Ponticity post author Kiwi 01 November 2026

ADG 5 Berakhir Semarak, Yohanes Nenes Dorong Rumah Radakng jadi Pusat Pelestarian Budaya Dayak

Photo of ADG 5 Berakhir Semarak, Yohanes Nenes Dorong Rumah Radakng jadi Pusat Pelestarian Budaya Dayak

PONTIANAK, SP - Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak, Yohanes Nenes, berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar), dapat memfasilitasi penyerahan Rumah Radakng kepada Ketua DAD Provinsi Kalbar, untuk selanjutnya pengelolaannya diserahkan kepada DAD Kota Pontianak.

Harapan tersebut disampaikan Yohanes Nenes dalam sambutannya pada malam penutupan Artis Dayak Generation (ADG) 5 di Rumah Radakng, Pontianak, Sabtu malam, 31 Oktober 2026.

Di hadapan sejumlah tamu undangan, Yohanes menyampaikan bahwa Rumah Radakng diharapkan tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga rumah bersama bagi masyarakat Dayak untuk merawat adat, budaya, dan memperkuat persatuan.

"Atas nama Dewan Adat Dayak Kota Pontianak, kami memohon kesediaan Bapak Gubernur untuk dapat memfasilitasi penyerahan Rumah Radakng kepada Ketua Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat, untuk selanjutnya pengelolaan Rumah Radakng tersebut diserahkan kepada Dewan Adat Dayak Kota Pontianak," ungkap Yohanes.

Menurutnya, Rumah Radakng memiliki peran penting sebagai ruang berkumpul, berkreasi, sekaligus tempat generasi muda mengenal dan mencintai identitas leluhurnya.

Selain menyoroti pengelolaan Rumah Radakng, Yohanes juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pulau Kalimantan.

Ia memberikan apresiasi kepada relawan, petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah berjuang memadamkan api di tengah berbagai risiko di lapangan.

Yohanes menilai pengabdian para petugas dan relawan merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

"Kami memahami bahwa tidak mudah berada di tengah panasnya api, kepulan asap, dan berbagai risiko di lapangan. Dengan segala keterbatasan, Bapak, Ibu, dan saudara-saudara telah menunjukkan kepedulian serta pengabdian yang luar biasa demi keselamatan masyarakat dan lingkungan," tuturnya.

Ia berharap seluruh pengorbanan dan perjuangan para relawan mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Yohanes juga bersyukur kondisi kabut asap di Kalimantan Barat, khususnya saat sambutan disampaikan, mulai berangsur reda.

Dalam kesempatan tersebut, Yohanes turut menegaskan bahwa ADG bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari pemenang, melainkan wadah bagi generasi Dayak untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan, dan kepercayaan diri sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya leluhur.

Ia mengucapkan selamat kepada peserta yang berhasil meraih juara dan memberikan semangat kepada mereka yang belum memperoleh kemenangan agar tetap percaya diri dan terus mengembangkan potensi.

"Keberanian untuk tampil, kesungguhan untuk berproses, dan kemauan untuk terus belajar adalah kemenangan yang sesungguhnya," tegasnya.

Yohanes berharap penyelenggaraan ADG pada masa mendatang semakin meriah, berkualitas, dan memiliki jangkauan lebih luas.

Ia ingin ajang tersebut menjadi wadah pembinaan serta pengembangan talenta generasi Dayak, tidak hanya dari Kalbar, tetapi juga dari berbagai wilayah di Indonesia.

Menurutnya, keberlangsungan budaya Dayak membutuhkan keterlibatan generasi penerus yang tidak hanya bangga terhadap identitasnya, tetapi juga mampu mengembangkan dan memperkenalkannya di tengah perkembangan zaman.

Menutup sambutannya, Yohanes menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Kalbar, Pemerintah Kota Pontianak, TNI, Polri, para sponsor, panitia, relawan, tenaga medis, petugas pemadam kebakaran, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung penyelenggaraan ADG 5 sehingga kegiatan berlangsung aman, tertib, dan bersih.

Ia menegaskan keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang turut berkontribusi menyukseskan agenda budaya masyarakat Dayak tersebut. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda