh mahasiswa agar senantiasa menjaga nama baik UPB selama berada di lokasi KKN.
"Jaga sikap, etika, dan perilaku. Kalian hadir sebagai tamu sekaligus mitra masyarakat. Jadilah mahasiswa yang santun, mampu beradaptasi, serta menjaga nama baik almamater, keluarga, dan diri sendiri," pesannya.
Ia optimistis pelaksanaan KKN tahun ini akan berjalan lancar dan sukses sebagaimana pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
212 Mahasiswa dari Tujuh Program Studi
Kepala Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UPB, Dr. Ekawati, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa KKN Tahun 2026 diikuti oleh 212 mahasiswa yang berasal dari tujuh program studi, yakni Ilmu Hukum, Agroteknologi, Agribisnis, Manajemen, Teknik, Rekayasa Lingkungan, dan Bisnis Digital.
Seluruh peserta dibagi ke dalam 12 kelompok yang ditempatkan di 12 desa pada tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kecamatan Sungai Raya, dan Kecamatan Mempawah Hilir.
"Mahasiswa akan melaksanakan KKN mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2026. Mereka akan mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kuliah melalui berbagai program pengabdian yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi desa masing-masing," jelasnya.
Menurut Dr. Ekawati, keberagaman disiplin ilmu mahasiswa menjadi kekuatan dalam merancang berbagai program pemberdayaan masyarakat.
"Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap mahasiswa mampu mengaplikasikan kompetensi yang dimiliki sehingga benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, KKN juga menjadi media pembelajaran untuk membentuk karakter mahasiswa.
"Selain mengabdi, mahasiswa akan belajar mengenai kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, kemampuan beradaptasi, hingga menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Semua pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika mereka memasuki dunia kerja," katanya.
Dr. Ekawati berharap semangat Kampus Berdampak benar-benar tercermin melalui program-program yang dilaksanakan mahasiswa selama berada di desa.
Pemerintah Daerah Sambut Positif
Camat Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Usman Yahya, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Panca Bhakti yang kembali menjadikan wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan KKN.
Menurutnya, mahasiswa akan memperoleh pengalaman yang tidak dapat ditemukan di ruang kuliah.
"Selama ini mahasiswa banyak belajar teori. Ketika turun ke desa, mereka akan melihat langsung kehidupan masyarakat yang sesungguhnya dan belajar bagaimana membangun komunikasi, bekerja sama dengan pemerintah desa, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," ujarnya.
Ia berharap mahasiswa mampu membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.
"Walaupun hanya satu bulan, saya berharap mahasiswa mampu meninggalkan kesan yang baik melalui program-program yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Mahasiswa Diharapkan Cepat Beradaptasi
Sementara itu, Camat Mempawah Hilir, Syamsul Rizal, mengatakan pembekalan yang diberikan kepada mahasiswa menjadi bekal awal sebelum terjun ke lapangan.
Menurutnya, mahasiswa harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi sosial budaya masyarakat di lokasi KKN.
"Kami berharap adik-adik mahasiswa cepat beradaptasi, mampu bekerja sama dengan pemerintah desa maupun masyarakat, serta mengimplementasikan ilmu yang dimiliki untuk membantu pembangunan desa," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi Universitas Panca Bhakti yang terus menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah melalui program KKN.
"Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut karena keberadaan mahasiswa memberikan energi baru, ide-ide kreatif, dan semangat pemberdayaan masyarakat di desa," katanya.
Wujud Nyata Kampus Berdampak
Melalui KKN 2026, UPB menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Selama satu bulan ke depan, 212 mahasiswa akan mengabdikan diri di 12 desa yang tersebar di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kecamatan Sungai Raya, dan Kecamatan Mempawah Hilir, dengan menjalankan berbagai program pemberdayaan sesuai potensi wilayah masing-masing.
Dengan semangat Kampus Berdampak, Universitas Panca Bhakti berharap setiap program yang dijalankan mahasiswa mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membentuk lulusan yang memiliki kompetensi, kepemimpinan, empati, dan pengalaman pengabdian sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan. (mul0