Sambas post author Kiwi 26 Juni 2026

Balai Adat Sehat, Ikhtiar Sambas Merajut Budaya dan Kesehatan dalam Satu Gerakan

Photo of Balai Adat Sehat, Ikhtiar Sambas Merajut Budaya dan Kesehatan dalam Satu Gerakan

SAMBAS, SP - Rumah Melayu Sambas Berkemajuan menjadi ruang pertemuan antara budaya dan kesehatan dalam kegiatan Balai Adat Sehat, Kamis (25/6/2026).

Program yang didukung Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini menghadirkan tokoh adat, akademisi, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat dalam satu gerakan bersama untuk membangun kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan budaya.

Kegiatan yang digelar oleh Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura bersama Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) ini dikemas dalam berbagai agenda, mulai dari seminar budaya, edukasi kesehatan berbasis kearifan lokal, pertunjukan seni tradisional, hingga pembacaan Deklarasi Balai Adat Sehat Sambas.

Ketua Panitia, dr. Alex, M.Biomed, mengatakan Balai Adat Sehat lahir dari gagasan menghidupkan kembali fungsi balai adat sebagai pusat pembelajaran masyarakat yang relevan dengan kebutuhan zaman.

"Balai adat sejak dahulu bukan hanya tempat bermusyawarah, tetapi juga ruang belajar masyarakat. Melalui Balai Adat Sehat, kami ingin mengembalikan fungsi tersebut dengan mengintegrasikan nilai budaya Melayu dan edukasi kesehatan yang berbasis ilmiah," ujarnya.

Menurut Alex, budaya dan kesehatan memiliki hubungan yang erat dalam kehidupan masyarakat.

"Kesehatan dan budaya bukanlah dua hal yang terpisah. Nilai-nilai budaya Melayu mengandung banyak pesan tentang pola hidup sehat, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan. Jika dikemas dengan baik, budaya dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, dukungan Program Dana Indonesiana membuka ruang lahirnya inovasi yang menghubungkan pemajuan kebudayaan dengan pemberdayaan masyarakat.

"Kami berharap program ini tidak berhenti di satu kegiatan saja, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan hingga ke desa-desa di Kabupaten Sambas," tambahnya.

Ketua MABM Kalimantan Barat, Prof. Dr. Chairil Effendy, M.S., memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Balai Adat Sehat merupakan contoh nyata bagaimana budaya dapat menjadi instrumen pembangunan masyarakat.

"Budaya Melayu tidak hanya diwariskan melalui seni dan tradisi, tetapi juga melalui nilai-nilai kehidupan yang menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan kesehatan. Inilah yang perlu terus kita hidupkan," ujarnya.

Chairil menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga adat menjadi model yang layak dikembangkan di berbagai daerah.

"Balai adat memiliki fungsi strategis sebagai ruang dialog, pendidikan, dan pembentukan karakter masyarakat. Ketika lembaga adat dan akademisi bekerja bersama, maka manfaat yang lahir akan jauh lebih besar bagi masyarakat," katanya.

Sementara itu, Ketua MABM Kabupaten Sambas, Anwari, S.Sos., M.A.P., menegaskan pentingnya menghidupkan kembali peran balai adat sebagai pusat aktivitas masyarakat.

"Pada masa lalu, balai adat menjadi tempat masyarakat belajar, bermusyawarah, dan menyelesaikan berbagai persoalan bersama. Semangat itu perlu kita hadirkan kembali sesuai kebutuhan zaman," ujarnya.

Menurut Anwari, masyarakat Melayu memiliki banyak kearifan lokal yang dapat dijadikan media edukasi kesehatan tanpa harus meninggalkan perkembangan ilmu pengetahuan modern.

"Kami siap mendukung berbagai program yang memadukan pelestarian budaya dengan pembangunan kesehatan. Semakin banyak generasi muda yang terlibat, semakin kuat pula masa depan budaya Melayu," katanya.

Dukungan serupa disampaikan Pangeran Ratu Kesultanan Sambas, Dr. Raden Muhammad Tarhan, S.Pd., M.E. Menurutnya, konsep hidup sehat sesungguhnya telah lama menjadi bagian dari falsafah masyarakat Melayu.

"Sejak dahulu masyarakat Melayu mengenal berbagai petuah, adat, dan tradisi yang mengajarkan hidup sehat, menjaga kebersihan, serta menghormati lingkungan. Nilai-nilai ini jangan sampai hilang oleh arus modernisasi," ujarnya.

Ia menilai Balai Adat Sehat berhasil mempertemukan pengetahuan tradisional dengan ilmu kesehatan modern dalam satu ruang yang konstruktif.

"Budaya harus menjadi fondasi pembangunan. Ketika budaya dan ilmu pengetahuan berjalan beriringan, maka masyarakat akan tumbuh lebih sehat, sejahtera, dan berkarakter," katanya.

Selain seminar dan diskusi, kegiatan juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya Melayu, pembacaan pantun kesehatan, penampilan seni tundang, serta berbagai sesi edukasi mengenai kesehatan keluarga, gizi, dan pentingnya menjaga lingkungan sehat.

Pendekatan budaya yang digunakan mendapat sambutan hangat dari peserta karena dinilai lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Berbagai pesan kesehatan disampaikan melalui bahasa yang sederhana dan mudah dipahami sehingga mampu menjangkau berbagai kalangan.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Deklarasi Balai Adat Sehat Sambas sebagai komitmen bersama untuk menjadikan balai adat tidak hanya sebagai pusat pelestarian budaya, tetapi juga ruang edukasi kesehatan masyarakat.

Deklarasi tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga nilai-nilai budaya Melayu, memperkuat semangat gotong royong, serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan keluarga dan lingkungan.

Momen tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta sebagai simbol lahirnya gerakan bersama yang diharapkan mampu menjangkau hingga tingkat desa.

Melalui sinergi antara Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Majelis Adat Budaya Melayu, pemerintah, dan masyarakat, Balai Adat Sehat diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis budaya yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

Kegiatan ini membuktikan bahwa pelestarian budaya dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat bukanlah dua agenda yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya dapat dipadukan dalam satu gerakan yang saling menguatkan.

Di Sambas, Balai Adat Sehat menjadi simbol bahwa budaya yang tetap hidup akan melahirkan masyarakat yang semakin sehat, berdaya, dan bermartabat. (mul)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda