Sanggau post author Kiwi 03 September 2026

30 Karung Beras untuk Warga Semajau, Bentuk Kepedulian Polres Sanggau di Tengah Dampak Karhutla

Photo of 30 Karung Beras untuk Warga Semajau, Bentuk Kepedulian Polres Sanggau di Tengah Dampak Karhutla

SANGGAU, SP - Kepedulian Polres Sanggau terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan sosial berupa beras kepada warga Lingkungan Semajau, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Sebanyak 30 karung beras dengan berat masing-masing 5 Kilogram diserahkan kepada masyarakat setelah kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Rabu (2/9/2026).

Penyerahan bantuan berlangsung di Gedung Pertemuan Lingkungan Semajau sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Bantuan diserahkan langsung oleh Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H. kepada warga sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepolisian terhadap kondisi masyarakat yang turut merasakan dampak situasi kemarau panjang dan kabut asap.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan edukasi mengenai bahaya dan dampak Karhutla yang disampaikan Tim Lemdiklat Mabes Polri, yakni Iptu Regina Andrilla Setiawan, S.Tr.K., M.H., M.A. dan Iptu Dhea Gudtriwidya Ningrum, S.Tr.K., M.Sc. (Eng.). Sekitar 30 warga Lingkungan Semajau mengikuti kegiatan dan menerima penjelasan mengenai pentingnya mencegah munculnya titik api.

Kapolres Sanggau didampingi Kabagops Polres Sanggau AKP PSC Kusuma Wibawa, S.H., M.A.P., Kasat Lantas Iptu Andiet, S.H., Kasat Sabhara Iptu Bimo, Iptu Rikson, dan Ipda Dedi Siamtoro. Hadir pula Kapolsek Kapuas Iptu Marianus, S.H., Lurah Beringin Mahdiah, Bhabinkamtibmas Kelurahan Beringin Bripka Agung Prasetyo, Ketua RT 006 Kadat Semajau Avrianus serta masyarakat setempat.

AKBP Kadek Ary Mahardika mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Sanggau untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi berbagai dampak yang muncul akibat kondisi kemarau panjang. Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan semata-mata mengenai jumlah, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan perhatian kepolisian terhadap kebutuhan masyarakat.

“Bantuan ini kami harapkan dapat memberikan manfaat bagi warga dan sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga untuk membangun kepedulian dan kebersamaan, terutama saat masyarakat menghadapi situasi yang cukup berat akibat kemarau dan kabut asap,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Kadek Ary juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla. Warga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi kegiatan di luar rumah, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan seperti asma.

Tim Lemdiklat Mabes Polri turut menjelaskan bahwa dampak Karhutla tidak hanya berupa kabut asap, tetapi juga dapat memengaruhi ketersediaan air bersih dan aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena asap akibat kebakaran dapat mengganggu kesehatan sekaligus berdampak terhadap kehidupan sosial dan perekonomian warga.

Terkait pembukaan lahan perladangan dengan kearifan lokal sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2022, Polri menghormati ketentuan yang berlaku. Namun, melihat kondisi kemarau panjang dan kabut asap saat ini, masyarakat diimbau mempertimbangkan untuk menunda aktivitas berladang dengan cara membakar guna mencegah munculnya titik api baru yang berpotensi memperburuk kondisi lingkungan.

Polres Sanggau memastikan kegiatan edukasi, sosialisasi, pencegahan Karhutla, sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat akan terus dilakukan secara masif, khususnya di wilayah Kecamatan Kapuas. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga dalam menghadapi dampak kemarau dan ancaman Karhutla. (Dit)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda