PONTIANAK, SP – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mendorong pengembangan Kota Pontianak sebagai kota ramah olahraga atau sport city. Salah satu upaya yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak adalah memperluas kawasan Car Free Day (CFD) agar masyarakat memiliki lebih banyak ruang untuk berolahraga dan beraktivitas.
Rencana tersebut disampaikan Edi saat menghadiri kegiatan Slow Jogging Pontianak 2,55K dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-255 Kota Pontianak, Minggu (1/11/2026) pagi.
Kegiatan yang diikuti sekitar 2.000 peserta atau pacer tersebut mengambil titik start dan finis di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Kantor PMI Kota Pontianak. Antusiasme peserta dinilai menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas olahraga yang bersifat rekreatif.
Edi mengatakan, membangun budaya olahraga tidak harus dimulai dengan aktivitas berintensitas tinggi. Kebiasaan hidup sehat dapat dibentuk melalui kegiatan sederhana yang menyenangkan dan bisa diikuti berbagai kelompok masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti slow jogging ini, kita ingin semakin banyak masyarakat yang gemar berolahraga. Tidak harus olahraga berat, yang penting rutin bergerak, sehat, dan bisa menikmati suasana kota bersama-sama,” ujarnya.
Menurut Edi, kawasan Jalan Ahmad Yani selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas olahraga masyarakat, khususnya setiap Minggu pagi. Warga memanfaatkan kawasan tersebut untuk berjalan kaki, berlari, bersepeda, hingga mengikuti berbagai kegiatan kebugaran.
Namun, Pemkot Pontianak ingin aktivitas serupa tidak hanya terpusat di satu kawasan. Karena itu, penambahan lokasi CFD mulai diwacanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kondisi masing-masing wilayah.
“Kita ingin kawasan Car Free Day ini semakin banyak, tidak hanya terpusat di Ahmad Yani. Dengan semakin banyak ruang yang bisa dimanfaatkan, masyarakat juga punya lebih banyak pilihan tempat untuk berolahraga,” katanya.
Edi menjelaskan, pengembangan kawasan CFD perlu didukung infrastruktur yang memadai, aksesibilitas, serta ruang publik yang nyaman. Dalam hal ini, Pemkot Pontianak berharap dukungan pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, khususnya di wilayah Pontianak Timur dan Pontianak Utara.
Peningkatan infrastruktur di kedua wilayah tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan ruang terbuka hijau dan kawasan aktivitas publik yang dapat dimanfaatkan untuk olahraga maupun rekreasi masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan bantuan pemerintah pusat untuk peningkatan kualitas infrastruktur di Pontianak Timur dan Utara, kita bisa menambah kawasan-kawasan yang dapat dijadikan ruang terbuka hijau dan Car Free Day,” jelasnya.
Edi menambahkan, penyediaan fasilitas olahraga tidak harus selalu berupa stadion atau lapangan berstandar pertandingan. Taman dan ruang publik berskala lingkungan juga dapat dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan hidup aktif.
Fasilitas sederhana seperti sarana kebugaran, jalur berjalan kaki, dan lintasan lari dapat menjadi pilihan masyarakat untuk berolahraga tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
“Kalau di taman-taman ada fasilitas olahraga, masyarakat akan lebih mudah tergerak untuk beraktivitas. Jadi kita akan terus meningkatkan kualitas dan menambah sarana prasarana olahraga, baik yang berstandar maupun yang sifatnya rekreasi,” terangnya.
Selain berdampak terhadap kesehatan, Edi melihat pengembangan aktivitas olahraga juga memiliki potensi ekonomi. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar di kawasan CFD dapat membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama sektor kuliner dan jasa.
Ia mencontohkan aktivitas di kawasan CFD Jalan Ahmad Yani yang setiap akhir pekan tidak hanya menjadi ruang olahraga, tetapi juga tempat interaksi sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita bisa melihat setiap Minggu di kawasan Car Free Day Ahmad Yani, begitu banyak masyarakat yang turun untuk berolahraga. Ada yang santai, ada yang benar-benar berolahraga sampai berkeringat. Di saat yang sama, ekonomi juga bergerak. Inilah yang kita harapkan,” ungkapnya.
Karena itu, pengembangan olahraga di Pontianak diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi atlet. Lebih luas, olahraga dapat menjadi bagian dari pembangunan kota yang sehat, produktif, sekaligus memiliki daya tarik wisata.
Melalui konsep sport city dan sport tourism, Pemkot Pontianak ingin menghubungkan berbagai potensi, mulai dari peningkatan kesehatan masyarakat, pengembangan komunitas olahraga, pemanfaatan ruang publik, hingga penguatan ekonomi daerah.
“Olahraga sekarang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Selain membuat masyarakat sehat dan kuat, olahraga juga bisa menjadi penggerak ekonomi. Kita ingin Pontianak menjadi kota yang ramah olahraga sekaligus memiliki daya tarik wisata olahraga,” tegasnya.
Edi berharap kegiatan Slow Jogging Pontianak 2,55K menjadi salah satu momentum untuk memperluas budaya olahraga di tengah masyarakat, terlebih kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-255 Kota Pontianak yang mengusung semangat Pontianak Tangguh Bersahabat.
Ia juga mengajak komunitas olahraga terus berkolaborasi dengan pemerintah dalam menghadirkan kegiatan yang mudah diikuti berbagai kalangan.
“Kita ingin warga Kota Pontianak semakin sehat, aktif, dan bahagia. Pemerintah akan terus berupaya menyediakan ruang dan fasilitas yang mendukung, sehingga olahraga benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(din)