PONTIANAK, SP - PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa saat ini terjadi penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat akibat gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.
Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, menjelaskan bahwa gangguan tersebut menyebabkan kemampuan pasok sistem kelistrikan belum dapat beroperasi secara optimal.
Untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN menerapkan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat sesuai kebutuhan operasional.
“Saat ini kami mengalami penurunan kemampuan pasok daya akibat gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit PLTU berkapasitas besar,” kata Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, Sabtu (4/7/2026).
Untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, kata Mukhlis, PLN melakukan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.
“Kondisi ini tidak terkait dengan ketersediaan energi primer maupun batubara yang saat ini dalam kondisi aman,” ujar Mukhlis Zarkasih, Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Sabtu (4/7/2026).
Mukhlis menambahkan, PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk menjaga keandalan pasokan listrik dengan memaksimalkan pemanfaatan pembangkit yang tersedia, sekaligus menambah pasokan listrik melalui pengoperasian pembangkit milik mitra kerja guna meminimalkan dampak terhadap pelanggan.
“Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk memaksimalkan pembangkit yang tersedia serta menambah pasokan listrik dari pembangkit mitra kerja. Upaya ini dilakukan agar dampak terhadap pelanggan dapat ditekan semaksimal mungkin. Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu dan kami berharap pemulihan pasokan listrik dapat segera dilakukan,” kata Mukhlis.
PLN menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik serta akan menyampaikan perkembangan penanganan gangguan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.
“Atas kondisi ini, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami juga mengucapkan terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan dukungan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung,” tutup Mukhlis. (jee)