PONTIANAK, SP - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Pontianak menyelenggarakan pendidikan dan penyegaran kader.
Kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya untuk membangkitkan kejayaan Partai Golkar Kota Pontianak. Ketua DPD Partai Golkar Kota Pontianak, Bebby Nailufa mengatakan DPD Golkar Kota Pontianak menjadi satu-satunya DPD yang menyelenggarakan pendidikan dan penyegaran kader.
Bahkan menurutnya DPD Golkar Provinsi Kalimantan Barat saja masih belum melaksanakan kegiatan tersebut.
"Kami berpendapat semakin cepat kami melakukan pendidikan dan penyegaran kader semakin baik, sebagai upaya membangkitkan kejayaan Partai Golkar," ucap Ketua DPD Partai Golkar Kota Pontianak saat diwawancarai usai kegiatan pendidikan dan penyegaran kader pada Sabtu (21/11).
Ia menambahkan kedepan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan penyegaran kader akan dilakukan dua kali dalam setahun.
Karena semuanya harus melalui tahapan sebagai upaya untuk memberikan doktrin kekaryaan kepada kader-kader Golkar.
Dirinya menyebutkan dalam pendidikan kader terdapat empat materi yang disampaikan. Diantaranya terkait ideologi kebangsaan untuk meningkatkan rasa nasionalisme. Pasalnya saat ini rasa nasionalisme masyarakat sudah mulai luntur.
"Maka Partai Golkar harus berperan untuk meningkatkan rasa nasionalisme kepada kader-kader," katanya.
Bebby menyampaikan materi kedua yakni terkait pengelolaan kepartaian yang diberikan DPD Golkar Provinsi Kalbar.
Karena menurutnya estafet kepemimpinan di DPC Partai Golkar Kota Pontianak akan dilanjutkan kader-kader muda tentu harus dipersiapkan dari sekarang.
"Bagaimana pengelolaan kepartaian yang transparan dan sesuai harapan sehingga bisa membangkitkan kejayaan partai," tuturnya.
Selain itu di katakan Bebby materi ketiga terkait kegolkaran mulai dari sejarah partai yang harus dipahami semua kader sebagai wujud cinta kepada partai. Proses jatuh bangun partai harus dipahami kader. Agar kader mengetahui dasar meningkatkan rasa cinta ke partai dan bangsa.
"Karena bangsa ini adalah tempat kita mengabdi dan doktrin itu akan kita terapkan implementasinya kepada masyarakat," ungkapnya.
Dikatakannya materi ke empat yakni pemenangan pemilu disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Hal tersebut untuk menyamakan persepsi dari pusat hingga kota. Kemudian membentuk badan saksi nasional partai Golkar. Dengan harapan saksi partai Golkar kedepan bisa militan.
"Kami ingin saksi-saksi partai Golkar militan, karena di Kota Pontianak ada 2800 TPS, sehingga bagaimana kita bisa mempersiapkan dan merekrut saksi-saksi yang mempuni dan militan," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Golkar Kota Pontianak, Marsuli mengatakan pelaksanaan kegiatan pendidikan dan penyegaran kader sebagai langkah persiapan sejak awal.
Karena jika kader tidak di persiapkan dari sekarang maka target pencapaian tidak mungkin tercapai.
"Walaupun di Provinsi Kalbar bahkan se-Indonesia mungkin belum mengadakan ini, bukan mencuri start tapi memang kewajiban kita selaku mesin politik partai untuk memajukan masyarakat," ucap Wakil Ketua Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Golkar Kota Pontianak, Marsuli.
Ia menambahkan penguatan kader menjadi fokus sehingga ketika terjun ke masyarakat bisa mencapai tujuan. Kader yang diberikan pendidikan rata-rata pada usia 18 tahun ke atas dan pengurus baru hingga sayap.
Dikatakannya dalam pelatihan dibagi menjadi dua sesi hal ini memperhatikan protokol kesehatan. Karena menjadi kewajiban Partai Golkar untuk mengikuti protokol kesehatan.
"Setiap tahun pelatihan kader akan diselenggarakan sebanyak dua kali," tutupnya.(din)