Ponticity post author Kiwi 01 November 2026

Launching Pontianak City Run 2027: Ongky Lesmana Targetkan 10 Ribu Pelari, Bidik Sport Tourism Internasional

Photo of Launching Pontianak City Run 2027: Ongky Lesmana Targetkan 10 Ribu Pelari, Bidik Sport Tourism Internasional

PONTIANAK, SP – Semangat menjadikan Pontianak sebagai salah satu destinasi olahraga di Indonesia kembali digaungkan melalui penyelenggaraan Pontianak City Run (PCR) 2027.

Event lari tahunan yang digagas Sporta Jawara Indonesia (Sporta Indonesia) tersebut resmi diluncurkan pada Minggu (1/11/2026), di halaman Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak.

Launching yang dirangkai dengan kegiatan Slow Jogging Pontianak 2,55K dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-255 Kota Pontianak itu berlangsung meriah.

Sekitar 2.000 pacer dan peserta turut ambil bagian, sekaligus menjadi momentum memperkenalkan kembali agenda lari berskala nasional yang akan digelar pada 31 Januari 2027 mendatang.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, Dandim 1207/Pontianak, letkol Kav Aidil Hajri, dan Kapolresta Pontianak, Kombespol Endang Tri Purwanto, serta sejumlah unsur dan komunitas olahraga.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga masyarakat sekaligus penguatan Pontianak sebagai kota tujuan sport tourism.

Owner Sporta Jawara Indonesia, Ongky Lesmana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak, Ketua DPRD, Kapolresta, Dandim 1207/Pontianak, serta seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Pontianak City Run.

Menurut Ongky, dukungan berbagai pihak menjadi energi penting bagi Sporta Indonesia untuk terus menjaga konsistensi penyelenggaraan PCR sejak pertama kali digelar pada 2019 hingga memasuki pelaksanaan tahun kesembilan pada 2027.

"Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pontianak, Bapak Wali Kota, Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, Kapolresta, Dandim, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan bersama-sama menyukseskan Pontianak City Run sejak 2019. Dukungan inilah yang membuat kami terus bersemangat menghadirkan event ini dan membawanya berkembang hingga tahun 2027," ungkap Ongky.

Ia menjelaskan, persiapan PCR 2027 telah dilakukan secara bertahap, mulai dari pembukaan pendaftaran, penyiapan perangkat penyelenggaraan, hingga pembentukan tim pacer yang akan mendampingi peserta selama perlombaan berlangsung.

Panitia menargetkan sebanyak 10.000 pelari ambil bagian dalam PCR 2027. Jumlah tersebut diharapkan tidak hanya berasal dari Kota Pontianak dan kabupaten lainnya di Kalimantan Barat (Kalbar), tetapi juga pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

"Kami sudah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk pelaksanaan PCR 2027. Termasuk menyiapkan pacer-pacer yang nantinya bertugas mendampingi teman-teman pelari. Pendaftaran juga sudah dibuka dan kami telah menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi peserta. Target kami tahun ini bisa mencapai 10.000 pelari," jelasnya.

Ongky mengatakan, PCR bukan sekadar perlombaan untuk mengejar catatan waktu maupun prestasi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan hidup sehat, memperluas persaudaraan, dan memperkenalkan Kota Pontianak kepada masyarakat luas melalui olahraga.

Karena itu, Sporta Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan dari tahun ke tahun. PCR diharapkan menjadi agenda olahraga yang mampu menarik minat pelari pemula, komunitas lari, atlet berpengalaman, hingga pelari dari luar negeri.

Dari sisi teknis, Ongky memastikan rute PCR 2027 tidak mengalami perubahan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Titik start dan finis tetap dipusatkan di kawasan GOR Terpadu, tepatnya di depan Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA), Pontianak.

"Khusus untuk rute, tidak ada perubahan dari pelaksanaan 2026. Kami tetap menggunakan rute yang sama, dengan titik start dan finis di depan GOR Sultan Abdurrahman. Pelaksanaan PCR 2027 dijadwalkan Minggu, 31 Januari 2027," terangnya.

Targetkan Pelari Naik Kelas

Lebih jauh, Ongky berharap PCR 2027 dapat menjadi wadah bagi pelari di Kalimantan Barat untuk meningkatkan kemampuan dan keberanian mengikuti kategori lomba dengan jarak yang lebih jauh.

Menurutnya, perkembangan komunitas lari di Kalbar harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelari. Mereka yang sebelumnya terbiasa mengikuti kategori 5 kilometer diharapkan berani mencoba 10 kilometer, kemudian meningkat ke half marathon sejauh 21 kilometer, hingga suatu saat mampu menyelesaikan marathon penuh sejauh 42 kilometer.

"Kami berharap pelari-pelari di Kalimantan Barat semakin naik kelas. Mungkin yang awalnya mengikuti 5K bisa meningkat ke 10K, dari 10K ke half marathon 21 kilometer, bahkan nantinya mampu mengikuti full marathon 42 kilometer. Kami ingin PCR menjadi bagian dari proses perkembangan pelari di Kalbar," tuturnya.

Untuk PCR 2027, panitia menyediakan empat kategori lomba, yakni 5K, 10K, Half Marathon, dan Marathon. Peserta juga diberikan pilihan paket registrasi dengan atau tanpa jersey sesuai kebutuhan masing-masing.

Berdasarkan informasi pendaftaran, biaya registrasi kategori 5K sebesar Rp98 ribu tanpa jersey dan Rp198 ribu dengan jersey. Kategori 10K dibanderol Rp228 ribu tanpa jersey dan Rp328 ribu dengan jersey.

Sementara itu, kategori Half Marathon ditawarkan dengan biaya Rp398.800 tanpa jersey dan Rp498.800 dengan jersey. Adapun kategori Marathon sebesar Rp538 ribu tanpa jersey dan Rp638 ribu dengan jersey.

Pendaftaran telah dibuka sejak Oktober 2026. Informasi lengkap mengenai registrasi, kategori lomba, persyaratan peserta, serta ketentuan lainnya dapat diakses melalui laman resmi Pontianak City Run.

Selain menghadirkan empat kategori lomba, panitia juga menyiapkan program 5x PCR Challenge sebagai bentuk apresiasi kepada pelari yang konsisten mengikuti rangkaian Pontianak City Run. Program tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh hadiah spesial berupa jam tangan Coros melalui pengundian yang dijadwalkan pada 29 Januari 2027.

Jadi Destinasi Sport Tourism

Ongky menegaskan, penyelenggaraan PCR memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar menghadirkan kompetisi lari. Event ini diharapkan menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan Pontianak dan Kalimantan Barat kepada pelari nasional maupun internasional.

Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian lokal. Mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, hingga berbagai sektor jasa lainnya berpeluang merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan peserta dan pendamping.

"Kami berharap bukan hanya masyarakat Kota Pontianak atau Kalimantan Barat yang hadir. Kami ingin pelari dari seluruh Indonesia, bahkan mancanegara, datang ke Pontianak untuk mengikuti Pontianak City Run. Dengan begitu, event ini juga bisa memperkenalkan potensi wisata dan daerah kita kepada dunia luar," harapnya.

Upaya memperluas jangkauan internasional tersebut sebelumnya juga dilakukan melalui partisipasi Sporta Indonesia dalam ajang Kuching Marathon 2026. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, Sporta Indonesia mempromosikan PCR 2027 sekaligus memperkenalkan Pontianak sebagai salah satu tujuan wisata olahraga di kawasan regional.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik kegiatan Slow Jogging Pontianak 2,55K yang menjadi bagian dari rangkaian launching PCR 2027.

Menurutnya, antusiasme ribuan peserta menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap aktivitas olahraga yang bersifat rekreatif dan dapat diikuti berbagai kalangan.

Edi mengatakan, olahraga tidak selalu harus dilakukan dengan intensitas tinggi. Kebiasaan bergerak dapat dimulai melalui aktivitas sederhana seperti berjalan kaki dan jogging ringan, asalkan dilakukan secara rutin.

"Melalui kegiatan seperti slow jogging ini, kita ingin semakin banyak masyarakat yang gemar berolahraga. Tidak harus olahraga berat, yang penting rutin bergerak, sehat, dan bisa menikmati suasana kota bersama-sama," ujarnya.

Edi juga mengungkapkan bahwa Pemkot Pontianak tengah mewacanakan penambahan lokasi Car Free Day (CFD) di sejumlah kawasan. Langkah tersebut merupakan bagian dari pengembangan Pontianak sebagai kota ramah olahraga atau sport city.

Menurutnya, kawasan Jalan Ahmad Yani selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas olahraga masyarakat setiap akhir pekan. Namun, Pemkot Pontianak ingin menghadirkan lebih banyak ruang publik agar masyarakat memiliki pilihan lokasi untuk berolahraga dan berekreasi.

"Kita ingin kawasan Car Free Day ini semakin banyak, tidak hanya terpusat di Ahmad Yani. Dengan semakin banyak ruang yang bisa dimanfaatkan, masyarakat juga punya lebih banyak pilihan tempat untuk berolahraga," katanya.

Edi menambahkan, kegiatan olahraga massal juga memiliki potensi menggerakkan perekonomian masyarakat. Kehadiran peserta dan pengunjung dalam jumlah besar dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner dan jasa.

Karena itu, ia berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas olahraga, dan penyelenggara event seperti Sporta Indonesia terus diperkuat. Dengan semakin banyak kegiatan olahraga berskala besar, Pontianak tidak hanya berkembang sebagai kota yang mendorong masyarakat hidup sehat, tetapi juga memiliki daya tarik sebagai destinasi sport tourism.

Launching PCR 2027 yang berlangsung bersamaan dengan peringatan HUT ke-255 Kota Pontianak pun menjadi penanda dimulainya persiapan menuju salah satu agenda olahraga terbesar di Kalimantan Barat tersebut.
Dengan target 10.000 peserta, dukungan berbagai pihak, serta kehadiran kategori lomba mulai 5K hingga Marathon, Pontianak City Run 2027 diharapkan mampu membawa pelari Kalbar semakin berprestasi sekaligus mengangkat nama Pontianak di panggung olahraga nasional dan internasional. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda