SAMBAS, SP – Kunjungan Gubernur Kalbar, Ria Norsan, dalam kegiatan Gema Membangun Desa di Temajuk, Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas menghasilkan sejumlah catatan penting terkait pembangunan kawasan perbatasan.
Setidaknya terdapat tiga sektor yang menjadi perhatian utama pemerintah provinsi, yakni pengembangan usaha garam rakyat, penguatan sektor pariwisata, dan penataan infrastruktur pendukung.
Untuk sektor ekonomi, Norsan menyoroti usaha garam yang masih menghadapi keterbatasan modal sehingga membutuhkan dukungan pemerintah.
Sementara pada sektor pariwisata, ia menilai Temajuk memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam dan wisata air yang dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah.
Di sisi lain, persoalan infrastruktur seperti keberadaan jembatan putus juga menjadi perhatian pemerintah. Pemprov akan melakukan kajian terhadap fungsi dan urgensi jembatan tersebut sebelum memutuskan langkah pembangunan.
Melalui pengembangan tiga sektor tersebut, pemerintah berharap Desa Temajuk dapat tumbuh sebagai kawasan perbatasan yang maju, produktif, dan menjadi salah satu destinasi unggulan di Kalimantan Barat.
Menurut Norsan, selain memiliki potensi wisata alam yang menjanjikan, Desa Temajuk juga memiliki aktivitas ekonomi masyarakat yang perlu mendapat dukungan pemerintah, salah satunya usaha produksi garam.
Sektor garam dan pariwisata dapat berkembang secara bersamaan sebagai penggerak ekonomi masyarakat di perbatasan
“Selain alamnya cukup indah, juga ada usaha-usaha masyarakat yang perlu ditingkatkan. Salah satu itu usaha garam yang perlu kita tingkatkan dan perlu kita bantu, karena kekurangan biaya atau modal,” ujarnya saat diwawancara di lokasi tersebut.
Norsan menilai keberadaan usaha garam rakyat di kawasan perbatasan tersebut memiliki prospek yang baik apabila mendapatkan dukungan permodalan dan pendampingan yang memadai.
Dengan bantuan yang tepat, usaha garam masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjadi sumber penghasilan yang lebih kuat bagi warga Temajuk.
Pemprov Kalbar, lanjutnya, akan terus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat agar program bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi desa.
Pemprov Kalbar juga mendorong berbagai program yang dapat memperkuat kedua sektor tersebut agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
Dengan dukungan pemerintah dan pengelolaan yang berkelanjutan, garam Temajuk berpotensi menjadi produk unggulan yang memperkuat identitas sekaligus perekonomian desa perbatasan tersebut.
Gubernur mengatakan keindahan alam Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
“Desa Temajuk ini merupakan salah satu destinasi wisata yang perlu kita kembangkan supaya turis-turis dari luar bisa menikmati keindahan alam di sini,” kata Norsan.
Ia mengatakan, pengembangan sektor wisata menjadi penting mengingat Temajuk memiliki daya tarik berupa pantai, laut, dan berbagai potensi wisata alam lainnya yang masih alami.
Menurutnya, pemerintah ingin menjadikan Temajuk sebagai objek wisata yang mampu menyuguhkan pengalaman wisata alam dan wisata air yang menarik bagi pengunjung.
“Ke depan bagaimana Desa Temajuk ini bisa menjadi objek wisata yang menyediakan, menyuguhkan wisata alam, wisata air yang baik sekali dan indah sekali,” ujarnya.
Pengembangan wisata tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan perbatasan Kalimantan Barat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat membuka peluang pemberian bantuan stimulan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan, mengatakan dukungan tersebut akan dikoordinasikan bersama perangkat daerah terkait, khususnya sektor pariwisata.
“Nanti kita ada kepala dinas pariwisata di sini, mungkin nanti bisa memberikan bantuan stimulan dan juga bantuan program-programnya terhadap Desa Temajuk ini,” katanya dalam kegiatan Gema Membangun Desa, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Norsan, bantuan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat daya tarik wisata Temajuk yang selama ini dikenal memiliki keindahan alam khas kawasan pesisir dan perbatasan.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat mempercepat pengembangan destinasi wisata sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. (gel)