Ponticity post author Kiwi 13 Juli 2026

PWA Kalbar Berduka: Mengenang Dedikasi Prof. Dr. Hj. Nuraini untuk Ilmu dan Pemberdayaan, Jejak Pengabdian Profesor Pertama 'Aisyiyah yang Tak Pernah Padam

Photo of PWA Kalbar Berduka: Mengenang Dedikasi Prof. Dr. Hj. Nuraini untuk Ilmu dan Pemberdayaan, Jejak Pengabdian Profesor Pertama 'Aisyiyah yang Tak Pernah Padam

PONTIANAK, SP - Kabar duka menyelimuti keluarga besar 'Aisyiyah Kalimantan Barat (Kalbar) pada Kamis, 9 Juli 2026, pukul 06.25 WIB.

Prof. Dr. Hj. Nuraini, M.Si., sosok akademisi yang bersahaja sekaligus profesor pertama dari kalangan 'Aisyiyah Kalbar, telah berpulang ke rahmatullah.

Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan sivitas akademika, tetapi juga bagi organisasi perempuan Muhammadiyah serta masyarakat luas yang selama ini merasakan manfaat dari dedikasi dan pemikirannya.

Sebagai Guru Besar Universitas Tanjungpura (Untan), Prof. Nuraini, yang akrab disapa Prof. Nur, dikenal sebagai pakar di bidang Ekonomi Sumber Daya Manusia dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Keilmuan yang dimilikinya tidak berhenti pada ruang-ruang akademik, tetapi diwujudkan melalui berbagai pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di lingkungan 'Aisyiyah, beliau mengemban amanah sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan 'Aisyiyah (LPPA) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Kalbar.

Dalam peran tersebut, Prof. Nuraini konsisten mendorong lahirnya riset-riset yang aplikatif serta memperkuat sinergi antara dunia akademik, organisasi, dan kebutuhan nyata masyarakat.

Beliau meyakini bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, perempuan bukan hanya berperan dalam membangun keluarga, tetapi juga memiliki kapasitas besar untuk berkontribusi di ruang publik melalui ilmu pengetahuan, kepemimpinan, dan pemberdayaan ekonomi.

Komitmen tersebut tercermin dalam berbagai penelitian yang berfokus pada pengembangan UMKM sebagai fondasi perekonomian daerah.

Baginya, pemberdayaan usaha kecil bukan sekadar meningkatkan pendapatan masyarakat, melainkan juga membangun kemandirian ekonomi yang berkeadilan.

Semangat itu selaras dengan nilai-nilai perjuangan 'Aisyiyah yang mengedepankan kemandirian, keadilan, dan kebermanfaatan bagi umat.

Dedikasi Prof. Nuraini juga membekas di hati para mahasiswa, kolega, dan kader muda 'Aisyiyah.

Banyak alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang mengakui bahwa bimbingan, motivasi, dan keteladanan beliau menjadi fondasi penting dalam perjalanan akademik maupun profesional mereka.

Bagi kader-kader muda 'Aisyiyah Kalbar, Prof. Nur bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga guru, pembimbing, dan sumber inspirasi.

Di balik capaian akademik yang gemilang, Prof. Nuraini dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, hangat, dan penuh kepedulian.

Kepemimpinannya di LPPA PWA Kalbar melahirkan berbagai terobosan dalam program pemberdayaan perempuan. Beliau senantiasa mendorong perempuan untuk terus belajar, berkarya, dan berdaya sehingga mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Kemampuan beliau menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan riil masyarakat menjadikan sosoknya sebagai teladan yang sulit tergantikan.

Kepergian Prof. Nuraini memang meninggalkan kekosongan besar, tetapi nilai-nilai perjuangan, pemikiran, dan karya-karyanya akan terus hidup serta menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Bagi 'Aisyiyah Kalbar, kehilangan ini bukan sekadar kehilangan seorang pemimpin organisasi, melainkan juga kehilangan seorang intelektual, pendidik, dan inspirator perempuan berkemajuan. Prof. Nuraini telah membuktikan bahwa perempuan mampu menembus berbagai batas, mengukir prestasi di dunia akademik, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Warisan intelektual, moral, dan semangat pengabdiannya akan terus menjadi cahaya yang menerangi langkah generasi berikutnya.

Semoga Allah Swt. menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilaf dan kekurangannya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Inn? lill?hi wa inn? ilaihi r?ji'?n. Selamat jalan, Prof. Dr. Hj. Nuraini, M.Si. Terima kasih atas ilmu, keteladanan, dan pengabdian yang telah Ibu wariskan. Jejak perjuanganmu akan terus hidup sebagai inspirasi bagi perempuan berkemajuan dan masyarakat Kalbar. (aep)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda