Ponticity post author Kiwi 27 Juni 2026

Perubahan Besar Dimulai Hari Jumat: PLN Bangun Budaya Rendah Emisi dari Langkah Sederhana

Photo of Perubahan Besar Dimulai Hari Jumat: PLN Bangun Budaya Rendah Emisi dari Langkah Sederhana JUMAT BERDAMPAK - Pegawai PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) berjalan kaki sebagai bagian dari gerakan PLN Clean Energy Day bertajuk “Jumat Berdampak” di Pontianak, Jumat (26/6).

PONTIANAK, SP – Suasana Jumat (26/6/2026) pagi di lingkungan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) tampak berbeda. Sejumlah pegawai memilih berjalan kaki, menggunakan transportasi rendah emisi, membawa botol minum isi ulang, serta bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan kantor.

Tanpa seremoni besar maupun kampanye yang rumit, PLN meyakini perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana.

Melalui inisiatif PLN Clean Energy Day bertajuk “Jumat Berdampak”, PLN UIP KLB membangun budaya organisasi yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga pada kesehatan, kepedulian terhadap lingkungan, dan perubahan perilaku menuju gaya hidup rendah karbon.

Bagi PLN, transisi energi tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang lebih bersih, tetapi juga melalui perubahan perilaku setiap insan perusahaan. Karena itu, setiap Jumat menjadi momentum untuk membangun kebiasaan yang memberikan dampak positif, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Program Jumat Berdampak berlandaskan tiga nilai utama. Pertama, Sehat untuk Diri Sendiri, melalui aktivitas fisik yang mendorong kebugaran jasmani sekaligus menjaga kesehatan mental. PLN meyakini sumber daya manusia yang sehat merupakan fondasi utama dalam menghadirkan layanan dan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal.

Kedua, Bersih untuk Lingkungan, dengan mendorong penggunaan transportasi rendah emisi, mengurangi sampah plastik sekali pakai, meningkatkan efisiensi penggunaan energi di lingkungan kerja, serta melakukan berbagai aksi sederhana yang berkontribusi terhadap pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) 2060.

Ketiga, Menginspirasi Sesama, karena perubahan perilaku akan memberikan dampak yang lebih besar ketika dilakukan secara kolektif. PLN berharap kebiasaan baik yang tumbuh di lingkungan kerja dapat menular ke keluarga, komunitas, hingga masyarakat luas.

General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Barat, Susilo, mengatakan keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh investasi teknologi atau pembangunan pembangkit energi bersih, tetapi juga oleh perubahan budaya di dalam organisasi.

“Transformasi energi tidak hanya dibangun melalui pembangkit yang lebih hijau atau jaringan listrik yang semakin andal. Transformasi itu juga dimulai dari perubahan perilaku manusianya. Karena itu, kami ingin budaya rendah emisi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari insan PLN, dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari Jumat,” ujar Susilo.

Ia menambahkan, melalui PLN Clean Energy Day, perusahaan ingin menunjukkan bahwa setiap individu memiliki kontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

“Kami percaya setiap langkah kecil memiliki arti. Ketika ribuan orang bersama-sama memilih hidup lebih sehat, lebih hemat energi, dan lebih peduli terhadap lingkungan, maka dampaknya akan jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan. Inilah semangat yang ingin kami bangun melalui Jumat Berdampak,” tambahnya.

Inisiatif tersebut sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan PLN. Program ini tidak hanya berfokus pada pengurangan jejak karbon perusahaan, tetapi juga membangun budaya keberlanjutan yang tumbuh dari kebiasaan sehari-hari seluruh insan PLN.

Di tengah tantangan perubahan iklim global, PLN meyakini keberlanjutan tidak hanya lahir dari inovasi teknologi, tetapi juga dari perubahan perilaku yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, setiap Jumat tidak lagi sekadar menjadi penutup pekan kerja, melainkan momentum untuk memulai kebiasaan baru yang lebih sehat, lebih hijau, dan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Pada akhirnya, perubahan besar memang selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda