Ponticity post author Kiwi 28 Juni 2026

PosAja! dan Jalan Baru Penghidupan Ishak

Photo of PosAja! dan Jalan Baru Penghidupan Ishak PENGEPAKAN – Ishak Ismail, seorang mantan jurnalis di Kota Pontianak, yang kini beralih usaha dengan membuka online shop, bersama keluarganya, sedang mengepak pesanan pelanggan lewat jasa pengiriman PosAja BRIMo.suara pemred/aep mulyanto

PONTIANAK, SP - Sebuah notifikasi pesanan masuk membangunkan Ishak Ismail pada pagi yang masih gelap. Ia meraih telepon genggam, memeriksa alamat pembeli, lalu bersiap memulai aktivitas yang kini menjadi rutinitasnya.

Tak banyak yang menyangka, pria yang selama 16 tahun dikenal sebagai wartawan itu kini menghabiskan hari-harinya mengemas dan mengirim madu hutan Kapuas Hulu ke berbagai daerah di Indonesia.

Dari Jakarta, Bandung, Semarang, Samarinda hingga berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. "Kalau dulu bangun tidur langsung cek grup wartawan atau pesan narasumber. Sekarang yang dicek pertama justru pesanan yang masuk semalaman," ujarnya sambil tersenyum, saat ditemui Suara Pemred pada Selasa 9 Juni 2026.

Keputusan meninggalkan dunia jurnalistik tidak pernah benar-benar direncanakan. Awalnya ia hanya membantu usaha keluarga yang lebih dulu dirintis sang istri. Namun seiring waktu, ia melihat peluang yang terus tumbuh.

Pesanan datang silih berganti. Jangkauan pasar semakin luas. Dari semula hanya 10-20 paket per hari, kini usahanya mampu mengirim sekitar 30-35 setiap hari.

Produk yang dipasarkan adalah madu hutan asli dari Kapuas Hulu, daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil madu terbaik di Kalimantan Barat.

Di rumahnya tampak rak-rak sederhana yang dipenuhi botol madu berwarna keemasan. Sebagian berasal dari kawasan Danau Sentarum yang menjadi habitat lebah liar Apis dorsata. Ada madu hutan multiflora, madu lalau dari pedalaman Nanga Lauk, hingga madu hitam pahit yang memiliki pelanggan tersendiri.

Melalui usahanya, madu-madu itu kini menemukan jalan menuju rumah pelanggan di berbagai kota. Karena itu setiap pesanan selalu dipersiapkan dengan teliti.

Botol dibungkus berlapis-lapis agar aman selama perjalanan. Alamat penerima diperiksa kembali. Label pengiriman ditempel dengan cermat.

Kebiasaan memeriksa detail yang terbentuk selama bertahun-tahun di dunia jurnalistik rupanya belum hilang.

"Yang paling penting jangan sampai salah kirim. Kalau alamat keliru atau barang tertukar, urusannya bisa panjang," katanya.

Menurut Ishak, pekerjaan tidak selesai ketika pelanggan melakukan pembayaran. Justru setelah itu proses panjang dimulai, mulai dari pengemasan, pengiriman, pelacakan hingga memastikan barang diterima dalam kondisi baik.

"Banyak orang berpikir yang penting barang laku. Padahal setelah itu masih ada proses pengemasan dan pengiriman. Pelanggan biasanya akan kembali membeli kalau mereka merasa dilayani dengan baik," ujarnya.

Kepercayaan pelanggan memang menjadi modal penting bagi usaha yang dijalankannya. Selain mengandalkan pelanggan lama, ia juga aktif memperluas pasar melalui media sosial dan berbagai pameran UMKM.

Media sosial menjadi ruang yang mempertemukannya dengan pelanggan dari berbagai daerah. Sementara melalui pameran, ia dapat bertemu langsung dengan calon pembeli sekaligus memperkenalkan madu hutan Kapuas Hulu kepada masyarakat yang lebih luas.

"Pameran dan media sosial sangat membantu. Banyak pelanggan yang awalnya mengenal produk kami dari sana, kemudian mencoba membeli dan akhirnya menjadi pelanggan tetap," ujarnya.

Seiring meningkatnya jumlah pesanan, urusan pengiriman menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari usaha yang dijalankannya.
Sebagai pelaku UMKM yang mengurus hampir seluruh pekerjaan sendiri, mulai dari menerima pesanan, mengemas barang hingga melayani pelanggan, Ishak membutuhkan layanan yang praktis dan efisien.

Karena itu ia memanfaatkan layanan PosAja! yang terintegrasi dalam aplikasi BRImo.

Menurut Ishak, salah satu kemudahan yang paling dirasakan adalah layanan penjemputan paket langsung ke rumah.
Setelah seluruh pesanan selesai dikemas, kurir Pos Indonesia datang mengambil paket yang siap diberangkatkan.

"Kami pelaku UMKM sering mengerjakan semuanya sendiri, mulai dari admin, gudang sampai pengiriman. Jadi ketika ada layanan penjemputan paket, pekerjaan menjadi jauh lebih ringan," katanya.

Bagi Ishak sendiri, perjalanan sebagai pelaku usaha masih terbilang baru. Namun ia sudah memiliki sejumlah rencana untuk masa depan.

Ia berharap dapat memperbesar skala usaha dengan menjemput langsung pasokan madu dari Kapuas Hulu dalam jumlah yang lebih besar.

Madu-madu pilihan tersebut nantinya akan dikemas dengan merek Rasima Madu Asli dalam berbagai ukuran botol maupun jeriken agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan.

Sebagai nasabah BRI selama hampir 16 tahun, ia juga berharap dapat terus memperoleh pembinaan dan pendampingan untuk mengembangkan usahanya.

"Saya berharap usaha ini bisa terus berkembang. Kalau ada kesempatan mendapatkan pelatihan atau pembinaan usaha, tentu akan sangat membantu UMKM seperti kami," katanya.

Menjelang sore, paket-paket yang sejak pagi tersusun rapi akhirnya siap diberangkatkan. Seorang kurir datang menjemputnya. Sebelum paket diserahkan, Ishak masih memeriksa kembali setiap label pengiriman.
Ia tersenyum kecil.
"Hanya beda tujuan saja. Dulu kirim berita, sekarang kirim paket."

Tak lama kemudian kendaraan kurir bergerak meninggalkan halaman rumah. Botol-botol madu dari Kapuas Hulu itu memulai perjalanan menuju berbagai kota di Indonesia.

Salah seorang pelanggan yang mengenal Rasima Online Shop sejak beberapa tahun terakhir adalah Arif Sunanta. Ia menjadi pelanggan madu murni dari usaha Ishak usai mengetahui produk tersebut dari rekomendasi kerabat. Setelah mencoba, ia beberapa kali kembali memesan madu dari Ishak.

"Pertama beli karena memang membutuhkan madu sebagai obat. Setelah dicoba ternyata cocok, jadi beberapa kali pesan lagi. Yang saya suka, barang yang datang sesuai dengan yang dijelaskan dan pengirimannya juga rapi," katanya.

Menurut Arif, ketika membeli produk secara daring, rasa percaya menjadi hal yang penting. Karena itu ia merasa lebih nyaman ketika dapat mengetahui posisi barang yang sedang dikirim.

"Setidaknya kita tahu barangnya sudah sampai mana. Sebagai pembeli tentu lebih tenang," ujarnya.

Meningkatnya aktivitas pengiriman juga terlihat di Kantor Pos Besar Pontianak. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak paket yang berasal dari pelaku usaha kecil dan menengah yang memasarkan produknya secara daring, terutama yang menggunakan Aplikasi PosAja! BRImo.

"Setiap hari ada hampir ribuan paket yang bergerak dari Pontianak menuju berbagai daerah di Indonesia. Banyak di antaranya berasal dari pelaku UMKM yang menjual produknya secara online," kata Kepala Kantor Pos Besar Pontianak, Zaenal Hamid.

Ia juga mengakui jika dahulu pengiriman lebih banyak didominasi dokumen atau surat-menyurat, kini sebagian besar justru berasal dari aktivitas perdagangan digital yang terus berkembang.

“Persaingan jasa pengiriman saat ini memang semakin ketat. Namun layanan PosAja! terus berkembang dan mampu bersaing dengan berbagai jaringan ekspedisi lainnya karena menawarkan kemudahan yang dibutuhkan pelaku usaha,” ujarnya.

"Sebagian besar UMKM mengurus sendiri usahanya. Karena itu mereka membutuhkan layanan yang sederhana dan mudah digunakan. Melalui PosAja! yang terhubung dengan BRImo, proses pemesanan hingga pelacakan paket bisa dilakukan dalam satu aplikasi," ujarnya.

Perubahan yang dialami Ishak sesungguhnya juga menggambarkan apa yang sedang terjadi pada banyak pelaku UMKM di Kalbar. Pemimpin Cabang BRI Kantor Cabang Pontianak, Ardika Prasetyo, mengatakan semakin banyak pelaku usaha kecil yang memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan menjangkau konsumen di luar daerah.

Menurutnya, kebutuhan pelaku usaha saat ini tidak hanya berkaitan dengan transaksi keuangan, tetapi juga bagaimana aktivitas usaha dapat dijalankan secara lebih praktis dan efisien.

"Kami melihat semakin banyak UMKM yang memasarkan produknya melalui media digital. Aktivitas pengiriman barang juga ikut meningkat karena pasar mereka tidak lagi terbatas pada wilayah sekitar," katanya.

Ardika menyebut penggunaan layanan PosAja! yang terintegrasi dalam BRImo menunjukkan tren yang terus bertumbuh. Dalam sebulan, tercatat ribuan transaksi pengiriman dilakukan melalui layanan tersebut oleh pengguna di Kalbar.

"Yang dicari pelaku usaha sebenarnya sederhana. Mereka ingin semuanya lebih mudah sehingga bisa lebih fokus mengembangkan usaha. Karena itu layanan yang terintegrasi dalam satu aplikasi semakin banyak dimanfaatkan," ujarnya. (aep mulyanto)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda