Potret post author Bob 04 Februari 2026

Tujuh Nahkoda Baru Madrasah Sambas: Rotasi Bukan Sekadar Pindah Kursi, Tapi Ujian Amanah dan Nalar Perubahan

Photo of Tujuh Nahkoda Baru Madrasah Sambas: Rotasi Bukan Sekadar Pindah Kursi, Tapi Ujian Amanah dan Nalar Perubahan
SAMBAS, SP - Di tengah rutinitas birokrasi yang sering disalahpahami sekadar “tukar posisi dan ganti papan nama”, Selasa (3/2/2026) justru menghadirkan pesan yang lebih dalam.
 
Tujuh Kepala Madrasah resmi dilantik oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I, di Aula PLHUT Kabupaten Sambas.
 
Bukan seremoni kosong, melainkan penegasan bahwa kepemimpinan pendidikan tak boleh stagnan, apalagi nyaman dalam zona lama.
 
Pelantikan ini, yang didasarkan pada Keputusan Menteri Agama Nomor 126 s.d. 133/Kw.14.1/KP.07.6/01/2026, seolah mengingatkan kita bahwa madrasah tidak membutuhkan pemimpin yang sekadar pandai duduk rapi di balik meja, tetapi figur yang berani berpikir jauh ke depan, bekerja lintas batas kebiasaan, dan siap “repot” demi mutu pendidikan.
 
Tujuh sosok dipercaya memegang kemudi baru afalah Iskandar, S.Pd.I, berpindah dari MTsN 2 Sambas ke MIN 1 Sambas. Dr. Ersan, M.Pd, dari MAN Sambas ke MTsN 2 Sambas.
 
Nuraini, S.Pd.I., M.Pd.I, naik dari guru menjadi Kepala MAN Sambas. Yanto, S.Pd.I, dipercaya memimpin MTsN 4 Sambas. Ilham, S.Pd., M.Pd, mengemban amanah di MTsN 3 Sambas.
 
Murzali, S.Pd, memimpin MTsN 1 Sambas. Dan Indra, S.Pd.I, menakhodai MIN 3 Sambas. Sebuah formasi yang, bila dibaca dengan kacamata optimis, adalah investasi jangka panjang, bukan sekadar rotasi administratif.
 
Dalam arahannya, Kakanwil Kemenag Kalbar menegaskan bahwa jabatan kepala madrasah adalah amanah besar. Kalimat klise? Bisa jadi. Namun maknanya jelas: integritas, dedikasi, dan keberanian memimpin perubahan bukan pilihan, melainkan kewajiban.
 
Kepala madrasah dituntut menjadi motor transformasi, dari penguatan kualitas pembelajaran, pengelolaan sarana prasarana, hingga pengawalan transformasi digital dan moderasi beragama.
 
Didampingi oleh jajaran pimpinan Kemenag serta dukungan Dharma Wanita Persatuan, pelantikan ini juga memancarkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Bahwa perubahan tidak lahir dari satu orang, tetapi dari ekosistem yang saling menopang.
 
Akhirnya, Sambas kembali diingatkan: madrasah adalah rumah peradaban. Jika para pemimpinnya berani berpikir visioner, adaptif, dan inovatif, maka madrasah tidak hanya mencetak lulusan, tetapi melahirkan generasi berakhlak, berilmu, dan siap menebar kebaikan.
 
Dan kita semua, mau tidak mau, diajak ikut bergerak—karena pendidikan adalah urusan bersama, bukan tontonan seremonial semata. (*)
 
Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda