Sambas post author Kiwi 17 Juni 2026

Lokakarya Balai Adat Sehat Awali Persiapan Festival Balai Adat Sehat 2026 di Sambas

Photo of Lokakarya Balai Adat Sehat Awali Persiapan Festival Balai Adat Sehat 2026 di Sambas

SAMBAS, SP – Lokakarya Balai Adat Sehat dengan tema “Transformasi Ruang Publik sebagai Pusat Edukasi Kesehatan dan Budaya Melayu Sambas” sukses dilaksanakan pada 8 Juni 2025 di Kabupaten Sambas. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan Festival Balai Adat Sehat yang direncanakan berlangsung pada akhir Juni 2026. Lokakarya ini bertujuan memperkuat sinergi antara unsur adat, masyarakat, dan akademisi dalam mengembangkan ruang publik berbasis budaya sebagai media edukasi kesehatan masyarakat.

Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan yang terdiri dari unsur Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Sambas, pemuda Melayu, perempuan Melayu, kader kesehatan, tokoh adat Melayu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas. Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai strategi pemanfaatan balai adat sebagai pusat kegiatan masyarakat yang tidak hanya berfungsi dalam pelestarian budaya, tetapi juga sebagai sarana promosi kesehatan yang sesuai dengan nilai-nilai budaya Melayu Sambas.

Salah satu hasil penting dari lokakarya ini adalah tercapainya kesepakatan mengenai detail lokasi dan teknis pelaksanaan Festival Balai Adat Sehat 2026. Melalui forum koordinasi tersebut, para peserta menyepakati konsep kegiatan, pembagian peran antar pemangku kepentingan, serta berbagai kebutuhan pendukung untuk memastikan festival yang merupakan bagian dari Program Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan dan didanai LPDP ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Selain rapat koordinasi, kegiatan juga diisi dengan wawancara mengenai budaya dan kesehatan di masyarakat Melayu Sambas sebagai bagian dari pemetaan kebutuhan dan potensi lokal. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan bagi kader dan tokoh adat Melayu Sambas yang difokuskan pada penguatan kapasitas dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan melalui pendekatan budaya. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas edukasi kesehatan sekaligus memperkuat pelestarian nilai-nilai budaya Melayu di tengah masyarakat.

Ketua MABM Sambas terpilih periode 2026-2031, Anwari, S.Sos., M.A.P, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara unsur adat dan kesehatan merupakan langkah strategis dalam membangun masyarakat yang sehat tanpa meninggalkan identitas budaya Melayu. Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, dr. Alex, M.Biomed, menyampaikan bahwa lokakarya ini menjadi fondasi penting bagi penyelenggaraan Festival Balai Adat Sehat 2026. Ia berharap festival yang akan datang dapat menjadi model transformasi ruang publik berbasis budaya yang mampu mendukung peningkatan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat warisan budaya Melayu Sambas. (aep)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda