Potret post authorKiwi 21 Mei 2026

Jalan Harapan dari Semayang-Tanak, TMMD Regtas Ke-128 Kodim 1204/Sanggau Membuka Akses dan Menyalakan Asa Warga Perbatasan

Photo of Jalan Harapan dari Semayang-Tanak, TMMD Regtas Ke-128 Kodim 1204/Sanggau Membuka Akses dan Menyalakan Asa Warga Perbatasan

SANGGAU,SP - Kabut pagi masih menggantung tipis di sela pepohonan ketika suara kendaraan perlahan memecah sunyi pedalaman Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau.

Dari Desa Semayang menuju Desa Persiapan Tanak, hamparan jalan tanah membentang panjang di antara kebun dan hutan kecil.

Di musim hujan, jalur itu berubah menjadi kubangan lumpur licin. Saat kemarau datang, debu beterbangan mengikuti langkah warga yang setiap hari berjibaku dengan keterbatasan akses.

Di jalan itulah masyarakat pedalaman selama bertahun-tahun menggantungkan harapan. Harapan agar anak-anak lebih mudah pergi ke sekolah.

Harapan agar warga yang sakit tidak lagi terlambat mendapat pertolongan. Harapan agar hasil kebun seperti karet dan sawit dapat cepat dibawa menuju pasar di pusat kecamatan maupun Kota Sanggau. Kini, harapan itu perlahan mulai menemukan jalannya.

Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1204/Sanggau, akses yang selama ini menjadi persoalan utama warga mulai dibuka.

Program yang berlangsung sejak 22 April hingga 21 Mei 2026 itu menyasar Desa Semayang dan Desa Persiapan Tanak, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau.

Bagi masyarakat pedalaman, TMMD bukan s

ekadar program pembangunan tahunan. Ia hadir sebagai tanda bahwa negara benar-benar datang hingga ke pelosok desa.

Upacara Sederhana di Pedalaman

Rabu pagi, 22 April 2026, halaman SD Negeri 02 Dusun Tanjung Pinang, Desa Sebongkuh, tampak lebih ramai dari biasanya.

Prajurit TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga berkumpul dalam upacara pembukaan TMMD Regtas ke-128.

Tidak ada kemewahan dalam seremoni itu. Hanya suasana sederhana khas pedalaman dengan hamparan tanah lapang dan udara pagi yang masih dingin. Namun bagi masyarakat Kembayan, hari itu menjadi penanda dimulainya perubahan besar.

Sebanyak 150 personel diterjunkan dalam pelaksanaan TMMD kali ini. Terdiri dari 35 personel unsur komando satgas dan penyuluh serta 115 personel SSK, mereka datang membawa perlengkapan kerja, alat berat, dan semangat gotong royong yang sejak lama menjadi ruh TMMD.

Usai upacara pembukaan, rombongan Wakil Bupati Sanggau bersama Dandim 1204/Sanggau, Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya langsung meninjau lokasi sasaran TMMD di jalur Desa Semayang menuju Desa Persiapan Tanak.

Sepanjang perjalanan, tampak jelas medan yang akan dikerjakan. Jalan sempit membelah kawasan perkebunan dan hutan kecil.

Di beberapa titik terlihat berlubang, berlumpur, bahkan sulit dilalui kendaraan roda dua. Namun justru di situlah semangat TMMD diuji.

Membuka Urat Nadi Kehidupan

Sasaran utama TMMD Regtas ke-128 adalah pembukaan dan pelebaran jalan sepanjang 13 kilometer yang menghubungkan Desa Semayang menuju Desa Persiapan Tanak.

Jalan itu selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Namun kondisinya masih jauh dari layak.

Ketika hujan turun, kendaraan roda dua kerap tergelincir di lumpur tebal. Mobil pengangkut hasil pertanian sering kesulitan masuk. Tidak sedikit warga yang harus berjalan kaki berjam-jam demi mencapai desa tetangga.

Bagi masyarakat pedalaman, jalan bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah penghubung kehidupan.

Dari jalan itulah hasil kebun dibawa keluar desa. Dari jalan itu pula anak-anak pergi menuntut ilmu dan masyarakat mengakses pelayanan kesehatan.

Karena itulah pembukaan akses jalan ini disambut penuh harapan. Warga percaya, ketika akses terbuka, masa depan perlahan ikut terbuka.

Dandim 1204/Sanggau, Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya menegaskan bahwa pembangunan melalui TMMD harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Infrastruktur yang dibangun harus sesuai kebutuhan masyarakat sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya di hadapan peserta upacara.

Kalimat itu terasa sangat dekat dengan kenyataan warga Kembayan yang selama bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan akses jalan.

Jembatan Penghubung Harapan

Selain pelebaran jalan, TMMD juga membangun 18 titik gorong-gorong di sejumlah jalur rawan genangan air.

Di pedalaman Kembayan, hujan deras sering membuat jalan berubah menjadi kubangan besar. Air yang meluap tidak hanya merusak badan jalan, tetapi juga memutus akses warga.

Karena itu, keberadaan gorong-gorong menjadi solusi penting agar aliran air dapat berjalan lancar dan jalan bertahan lebih lama.

Di mata masyarakat, pembangunan itu mungkin terlihat sederhana. Namun dampaknya sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Jalan yang lebih baik berarti perjalanan yang lebih aman.

TMMD juga membangun dua unit jembatan kayu berukuran 4x4 meter dan 4x8 meter. Di wilayah pedalaman, jembatan bukan hanya sarana penyeberangan.

Ia menjadi penghubung antarwilayah, penghubung hasil kebun dengan pasar, sekaligus penghubung masyarakat dengan layanan dasar.

Selama ini, beberapa titik penyeberangan masih sulit dilalui terutama ketika debit air meningkat. Karena itulah pembangunan jembatan sangat dinanti masyarakat.

Bagi warga Desa Persiapan Tanak, jembatan itu bukan sekadar bangunan kayu. Ia adalah simbol penghubung antara keterisolasian dan harapan baru.

Kisah Jalan untuk Kehidupan

TMMD Regtas ke-128 tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Berbagai kegiatan nonfisik juga dilaksanakan untuk menyentuh langsung kehidupan masyarakat pedalaman.

Salah satunya adalah pelayanan keluarga berencana (KB) bagi masyarakat yang selama ini cukup jauh dari pusat pelayanan kesehatan.

Melalui kegiatan itu, warga tidak hanya mendapat pelayanan kesehatan, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya kesehatan keluarga dan perencanaan kehidupan yang lebih baik.

TMMD juga menghadirkan penyuluhan pertanian bagi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup dari sektor perkebunan dan pertanian.

Dalam penyuluhan tersebut, warga mendapatkan pengetahuan mengenai pola tanam, pengelolaan lahan, hingga upaya meningkatkan hasil pertanian.

Harapannya, pembangunan jalan yang dilakukan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.

Sebab pembangunan sejati bukan hanya membangun akses, tetapi juga memperkuat kehidupan masyarakat yang ada di dalamnya.

Selain itu, vaksinasi rabies turut dilakukan sebagai bentuk perlindungan kesehatan masyarakat desa. Di sejumlah wilayah pedalaman, ancaman rabies masih menjadi perhatian serius.

Bagi warga, pelayanan seperti itu sangat berarti karena akses terhadap layanan kesehatan hewan tidak selalu mudah didapatkan.

Wujudkan Program Unggulan Kasad

TMMD Regtas ke-128 juga menghadirkan berbagai program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sebanyak lima unit rumah tidak layak huni akan direhabilitasi. Bagi penerima bantuan, rumah bukan sekadar tempat berteduh. Ia adalah ruang untuk membesarkan anak-anak dan menyimpan harapan hidup.

Melalui program ini, masyarakat kurang mampu mendapatkan hunian yang lebih aman dan nyaman.

Selain itu, pembangunan lima titik sumur bor menjadi jawaban atas kebutuhan air bersih yang selama ini masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah pedalaman.

Pada musim kemarau, sebagian warga masih bergantung pada sumber air seadanya.

Dengan adanya sumur bor, masyarakat berharap kebutuhan air bersih dapat terpenuhi dengan lebih baik.

Program pembangunan lima unit MCK juga menjadi langkah penting meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan desa.

Di pedalaman, fasilitas sanitasi layak bukan sekadar proyek kecil. Ia menjadi bagian penting dalam membangun pola hidup sehat.

Di sisi lain, TMMD juga menghadirkan program penanaman 1.000 pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Pohon-pohon itu kelak bukan hanya menjadi penghijauan, tetapi juga warisan bagi generasi mendatang.

Program ketahanan pangan seluas satu hektare pun disiapkan guna memperkuat kemandirian masyarakat desa. Warga didorong memanfaatkan lahan produktif untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Sementara itu, sebanyak 200 paket sembako akan dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.

Di pedalaman, perhatian kecil sering kali menghadirkan kebahagiaan besar.

TMMD dan Semangat Gotong Royong di Pedalaman

Selama satu bulan pelaksanaan TMMD, suara alat berat, deru mesin, dan ayunan cangkul akan menjadi irama baru di pedalaman Kembayan.

Prajurit TNI dan masyarakat bekerja bersama membuka jalan, membangun gorong-gorong, mendirikan jembatan, hingga membersihkan lingkungan desa.

Gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat kembali hidup di tengah pekerjaan pembangunan.

Karena pada akhirnya, TMMD bukan sekadar tentang pembangunan fisik. Ia adalah tentang kebersamaan.

Tentang bagaimana negara hadir hingga ke pelosok desa. Tentang prajurit yang berjalan bersama rakyat di jalan berlumpur pedalaman.

Dan tentang harapan masyarakat kecil yang perlahan tumbuh bersama terbukanya jalan baru menuju masa depan yang lebih baik.

Tema TMMD Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026, “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa,” terasa benar-benar hidup di Kembayan.

Di antara kabut pagi, jalan tanah, dan hutan pedalaman itu, masyarakat kini menaruh asa besar pada terbukanya akses baru menuju kehidupan yang lebih layak.

Sebab bagi warga Kembayan, jalan yang sedang dibangun itu bukan hanya jalan desa. Ia adalah jalan harapan. (mul)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda