SANGGAU, SP - Embun pagi masih menggantung di ujung dedaunan ketika mentari perlahan muncul dari balik pepohonan di Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau.
Cahaya jingga memantul di permukaan jalan yang baru diperkeras, membelah hamparan hijau pedesaan yang selama ini menjadi saksi perjalanan hidup warga Desa Semayang dan Desa Persiapan Tanak.
Udara pagi terasa begitu segar. Aroma tanah basah bercampur dengan wangi dedaunan yang baru tersentuh sinar matahari.
Suara ayam berkokok bersahutan dari kejauhan, sementara warga mulai membuka hari dengan rutinitas sederhana yang penuh kehangatan.
Di jalan desa yang kini tampak lebih rapi dan kokoh, warga saling menyapa seperti biasa.
Anak-anak berjalan menuju sekolah dengan wajah ceria. Para petani berangkat ke kebun membawa peralatan kerja di atas sepeda motor yang kini dapat melintas lebih mudah. Sementara para ibu duduk berbincang di halaman rumah, menikmati pagi yang damai.
Di tengah geliat pembangunan yang terus bergerak maju, suasana khas pedesaan itu tetap terjaga. Tradisi gotong royong, keramahan warga, dan rasa kebersamaan tidak hilang ditelan perubahan.
Justru, pembangunan yang hadir melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 semakin memperkuat jalinan sosial masyarakat.
Program yang dilaksanakan Kodim 1204/Sanggau sejak 20 April hingga 21 Mei 2026 tersebut membawa perubahan nyata bagi masyarakat di wilayah pedalaman Kembayan.
Salah satu pembangunan utama ialah pembukaan dan peningkatan jalan sepanjang kurang lebih 13 kilometer yang menghubungkan Desa Semayang dengan Desa Persiapan Tanak.
Dulu, jalan tersebut dikenal sulit dilalui, terutama saat musim hujan tiba. Lumpur tebal dan genangan air kerap menghambat aktivitas warga. Hasil pertanian sulit diangkut, anak-anak harus berhati-hati menuju sekolah, dan mobilitas masyarakat menjadi terbatas.

Kini Keadaan Berubah
Jalan yang sebelumnya licin dan rusak perlahan menjelma menjadi akses penghubung yang layak. Kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas lebih mudah.
Waktu tempuh warga menjadi lebih singkat, sementara aktivitas ekonomi mulai bergerak lebih cepat.
“Sekarang jalan sudah bagus, kendaraan tidak lagi susah lewat. Kami merasa sangat terbantu,” ujar Pak Sisen Anjou, salah seorang warga Desa Semayang.
Bagi dirinya, perubahan ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang harapan baru bagi masa depan desa.
“Yang paling kami syukuri, suasana desa tetap seperti dulu. Ramah, tenang, dan penuh kebersamaan,” katanya sambil tersenyum.
Ia mengaku masih sering menikmati suasana pagi di desanya yang menurutnya semakin indah setelah pembangunan dilakukan.
“Kalau pagi hari itu indah sekali. Embun turun, matahari muncul pelan-pelan, seperti ikut melihat desa kami yang sekarang lebih maju,” tambahnya.
Tidak hanya jalan, pembangunan jembatan yang kini telah rampung 100 persen juga menjadi infrastruktur vital bagi masyarakat. Jembatan tersebut menjadi penghubung utama antarwilayah yang selama ini cukup rawan dilalui.
Kini anak-anak tidak lagi harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh. Hasil panen warga dapat diangkut dengan lebih efisien. Aktivitas masyarakat pun berjalan lebih aman dan nyaman.
Di beberapa titik lainnya, gorong-gorong yang selesai dibangun turut membantu menjaga ketahanan jalan dari genangan air saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Infrastruktur sederhana itu menjadi bagian penting yang sebelumnya sering luput dari perhatian, namun sangat dirasakan manfaatnya oleh warga.

Perubahan Nyata
Perubahan yang terjadi di Desa Semayang dan Desa Persiapan Tanak bukan sekadar perubahan wajah desa secara fisik. Lebih dari itu, TMMD menghadirkan rasa optimisme baru di tengah masyarakat.
Keindahan alam pedesaan Kalimantan Barat (Kalbar) yang masih asri tetap menjadi daya tarik tersendiri.
Hamparan pepohonan, kebun milik warga, serta aliran sungai kecil yang membelah kawasan desa menghadirkan panorama yang menenangkan.
Suara alam berpadu dengan aktivitas masyarakat menciptakan kehidupan desa yang sederhana namun penuh makna.
Di sela pekerjaan pembangunan, personel Satgas TMMD terlihat membaur bersama warga tanpa sekat. Mereka bekerja bersama mengangkat material, bercengkerama saat istirahat, hingga makan bersama di rumah-rumah warga.
Kebersamaan itu menjadi pemandangan yang menghangatkan hati.
Komandan Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 1204/Sanggau, Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya, S.I.P., menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.
“Dengan kebersamaan, pekerjaan berat bisa diselesaikan lebih cepat dan hasilnya bisa segera dinikmati masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, TMMD bukan hanya tentang membangun jalan, jembatan, atau gorong-gorong. Lebih jauh, program itu merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat.

Program Berkelanjutan
Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H., dalam sambutannya pada penutupan pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 TA 2026 di Kabupaten Sanggau.
Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa TMMD merupakan program unggulan pemerintah yang dilaksanakan secara berkelanjutan oleh TNI sebagai wujud hubungan timbal balik antara TNI dan masyarakat.
“Program itu tidak hanya bertujuan menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat persatuan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” katanya.
Seluruh prajurit yang bertugas telah terbukti mampu melaksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan kualitas pembangunan, ketepatan waktu, dan keamanan selama pelaksanaan kegiatan.
“Selain itu, hubungan harmonis antara personel TNI dan masyarakat juga menjadi perhatian utama. Prajurit diminta untuk menghormati adat istiadat serta budaya lokal yang hidup di tengah masyarakat Kembayan,” tutur Wabup Susana.
“Pelaksanaan TMMD juga diarahkan agar selaras dengan program pembangunan daerah Kabupaten Sanggau, sehingga manfaatnya benar-benar berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, maupun sosial kemasyarakatan,” lanjutnya.
Aspek keberlanjutan lingkungan turut menjadi perhatian. Seluruh pembangunan diharapkan tetap memperhatikan pelestarian alam serta menggunakan material yang ramah lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Lebih dari itu, TMMD dinilai sebagai bagian penting dalam memperkuat ketahanan wilayah dan semangat persatuan bangsa. Kebersamaan yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Kini, ketika mentari pagi kembali menyinari jalan baru di Semayang dan Tanak, warga tidak hanya melihat perubahan fisik di desanya. Mereka melihat harapan.
Harapan tentang akses yang lebih baik, kehidupan yang lebih mudah, dan masa depan yang lebih cerah bagi generasi berikutnya.
Embun pagi yang menyapa dedaunan, suara anak-anak menuju sekolah, serta sapaan hangat antarwarga menjadi saksi bahwa kemajuan tidak selalu menghilangkan keindahan lama.
Di Kembayan, pembangunan justru berjalan berdampingan dengan nilai-nilai kebersamaan yang tetap hidup di tengah masyarakat.
Dan di antara jalan yang kini terbentang kokoh itu, tersimpan cerita tentang gotong royong, pengabdian, dan mimpi sederhana warga desa untuk hidup yang lebih baik. (mul)