SINGKAWANG, SP - Perumda Air Minum Gunung Poteng (AMGP) Kota Singkawang terus berupaya meningkatkan cakupan layanan air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat kota setempat.
Di tengah pertumbuhan penduduk dan kawasan permukiman baru, kebutuhan air bersih di Singkawang naik setiap tahun.
"Saat ini kapasitas produksi perusahaan mencapai 340 liter per detik dan baru mampu melayani sekitar 30 persen masyarakat Kota Singkawang," kata Direktur Perumda AMGP Singkawang, Suriandi, Kamis (25/6).
Artinya, dari 100 warga Singkawang, baru 30 yang mendapat air Perumda AMGP. Sisanya belum terlayani karena keterbatasan kapasitas produksi dan jaringan distribusi.
Untuk mencapai target cakupan layanan 60 persen pada tahun 2029, perusahaan tengah menggandeng investor melalui kerja sama dengan PT Likaran Borneo Sinergi (LBS) guna menambah kapasitas produksi sebesar 200 liter per detik.
“Ini upaya kita agar bisa mengejar target 60% cakupan layanan 2029 sesuai RPJMD,” ujarnya.
Menurut Suriandi, tambahan kapasitas tersebut diproyeksikan mampu melayani sekitar 16.000 hingga 18.000 sambungan rumah baru dan menjadi salah satu langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Singkawang di masa mendatang.
Selain itu, pihaknya juga meminta pendampingan hukum dari Kejaksaan serta review dari BPKP agar seluruh proses pengembangan layanan berjalan sesuai aturan dan prinsip tata kelola yang baik.
Pendampingan Kejaksaan lewat bidang Datun untuk memastikan kontrak dengan investor tidak cacat hukum.
Selain itu, dia juga memohon kepada pemerintah pusat dan Anggota DPR RI agar bisa membawa pokok-pokok pikirannya ke Kota Singkawang, mengingat kondisi Perumda AMGP Singkawang saat ini Non Ideal (tidak ada ideal kapasitas lagi untuk disambungkan).
"Maka kalau pun ada pelanggan yang ingin memohon sambungan rumah (SR), sementara ini kami masukkan ke dalam daftar tunggu," ungkapnya.
Apabila upaya peningkatan tekanan dan peningkatan kuantitas terjadi barulah dilakukan pelayanan. (rud)