PONTIANAK, SP - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) bakal merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 68 secara sederhana.
Hal itu dilakukan untuk mengikuti intruksi Presiden Prabowo Subianto dalam upaya efisiensi belanja Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
"Saya sudah minta kepada Sekda, Asisten I, Kepala Biro Pemerintahan supaya nanti upacara peringatan HUT Pemprov Kalbar ke 68 sesederhana mungkin," kata Pj Gubernur Harisson saat menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada PNS di lingkungan Pemprov Kalbar, Kamis (23/1/2025).
Harisson menegaskan beberapa poin utama terkait Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025 yang ditandatangani oleh Presiden RI.
"Bapak Prabowo minta upacara-upacara, peringatan-peringatan dan seremoni itu tidak perlu ramai dan yang lainnya zoom," jelas Harisson.
"Saya sudah minta rumuskan, ada kemungkinan kita tidak upacara di depan (halaman) dan cukup dihadiri eselon 2 saja dan tidak ada istilah ramah tamah karena kita melakukan penghematan-penghematan," tambahnya.
Selain itu, kegiatan-kegiatan lain agar dirumuskan dan diprioritaskan sebagaimana poin-poin utama dari Inpres tersebut. Yakni pertama, membatasi belanja untuk kegiatan yang bersifat seremonial, kajian, studi banding, pencetakan, publikasi, dan seminar atau Focus Group Discussion (FGD).
Kedua, pengurangan belanja perjalanan dinas sebesar 50 persen. Ketiga, pemangkasan belanja yang bersifat pendukung dan tak memiliki output terukur. Keempat, pembatasan belanja honorarium melalui pembatasan jumlah tim dan besaran honorarium yang mengacu pada peraturan Presiden mengenai standar harga satuan regional.
Kemudian poin kelima adalah memfokuskan anggaran belanja pada target kinerja satuan pelayanan publik. Keenam, selektif dalam memberikan hibah langsung, baik dalam bentuk uang, barang, maupun jasa kepada kementerian/lembaga (K/L). Ketujuh, penyesuaian sumber APBD 2025 dari dana transfer ke daerah (TKD) yang totalnya mencapai Rp50,59 triliun.
"Kegiatan-kegiatan yang output outcome indikator kurang jelas itu mungkin harus kita hilangkan. Kita juga akan melakukan perubahan, kita akan melakukan sinkronisasi program dan visi misi seiring dengan dilantiknya nanti Bapak Ria Norsan dan Bapak Krisantus sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur definitif," terangnya.
Ditambahkannya, dalam rangka memperingati HUT Pemprov Kalbar ke 68, Harisson mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
“Mari bersama kita luruskan niat dalam bekerja karena ibadah kepada Allah subhanahu wata’ala. Sehingga mendapat ridho-Nya dalam membangun Indonesia dan Kalbar tercinta," pungkasnya. (din)