PONTIANAK, SP - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap 2 Mei, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Taman Emas Pertamina”, sebuah inisiatif pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penguatan karakter dan pembelajaran menyenangkan berbasis praktik bagi anak usia sekolah.
Program ini menyasar anak-anak usia 5 hingga 18 tahun, mulai dari tingkat pra sekolah hingga sekolah menengah. Pelaksanaannya difokuskan di dua desa di Kabupaten Kubu Raya, yakni Desa Limbung dan Desa Punggur Kecil.
Kehadiran program ini menjadi respons atas berbagai tantangan pendidikan di wilayah desa binaan, khususnya rendahnya minat literasi dan keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas di kawasan Ring 1 perusahaan.
Sejak dijalankan pada 2022, Taman Emas Pertamina telah memberikan manfaat langsung kepada sekitar 150 anak usia sekolah di Kabupaten Kubu Raya. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, serta kepedulian sosial dan lingkungan.
Dalam implementasinya, terdapat sejumlah kegiatan unggulan yang dijalankan, seperti Kampung Literasi melalui bimbingan belajar, Green Literation yang mengusung edukasi lingkungan, Emaspreneur Project sebagai wadah pembinaan wirausaha muda, hingga Capacity Building Relawan untuk meningkatkan kapasitas para pendamping program.
Tak hanya menyasar anak-anak, program ini juga melibatkan pemuda dan mahasiswa setempat sebagai relawan pengajar. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan pendidikan di daerah.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan.
“Momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas harus dapat dirasakan secara merata. Melalui Program Taman Emas Pertamina, kami berupaya menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya meningkatkan literasi, tetapi juga membangun karakter dan kemandirian generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program ini tidak terlepas dari kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, serta relawan yang terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.
“Pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar program ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui program Taman Emas Pertamina, perusahaan berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berdaya saing, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.(Din)