SANGGAU, SP - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan melaksanakan kegiatan Sosialisasi serta Pengecekan Sarana dan Prasarana Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam pencegahan, penanganan, dan antisipasi kebakaran lahan dan kebun (Karlabun) di wilayah konsesi PT. Surya Argo Permai dan PT. Agro Abadi Cemerlang, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau.
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimcam Kecamatan Toba dan Kecamatan Meliau, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam memperkuat koordinasi menghadapi ancaman Karhutla selama musim kemarau.
Kasi Pencegahan Bencana Kristian Hendro, S.K.M., memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan, kesiapsiagaan, serta penanganan Karhutla sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.
"Kewajiban mengantisipasi dan menanggulangi bencana tak hanya dibebankan pada Pemerintah saja. Tetapi semua unsur baik dari sektor swasta atau perusahaan berkewajiban dan melaporkan setiap bulannya kondisi terkait khususnya Karhutla ini,” tegas Hendro. Kamis (30/7/2026) kepada wartawan.
Menurutnya Perusahaan Perusahaan berkewajiban menyediakan sarana dan pra sarana (Sapras) pencegahan dan penanggulangan bencana Karhutla.
“Dalam waktu dekat ini, langkah kita mengantisipasi melakukan monitoring secara rutin mengecek dan mengawasi perusahaan yang beroperasional di Kabupaten Sanggau,” ungkap Hendro.
Dalam pengecekan nanti. Lanjut Hendro, akan dilakukan secara detail terkait Sapras yang dimilik perusahaan harus benar-benar berfungsi ketika terjadi Karhutla.
“Pengecekan dalam hal ini memang harus detail. Kalau sarprasnya tidak berfungsi, kita akan tegur perusahaan itu. Selain itu juga mereka harus memiliki sumber air untuk menanggulangi kejadian kebakaran," jelasnya.
Kegiatan Sosialisasi dan Pengecekan Sarana Prasarana Karhutla di Wilayah Konsesi Perusahaan yang membawakan materi mengenai Mitigasi Karhutla di Lingkungan Perusahaan. Selain itu, materi juga disampaikan oleh perwakilan Manggala Agni serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, yang memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan, kesiapsiagaan, serta penanganan Karhutla sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.
"Peserta kegiatan terdiri atas perwakilan perusahaan, pemerintah desa, masyarakat, kepala desa, serta anggota Masyarakat Peduli Api (MPA). Selain sosialisasi, tim juga melakukan pengecekan terhadap kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla guna memastikan seluruh peralatan dalam kondisi siap digunakan apabila terjadi keadaan darurat," pungkas Kasi Pencegahan Bencana BPBD Kabupaten Sanggau. Kristian Hendro, S.K.M.
Melalui kegiatan ini. BPB Kabupaten Sanggau berharap terbangun komitmen bersama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sehingga dapat melindungi lingkungan, menjaga kesehatan masyarakat, serta meminimalkan kerugian akibat bencana Karhutla. (Dit)