Ponticity post author Kiwi 16 September 2026

Jemput Antar Pasien di Kota Pontianak, Bruder Steph dan Ambulans FRKP Terus Wujudkan Aksi Kemanusiaan

Photo of Jemput Antar Pasien di Kota Pontianak, Bruder Steph dan Ambulans FRKP Terus Wujudkan Aksi Kemanusiaan

PONTIANAK, SP - Aksi kemanusiaan kembali dilakukan Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP). Melalui layanan ambulans sosial, para relawan membantu menjemput dan mengantar pasien yang membutuhkan pertolongan di Kota Pontianak.

Salah satu kisah yang menyentuh terjadi ketika Bruder Stephanus Paiman OFMCap membantu seorang pasien warga Jalan Kom Yos Sudarso, Gang Kelontan 1, Jalur 2, Nomor 20, Pontianak Barat.

Saat proses pelayanan berlangsung, keluarga pasien memberikan sejumlah uang kepada Bruder Stephanus sebagai biaya minyak ambulans.

Namun, uang tersebut justru dikembalikan untuk membantu biaya pengobatan pasien.

“Dil, uangnya Bruder ambil, tapi Bruder sumbangkan kembali buat biaya pengobatan bapakmu ya. Tapi Bruder pesan, bilang sama kakakmu, uangnya sudah Bruder terima, tapi Bruder titip untuk pengobatan bapak,” pesan Bruder Stephanus kepada anak pasien.

Pesan sederhana itu membuat anak laki-laki pasien tak kuasa menahan tangis. Tidak banyak yang diketahui tentang apa yang berkecamuk dalam pikiran dan hatinya saat itu. Yang jelas, perhatian dan ketulusan yang diterimanya menjadi sebuah pengalaman yang menyentuh.

Bruder Stephanus sendiri mengaku tidak mengenal keluarga tersebut sebelumnya. Ketika berada di rumah pasien, ia melihat tanda salib dan kemudian bertanya apakah keluarga tersebut beragama Katolik.

Namun, bagi FRKP, latar belakang suku, agama maupun kelompok bukanlah pertimbangan dalam memberikan pertolongan.

“Forum juga kalau diminta bantuan, ndak pernah tanya suku, agama dan sebagainya. Dapat menolong, puji Tuhan,” demikian semangat yang menjadi bagian dari aksi sosial para relawan.

Menembus Pedalaman Kalimantan Barat

Kisah di Pontianak tersebut hanyalah satu dari rangkaian panjang pelayanan kemanusiaan yang dilakukan FRKP.

Ambulans relawan ini tidak hanya beroperasi di kawasan perkotaan, tetapi juga telah digunakan untuk menjangkau masyarakat di berbagai pelosok dan pedalaman Kalimantan Barat.

Di balik setiap perjalanan ambulans, ada cerita tentang keluarga yang sedang berjuang menghadapi sakit, pasien yang membutuhkan akses menuju rumah sakit, serta relawan yang harus menempuh perjalanan panjang demi memastikan seseorang mendapatkan pertolongan.

Ada perjalanan yang dilakukan siang hari, ada pula yang harus ditempuh ketika malam telah larut. Jalan yang jauh dan kondisi medan yang tidak selalu mudah tidak menjadi alasan untuk mengabaikan permintaan pertolongan.

Bagi keluarga pasien, kedatangan ambulans sering kali bukan sekadar persoalan transportasi. Ambulans menjadi harapan ketika mereka tidak memiliki kendaraan, ketika biaya perjalanan menjadi beban, atau ketika kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih cepat.

Dari kampung-kampung hingga kawasan pedalaman, semangat yang dibawa tetap sama, menolong manusia yang membutuhkan pertolongan.

FRKP tidak menjadikan suku, agama, status sosial ataupun latar belakang keluarga sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan. Siapa pun yang membutuhkan pertolongan dan dapat dibantu, akan diupayakan untuk mendapatkan pelayanan.

Semangat tersebut menjadi bagian dari aksi sosial “Sejuta Kemanusiaan” yang terus digerakkan para relawan.

Bagi mereka, kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Tidak ada batas antara kota dan pedalaman, antara yang mampu dan tidak mampu, maupun antara satu identitas dengan identitas lainnya.

Setiap perjalanan ambulans adalah perjalanan untuk menghadirkan kepedulian.

Dan setiap pasien yang berhasil diantar menuju tempat pengobatan adalah pengingat bahwa masih ada orang-orang yang bersedia meluangkan waktu, tenaga, bahkan menempuh jarak yang jauh demi membantu sesama.

Seperti yang menjadi keyakinan para relawan, Allah menciptakan manusia tanpa terlebih dahulu bertanya suku dan agama. Maka ketika kesempatan untuk menolong datang, manusia pun semestinya tidak perlu bertanya siapa yang harus ditolong.

Dari Pontianak hingga pelosok Kalimantan Barat, ambulans FRKP terus bergerak. Bukan sekadar membawa pasien, tetapi juga membawa pesan sederhana bahwa kemanusiaan masih memiliki tempat di tengah masyarakat. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda