PONTIANAK, SP - Sebanyak 73 mahasiswa mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) Kolaborasi yang diinisiasi PMII Rayon Az-Zarnuji dan Rayon Syekh As-Syarwani Komisariat IAIN Pontianak. Agenda pengkaderan tersebut dipusatkan di Rumah Budaya Kampung Caping, Pontianak, pada Minggu (11/10/2026).
Puluhan peserta tersebut resmi dikukuhkan setelah mengikuti rangkaian proses. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Pengurus Cabang PMII Kota Pontianak beserta perwakilan Komisariat dan Rayon se-Kota Pontianak yang memberikan dukungan penuh.
Dalam sambutannya, Ketua Komisariat IAIN Pontianak Fahrurrozi menjelaskan MAPABA menjadi pintu masuk utama bagi mahasiswa yang ingin bergabung dan berproses di PMII.
Ia menyebut forum ini dirancang untuk melahirkan kader yang memiliki keyakinan ideologis terhadap PMII sebagai ruang aktualisasi dan pembentukan karakter.
"MAPABA ini adalah gerbang awal. Di sini kita akan membentuk kader Mu'taqid, kader yang yakin, yang mantap hatinya bahwa PMII adalah tempat yang benar untuk menempa diri," ujar Fahrurrozi.
Di sisi lain, Ketua PC PMII Kota Pontianak Baidowi menitipkan pesan khusus kepada seluruh peserta baru. Ia meminta agar mahasiswa tidak mudah patah semangat ketika dihadapkan pada berbagai rintangan.
Baidowi mengingatkan agar peserta tetap percaya diri dan tidak minder selama berproses. Untuk menyulut semangat, ia mengutip pernyataan sastrawan legendaris Pramoedya Ananta Toer.
"Sahabat-sahabat sekalian, mengutip dari Pramoedya Ananta Toer, bahwasanya seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran. Artinya saya mengajak kawan-kawan harus percaya diri, jangan gampang menyerah, apapun rintangannya lawan saja," tegas Baidowi di hadapan peserta.
Lebih lanjut, ia berpesan agar kader PMII tidak kalah sebelum bertanding dan tidak berkecil hati dalam menjalankan peran sebagai mahasiswa.
Melalui MAPABA Kolaborasi ini, PMII IAIN Pontianak menargetkan lahirnya kader-kader militan yang siap meneruskan perjuangan organisasi serta menjadi motor penggerak perubahan, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat. (*)