Ponticity post author Kiwi 29 September 2026

Kolaborasi Pemadaman Karhutla, Danrem 121/Abw Tekankan Sinergi dan Kesiapsiagaan dan Apresiasi Aparat Gabungan

Photo of Kolaborasi Pemadaman Karhutla, Danrem 121/Abw Tekankan Sinergi dan Kesiapsiagaan dan Apresiasi Aparat Gabungan

PONTIANAK, SP - Komandan Korem (Danrem) 121/Abw, Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., mengatakan bahwa pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) terus dilakukan secara optimal dan berkesinambungan.

Hal ini disampaikan saat ia juga turun langsung meninjau proses pemadaman Karhutla di kawasan Wajok Hilir, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (26/8/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan Karhutla berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan moril kepada personel gabungan yang berjibaku memadamkan api di tengah kondisi medan yang tidak mudah.

Dalam kegiatan tersebut, Danrem 121/Abw didampingi Kasiter Kasrem 121/Abw, Kolonel Inf Neggy Kuntagina dan Dandim 1201/Mempawah, Letkol Czi Ali Isnaini, S.E., M.Han.

Di lokasi, Danrem melihat secara langsung proses pemadaman dan pengendalian api yang dilakukan personel gabungan.

Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan tersebut, mulai dari TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, hingga relawan.

Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi bagian penting dalam mencegah api meluas, terutama di tengah kondisi cuaca dan angin yang berpotensi mempercepat penyebaran kebakaran.

Brigjen TNI Purnomosidi menegaskan, penanganan Karhutla harus dilakukan secara terpadu, cepat dan terkoordinasi. Menurutnya, karakter medan serta kondisi kawasan yang terbakar membutuhkan kerja sama yang solid dari seluruh unsur yang terlibat.

“Penanganan Karhutla harus dilakukan secara terpadu, cepat, dan terkoordinasi. Tidak boleh ada yang bekerja sendiri-sendiri. Sinergi seluruh unsur menjadi kekuatan utama untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas,” tegas Danrem.

Ia juga mengingatkan agar seluruh personel yang terlibat dalam pemadaman tetap memperhatikan faktor keselamatan. Koordinasi antarpersonel dan antarinstansi harus terus dilakukan agar setiap langkah penanganan di lapangan dapat berjalan efektif sekaligus meminimalkan risiko terhadap petugas.

13.945 Titik Hotspot Terdeteksi

Danrem 121/Abw memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang terus bekerja di lapangan dalam menangani Karhutla.

Menurutnya, keberhasilan penanganan kebakaran tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan peralatan dan strategi pemadaman, tetapi juga membutuhkan soliditas, disiplin, kesiapsiagaan dan semangat pengabdian seluruh personel yang berada di garis depan.

Berdasarkan data Korem 121/Abw, sejak 1 hingga 25 Agustus 2026 tercatat sebanyak 13.945 titik hotspot di wilayah Korem 121/Abw.

Sementara itu, luas lahan terbakar yang telah ditangani mencapai kurang lebih 8.197,21 hektare, dengan melibatkan sekitar 580 personel dari jajaran Korem 121/Abw.

Besarnya jumlah titik hotspot dan luasan lahan yang terbakar tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan.

Danrem menegaskan, penanggulangan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan koordinasi, kesiapsiagaan serta keterlibatan seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, instansi terkait dan masyarakat agar setiap kejadian dapat ditangani secara cepat, terpadu dan efektif.

Danrem Imbau Masyarakat Tahan Pembakaran Lahan

Selain memastikan proses pemadaman berjalan optimal, Danrem 121/Abw juga mengimbau masyarakat untuk sementara menahan aktivitas pembakaran lahan dan ladang.

Imbauan tersebut disampaikan karena kondisi cuaca dan angin saat ini cukup kuat dan kencang sehingga dapat meningkatkan risiko api menyebar dengan cepat ke area lainnya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menahan sementara aktivitas pembakaran lahan dan ladang. Kondisi cuaca serta angin saat ini cukup kuat dan kencang, sehingga dikhawatirkan api dapat dengan mudah menyebar ke wilayah lainnya,” ujarnya.

Danrem berharap masyarakat turut mengambil bagian dalam upaya pencegahan Karhutla. Menurutnya, pencegahan menjadi langkah penting karena kebakaran yang sudah meluas akan membutuhkan sumber daya, waktu dan personel yang lebih besar untuk dikendalikan.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya selama kondisi cuaca kering dan angin kencang.

Perkuat Sinergi Hadapi Karhutla

Penanganan Karhutla, lanjut Danrem, membutuhkan sinergi yang tidak hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi juga sejak tahap pencegahan dan kesiapsiagaan.

TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, instansi teknis, pengelola kawasan konservasi, relawan dan masyarakat harus memiliki pola koordinasi yang baik sehingga setiap potensi kebakaran dapat segera direspons.

“Semua unsur harus bersinergi. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Yang paling penting adalah bagaimana api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas, serta personel yang bertugas tetap dalam kondisi aman,” kata Danrem.

Ia menambahkan, soliditas dan komunikasi yang terbangun di lapangan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan penanganan Karhutla.

Dengan kerja sama seluruh unsur dan dukungan masyarakat, upaya pemadaman serta pencegahan Karhutla di wilayah Kalimantan Barat diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, komprehensif dan berkelanjutan.

Danrem 121/Abw juga menegaskan bahwa jajaran Korem 121/Abw akan terus mendukung upaya penanganan Karhutla bersama seluruh pihak terkait, sekaligus mendorong peningkatan kesiapsiagaan di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda