Ponticity post author elgiants 12 Juli 2026

Listrik Kalbar Kembali Normal, Warga dan Pelaku Usaha Bernapas Lega

Photo of Listrik Kalbar Kembali Normal, Warga dan Pelaku Usaha Bernapas Lega

PONTIANAK, SP – Listrik Kalbar Kembali Normal, Warga dan Pelaku Usaha Bernapas Lega

PONTIANAK, SP – PT PLN (Persero) UID Kalimantan Barat memastikan pemadaman listrik bergilir yang melanda sebagian besar wilayah Kalbar sejak awal Juli 2026 resmi berakhir.

Sistem kelistrikan Kalbar kini kembali normal setelah perbaikan kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di sistem interkoneksi selesai dilakukan.

General Manager PT PLN (Persero) UID Kalbar, Maria G.I. Gunawan mengatakan, membaiknya kemampuan pasok daya membuat kebijakan manajemen beban yang menyebabkan pemadaman bergilir tidak lagi diberlakukan.

“Seiring membaiknya kemampuan pasok daya, maka manajemen beban secara terbatas dan terukur yang berdampak pada pemadaman aliran listrik pelanggan sudah tidak diberlakukan lagi,” katanya, Minggu (12/7/2026).

Maria menegaskan PLN tetap melakukan pemantauan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan sebagai langkah meningkatkan keandalan pasokan. Pelanggan yang masih mengalami gangguan diminta melapor melalui PLN Mobile atau Contact Center PLN 123.

Normalnya pasokan listrik disambut lega masyarakat, terutama pelaku usaha yang selama beberapa hari terakhir terdampak langsung akibat pemadaman.

Saiful (29), pemilik usaha servis barang elektronik di Pontianak, mengaku usahanya sempat terganggu karena seluruh peralatan servis bergantung pada listrik.

“Alhamdulillah sekarang listrik sudah normal lagi. Kami bisa kembali bekerja tanpa khawatir jadwal pemadaman bergilir,” ujarnya.

Ia berharap pasokan listrik tetap stabil agar penyelesaian pekerjaan tidak lagi tertunda.

“Selama listrik padam banyak pekerjaan pelanggan yang terpaksa ditunda. Semoga ke depan listrik tetap andal sehingga usaha kecil seperti kami bisa berjalan lancar,” katanya.

Hal senada disampaikan Sumi (44), pemilik warung kopi di Kabupaten Kubu Raya. Menurutnya, berakhirnya pemadaman bergilir membuat aktivitas usahanya kembali normal.

“Kami sangat bersyukur kerusakan mesin PLTU sudah selesai diperbaiki sehingga tidak ada lagi pemadaman bergilir. Pelanggan kini kembali nyaman datang ke warung,” tuturnya.

Ia berharap gangguan serupa tidak kembali terjadi karena listrik menjadi penopang utama usaha kecil.

“Kalau listrik stabil, kami lebih tenang menjalankan usaha dan pendapatan juga bisa kembali normal,” tambahnya.

Pemadaman bergilir di Kalbar mulai terjadi sejak 2 Juli 2026 dan meluas pada 3–4 Juli setelah terjadi kebocoran boiler pada salah satu unit PLTU di sistem interkoneksi Kalbar. Gangguan tersebut menyebabkan pasokan daya berkurang sehingga PLN menerapkan manajemen beban di sejumlah daerah, antara lain Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Bengkayang, Sambas, dan wilayah sekitarnya.

Selama masa gangguan, pemadaman berlangsung sekitar lima hingga enam jam dalam setiap siklus dan berdampak pada aktivitas masyarakat, layanan publik, serta pelaku UMKM. Seiring rampungnya perbaikan unit PLTU, kemampuan pasok listrik kembali pulih sehingga pemadaman bergilir resmi dihentikan. (jee/din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda