Ponticity post author elgiants 15 September 2026

PKKMB Universitas OSO Dimulai, Rektor Pesan Mahasiswa Jangan Hanya Kuliah-Pulang

Photo of PKKMB Universitas OSO Dimulai, Rektor Pesan Mahasiswa Jangan Hanya Kuliah-Pulang

Sebanyak 148 mahasiswa baru Universitas OSO resmi mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026. Kegiatan yang diikuti mahasiswa dari delapan program studi Universitas OSO tersebut resmi dibuka di Grand Mahkota Hotel Pontianak, Selasa (15/9/2026).

Rangkaian PKKMB Universitas OSO akan berlangsung hingga Sabtu (19/9/2026). Penyematan pin PKKMB dan penyerahan almamater secara simbolis menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan bagi para mahasiswa baru.

Pembukaan PKKMB turut dihadiri sejumlah pihak dari berbagai unsur, mulai dari perusahaan, pemerintah daerah hingga Direktur Bank Kalbar. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan mahasiswa baru pada lingkungan yang lebih luas di luar kehidupan akademik kampus.

Tahun ini, PKKMB Universitas OSO mengangkat tema “Menyalakan Nalar, Kembangkan Potensi, Gerakkan Perubahan, Bersama Universitas OSO.” Berbagai materi akan diberikan kepada mahasiswa baru, di antaranya dari Polda Kalbar, Kodam XII/Tanjungpura, BNN Provinsi Kalbar, KPID Kalbar serta pemateri dari internal Universitas OSO.

Rektor Universitas OSO Yarlina Yacoub dalam sambutannya mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menjalani kehidupan perkuliahan sekadar dengan pola “Kuliah-Pulang, Kuliah-Pulang” atau KUPU-KUPU.

Menurutnya, kehidupan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan kegiatan perkuliahan dan pencapaian nilai akademik. Masa di perguruan tinggi merupakan kesempatan untuk membangun karakter, memperluas wawasan, mengembangkan potensi serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

“Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan masa kuliah dengan sebaik-baiknya dan tidak membatasi diri hanya pada aktivitas di dalam ruang kelas,” kata Yarlina Yacoub.

Ia mendorong mahasiswa Universitas OSO aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri, baik melalui organisasi kemahasiswaan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), seminar, pelatihan, kompetisi, kegiatan sosial maupun program yang diselenggarakan universitas.

Keterlibatan dalam berbagai kegiatan tersebut, kata dia, dapat membantu mahasiswa membangun kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, kreativitas, kemandirian hingga kemampuan memecahkan masalah.

“Mahasiswa harus berani mencoba hal-hal baru, membangun jejaring, serta mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing,” jelasnya.

Yarlina menegaskan, mahasiswa Universitas OSO harus memiliki semangat untuk terus bertumbuh dan menjadi pribadi yang inovatif, adaptif serta berkeadaban. Menurutnya, prestasi akademik memang penting, namun keberhasilan mahasiswa tidak semata-mata diukur dari indeks prestasi atau kemampuan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

Pengalaman, karakter, keterampilan, jejaring serta kontribusi kepada masyarakat juga menjadi bekal penting yang akan dibawa mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang datang ke kampus untuk kuliah kemudian pulang. Jadikan kampus sebagai ruang untuk belajar, berkarya, berorganisasi, berkolaborasi, dan mengembangkan diri. Manfaatkan setiap kesempatan yang ada di Universitas OSO untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih siap menghadapi masa depan,” pesannya.

Senada, Ketua BEM Universitas OSO Irvan Surya mengatakan PKKMB tidak semestinya hanya dimaknai sebagai agenda seremonial penyambutan mahasiswa baru.

Menurutnya, PKKMB merupakan momentum awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus mulai membangun pola pikir sebagai insan akademik.

“PKKMB bukan sekadar seremoni penyambutan. Ini menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, memahami nilai-nilai akademik, dan mulai membangun cara berpikir sebagai seorang mahasiswa,” ujar Irvan.

Ia juga menilai penyematan almamater memiliki makna tanggung jawab. Almamater bukan sekadar identitas sebagai mahasiswa Universitas OSO, tetapi juga menjadi pengingat agar mahasiswa ikut menjaga nama baik kampus.

“Ketika almamater itu dikenakan, ada tanggung jawab yang ikut melekat. Mahasiswa tidak hanya dituntut belajar di ruang kelas, tetapi juga harus berani berpikir kritis, menyampaikan gagasan, berdiskusi, dan mengambil peran di tengah masyarakat,” katanya.

Irvan berharap mahasiswa baru tidak hanya berorientasi pada kegiatan perkuliahan. Mereka diharapkan mampu memanfaatkan masa pendidikan di Universitas OSO untuk mengembangkan potensi dan membangun pengalaman melalui berbagai ruang akademik maupun kemahasiswaan.

“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru Universitas OSO. Jadikan kampus ini sebagai ruang untuk belajar, bertumbuh, menemukan potensi diri, dan berproses. Jangan hanya menjadi mahasiswa yang datang kuliah, tetapi jadilah mahasiswa yang punya gagasan dan mampu memberikan dampak,” ucapnya. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda