PONTIANAK, SP - Platform pembelajaran Alquran digital Qara’a menggelar lomba mengaji berbasis Artificial Intelligence (AI) pertama di Indonesia dalam rangka menyemarakkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian “Muharram Hijrah Bareng” ini berlangsung selama dua hari di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura (Untan), Ruang Theater 2, dan diikuti puluhan santri dari delapan Rumah Qur’an di Kota Pontianak.
Mengusung tajuk “Muharram Versi Pemenang (MVP) League”, kegiatan ini menghadirkan kompetisi mengaji berbasis teknologi AI sebagai sarana monitoring dan evaluasi kemampuan santri yang belajar melalui aplikasi Qara’a. Penilaian dilakukan melalui perpaduan teknologi AI dan verifikasi langsung oleh para ustaz yang bertindak sebagai dewan juri, sehingga kualitas bacaan peserta tetap sesuai dengan kaidah tajwid.
Selain kompetisi mengaji, Qara’a juga menyelenggarakan Workshop Lingkar Parents bertema “Strong Family, Smart Financial” yang diperuntukkan bagi para orang tua santri. Pada hari kedua, panitia mengumumkan para pemenang setelah seluruh hasil penilaian AI selesai diverifikasi oleh dewan juri.
Co-founder Qara’a, Ahmad Kamel, mengatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan solusi digital bagi Rumah Qur’an yang masih menghadapi tantangan dalam memantau perkembangan santri secara manual. Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung upaya mengentaskan buta aksara Alquran di Indonesia.
“Kami menyadari masih banyak Rumah Qur’an yang terkendala dalam sistem monitoring santri. Tahun ini, kami berkomitmen hadir membantu melalui inovasi digital, dengan harapan dapat berkontribusi besar dalam upaya mengentaskan buta aksara Alquran di Indonesia,” ujar Ahmad usai menyerahkan hadiah kepada para pemenang pada acara penutupan di Gedung Konferensi Untan, Ruang Theater 2, Minggu (28/6/2026).
Ahmad mengungkapkan, hingga kini aplikasi Qara’a telah digunakan oleh lebih dari dua juta pengguna di seluruh Indonesia. Pada pelaksanaan perdana di Pontianak, delapan Rumah Qur’an turut berpartisipasi dengan mengirimkan puluhan santri terbaiknya untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Ia menjelaskan, Qara’a dirancang sebagai platform pembelajaran Alquran yang memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun merasa kurang percaya diri untuk belajar secara tatap muka. Melalui teknologi AI, aplikasi mampu memberikan umpan balik secara instan terhadap bacaan pengguna.
Meski demikian, Ahmad menegaskan bahwa teknologi tidak sepenuhnya menggantikan peran manusia dalam proses penilaian.
“AI membantu meningkatkan efisiensi proses pembelajaran, tetapi sisi manusianya tetap kami jaga. Tetap ada ustaz maupun ustazah yang tergabung bersama kami untuk memvalidasi dan mengoreksi bacaan agar tetap sesuai dengan kaidah tajwid,” tutupnya. (jee)