PONTIANAK,SP - Universitas OSO (UNOSO) kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang bukan sekadar ruang belajar, tetapi juga pusat solusi. Melalui hibah Kemendiktisaintek 2026, dosen UNOSO menghadirkan beragam inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dari pengolahan limbah, mitigasi bencana, hingga energi terbarukan.
Dosen Universitas OSO tampil aktif menghadirkan gagasan dan teknologi aplikatif yang menjawab tantangan di berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan, lingkungan pesisir, mitigasi bencana, hingga kesehatan berbasis bahan alam.
Salah satu penelitian yang menjadi sorotan utama berasal dari skema Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi (PKPT) yang dipimpin oleh Irma Ramadhani bersama timnya, Naniek Tri Utami dan Dodi. Mereka mengembangkan riset berjudul Formulasi Lotion Berbahan Aktif Kombinasi Ekstrak Biji Rambutan dan Biji Durian.
Penelitian ini mengangkat potensi limbah biji buah tropis menjadi produk kosmetik bernilai tinggi. Tak hanya berorientasi pada inovasi produk, riset ini juga mengusung prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan limbah organik.
“Biji rambutan dan biji durian memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan dan pelembab alami. Ini menjadi peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut, khususnya dalam industri kosmetik berbasis bahan alam,” ujar Irma Ramadhani.
Ia menambahkan, penelitian tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya produk lokal yang kompetitif sekaligus memperkuat konsep ekonomi sirkular di tengah masyarakat.
Masih dalam skema PKPT, inovasi lain hadir melalui penelitian yang dipimpin Hendi Santoso bersama Rizqan Khairan Munandar dan Robin Saputra. Mereka mengembangkan sistem Early Warning System cerdas berbasis Internet of Things (IoT) untuk mitigasi banjir rob dan banjir lokal di Pontianak.
Sistem ini dirancang untuk memberikan peringatan dini secara real-time sekaligus mengendalikan perangkat seperti pompa air secara otomatis. Dengan demikian, kesiapsiagaan masyarakat dapat meningkat dan dampak bencana bisa diminimalisir.
Di bidang bioteknologi, penelitian yang dipimpin Sofi Siti Shofiyah turut memperkaya inovasi melalui kajian pemanfaatan enzim dari bakteri laut Pulau Pelapis. Riset ini berfokus pada peningkatan efisiensi pengolahan limbah makanan melalui proses biokonversi, sehingga menghasilkan produk yang lebih bernilai guna.
Pada ranah penguatan ilmu dasar, skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR) menghadirkan riset Smart Monitoring Mangrove 4.0 yang dipimpin Robin Saputra bersama tim. Penelitian ini mengintegrasikan teknologi digital dalam pemantauan ekosistem mangrove secara spasio-temporal.
Data yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan pelestarian mangrove, yang berperan sebagai pelindung alami wilayah pesisir sekaligus habitat keanekaragaman hayati.
Sementara itu, inovasi di sektor energi terbarukan juga terus dikembangkan melalui skema Penelitian Dosen Pemula (PDP). Tim yang dipimpin Yulizar Prawiranti bersama Weni Mandasari mengembangkan filter karbon aktif berbasis ampas kelapa untuk pemurnian biogas.
Pendekatan ini dinilai ekonomis dan ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi energi alternatif yang berkelanjutan.
Weni Mandasari juga memimpin penelitian lain terkait optimalisasi produksi biogas dari limbah kulit nanas melalui variasi pH dan rasio karbon-nitrogen (C/N). Upaya ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi energi berbasis limbah pertanian.
Tak hanya di bidang sains dan teknologi, kontribusi juga datang dari bidang manajemen melalui penelitian yang dilakukan Delta Fenisa. Kajian ini diharapkan dapat memperkuat implementasi hasil riset agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas.
Di sisi pengabdian kepada masyarakat, UNOSO juga aktif melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Program yang dipimpin Zan Zibar mengusung pemberdayaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) melalui metode coral gardening berbasis WebGIS di Pulau Lemukutan.
Program ini tidak hanya berfokus pada pelestarian terumbu karang, tetapi juga membuka peluang pengembangan pariwisata berbasis konservasi yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, rangkaian riset dan pengabdian yang dilakukan dosen UNOSO melalui hibah Kemendiktisaintek 2026 menunjukkan sinergi kuat antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan nyata masyarakat.
Mulai dari pengembangan energi alternatif, pelestarian lingkungan, mitigasi bencana, hingga inovasi kesehatan berbasis bahan alam, seluruh program ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjawab tantangan zaman.
Ke depan, hasil-hasil riset tersebut diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi dapat diimplementasikan secara luas sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. (din)