Ponticity post author Kiwi 27 Juni 2026

Mahasiswa UPB Belajar Pengambilan Keputusan Langsung di Kadin Kalbar

Photo of Mahasiswa UPB Belajar Pengambilan Keputusan Langsung di Kadin Kalbar

PONTIANAK, SP – Mahasiswa semester VI Fakultas Ekonomi Universitas Panca Bhakti (UPB) Program Studi Manajemen mengikuti kuliah lapangan di Kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Barat sebagai bagian dari penutup mata kuliah Teori Pengambilan Keputusan yang diampu oleh Dr. Setyo Gunawan, SE, MM, MSi.

Kegiatan yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdialog langsung dengan jajaran pengurus Kadin Kalbar, di antaranya Ketua Umum Fachrudin D. Siregar, Mei Purwowidodo, Dr. Rolando, dan Ali Kadir.

Melalui audiensi ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep pengambilan keputusan dari sisi teoritis, tetapi juga memperoleh gambaran nyata mengenai proses pengambilan keputusan dalam dunia usaha, organisasi, dan kemitraan dengan pemerintah.

Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Setyo Gunawan, mengatakan bahwa kuliah lapangan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran agar mahasiswa dapat memahami penerapan teori yang dipelajari di kelas.

“Mahasiswa perlu melihat secara langsung bagaimana sebuah keputusan strategis diambil dalam organisasi. Dengan begitu mereka tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu melihat tantangan dan pertimbangan yang muncul dalam praktik,” ujarnya.

Selama sesi diskusi, mahasiswa terlihat antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait dinamika dunia usaha, peran organisasi pengusaha dalam pembangunan daerah, hingga strategi menghadapi tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Ketua Umum Kadin Kalbar, Fachrudin D. Siregar, menyambut baik kunjungan akademik tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Kami berharap mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai dunia usaha dan kepemimpinan. Keputusan yang baik lahir dari kemampuan memahami data, situasi, dan berbagai risiko yang ada,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman lapangan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun pola pikir kritis dan adaptif dalam menghadapi perubahan.

Salah seorang mahasiswa peserta kegiatan mengaku memperoleh banyak pengalaman baru dari dialog yang berlangsung. Menurutnya, materi yang selama ini dipelajari di ruang kuliah menjadi lebih mudah dipahami setelah melihat contoh penerapannya secara langsung.

“Kami jadi memahami bahwa pengambilan keputusan tidak hanya berdasarkan teori, tetapi juga mempertimbangkan kondisi lapangan, kepentingan berbagai pihak, dan dampak jangka panjangnya,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi contoh sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan dunia bisnis.

Kolaborasi semacam ini diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang siap bersaing, berdaya saing tinggi, serta mampu mengambil keputusan secara tepat dalam berbagai situasi nyata. (mul)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda