SANGGAU. SP - Kepolisian Resor Sanggau bersama Posko Terpadu BPBD Kabupaten Sanggau dan PT Global Kalimantan Makmur membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Kegiatan tersebut berlokasi di Bundaran A Yani, Sanggau. Petugas menyasar para pengguna jalan yang melintas, khususnya warga yang belum menggunakan masker saat beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap.
Pengamanan sekaligus pengawasan kegiatan dipimpin Ps. Kabag Ren Polres Sanggau selaku Pawasdal Giat, AKP Efendy, S.H. Sementara itu, Danru 2 Polres Sanggau Piket Posko Terpadu BPBD Kabupaten Sanggau, Ipda Lionesius Didik Januri, S.H., bersama personel piket turut terlibat dalam pelaksanaan pembagian masker.
Ps. Kabag Ren Polres Sanggau mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat, khususnya pengguna jalan yang tetap harus beraktivitas di tengah kondisi asap akibat karhutla.
“Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Kami mengingatkan warga, khususnya pengguna jalan, agar menggunakan masker sebagai langkah perlindungan diri ketika beraktivitas di luar rumah dalam kondisi udara yang berasap,” ujar AKP Efendy.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian, Posko Terpadu BPBD Kabupaten Sanggau dan pihak perusahaan menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak bencana asap.
Selain memberikan perlindungan kepada masyarakat, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi agar warga semakin sadar terhadap pentingnya menjaga kesehatan selama terjadi kabut asap.
Petugas di lapangan juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan serta menggunakan perlindungan pernapasan ketika harus bepergian. Imbauan tersebut diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kesehatan yang dapat timbul akibat paparan asap.
AKP Efendy menegaskan bahwa penanggulangan dampak karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman api, tetapi juga mencakup upaya perlindungan masyarakat. Karena itu, kepolisian bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan serta mengambil langkah yang diperlukan sesuai perkembangan situasi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Pencegahan harus dilakukan sejak awal karena dampak karhutla bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, personel Piket Posko Terpadu BPBD Kabupaten Sanggau juga terus melakukan pemantauan dan melaporkan setiap perkembangan situasi secara berjenjang kepada pimpinan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan bencana asap akibat karhutla di Kabupaten Sanggau berjalan secara terpadu, cepat, dan berkelanjutan. (Dit)