Ponticity post author Kiwi 27 Juni 2026

Perkuat Ekosistem Kewirausahaan, Rusunawa UNTAN dan SBM ITB Dorong Mahasiswa Berpikir Sistemik

Photo of Perkuat Ekosistem Kewirausahaan, Rusunawa UNTAN dan SBM ITB Dorong Mahasiswa Berpikir Sistemik

PONTIANAK, SP – Rusunawa Karakter dan Kewirausahaan Universitas Tanjungpura (UNTAN) bekerja sama dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB menggelar kegiatan Systems Thinking for Entrepreneurship Program in Higher Education (STEP-HE) yang dirangkaikan dengan Penguatan Insan Asrama, Sabtu (27/6/2026), di Aula Candradimuka Asrama Mahasiswa UNTAN.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Asrama Berdampak yang bertujuan memperkuat ekosistem kewirausahaan di lingkungan kampus. Melalui program tersebut, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir sistemik, kepemimpinan, kolaborasi, inovasi, serta jiwa kewirausahaan sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.

Selain mahasiswa, kegiatan ini juga diikuti Insan Asrama dari 14 Kabupaten/kota di Kalimantan Barat dengan total sekitar 60 peserta. Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi dan jejaring antarlembaga dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.

Perwakilan SBM ITB, Prof. Hutomo Sarjono Putro, menegaskan bahwa kepemimpinan di era saat ini tidak lagi dapat dijalankan secara individual. Seorang pemimpin, menurutnya, harus mampu melihat persoalan secara menyeluruh dan membangun kolaborasi lintas pihak.

"Seorang pemimpin harus mampu berpikir secara sistemik dan melihat sebuah ekosistem secara utuh. Bekerja sendiri tidak cukup untuk menghasilkan dampak yang besar. Karena itu diperlukan kolaborasi dan kepemimpinan kolektif (collective leadership) agar manfaat yang dihasilkan bisa lebih luas," ujarnya.

Hutomo juga mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan Asrama Berdampak UNTAN, mulai dari hidroponik hingga penerapan teknologi tepat guna. Menurutnya, fondasi ekosistem sudah terbentuk dengan baik dan selanjutnya perlu ditingkatkan melalui pemanfaatan teknologi yang lebih modern.

"Saya melihat potensinya sangat besar. Programnya tidak hanya berhenti pada teori, tetapi sudah diwujudkan dalam praktik. Tantangan berikutnya adalah bagaimana melakukan scale up melalui dukungan teknologi dan kolaborasi yang lebih luas sehingga dampaknya semakin besar dan dapat menjadi contoh bagi masyarakat," katanya.

Ketua Pengelola Rusunawa dan Asrama UNTAN, Dr. Muhammad Fahmi menyambut baik kolaborasi bersama SBM ITB. Menurutnya, kehadiran para akademisi dari ITB membuka perspektif baru dalam mengembangkan program kewirausahaan di lingkungan asrama.

"Kami sangat bersyukur karena kolaborasi ini memperluas cara pandang kami. Banyak hal yang sebelumnya belum kami pahami, mulai dari rantai nilai, manajemen hingga pemanfaatan teknologi, kini menjadi lebih jelas. Ini menjadi bekal penting untuk mengembangkan program yang lebih berdampak," ungkapnya.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut menjadi motivasi bagi UNTAN untuk terus mengakselerasi berbagai program pemberdayaan mahasiswa yang sejalan dengan pembangunan nasional melalui pendekatan akademik dan inovasi.

"Kolaborasi ini membuat kami semakin yakin bahwa gagasan sederhana dapat menciptakan nilai yang besar apabila didukung teknologi, manajemen yang baik, serta kolaborasi antarpihak," ujarnya.

Ke depan, Rusunawa UNTAN akan terus memperluas sosialisasi Program Asrama Berdampak agar semakin banyak mahasiswa tertarik bergabung. Asrama diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga berkembang sebagai pusat pengembangan kapasitas (hub) yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan kemampuan kewirausahaan mahasiswa.

"Harapan kami, mahasiswa datang ke asrama bukan sekadar untuk tinggal, tetapi karena ingin belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri agar ketika terjun ke masyarakat mereka memiliki nilai tambah serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar," pungkasnya. (mul)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda