SANGGAU, SP - Polres Sanggau menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau sekaligus memperkuat upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Melalui Operasi Aman Nusa II Penanggulangan Karhutla 2026, jajaran Polres Sanggau menggelar sosialisasi pencegahan Karhutla, pengobatan gratis, pembagian masker, serta penyaluran air bersih kepada masyarakat di Dusun Perigi, Desa Pana, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.
Kegiatan tersebut Bertempat di halaman Gereja St. Santo Petrus Dusun Perigi, kegiatan diikuti sekitar 100 warga Desa Pana yang mendapatkan edukasi sekaligus pelayanan sosial dari personel Polres Sanggau.
Kegiatan dipimpin Kasat Binmas Polres Sanggau Iptu Sugianto selaku Kasatgas Pencegahan. Ia didampingi Kasat Samapta Polres Sanggau Iptu Santoso Heru Bimo selaku Kasat Pemadam, Kasi Dokkes Polres Sanggau Aiptu Surip Sunaryo selaku bagian dari Satgas Banops, serta Kepala Desa Pana Afrianda.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polres Sanggau tidak hanya menyampaikan sosialisasi mengenai bahaya Karhutla, tetapi juga memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Sebanyak 40 warga tercatat mengikuti pengobatan gratis, sementara sekitar 100 warga menerima bantuan air bersih sebanyak kurang lebih 2.500 liter.
Selain itu, petugas membagikan sebanyak 250 lembar masker kepada masyarakat. Bantuan tersebut diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya di tengah kondisi musim kemarau panjang yang meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.
Kasat Binmas Polres Sanggau Iptu Sugianto mengatakan pencegahan Karhutla harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kebiasaan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih luas, tidak hanya terhadap lingkungan tetapi juga kesehatan, keselamatan, hingga harta benda warga.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Kondisi kemarau panjang membuat api lebih mudah menyebar dan dapat menimbulkan kabut asap yang berdampak langsung terhadap kesehatan serta keselamatan masyarakat,” kata Iptu Sugianto.
Ia menegaskan, kehadiran personel Polres Sanggau di Dusun Perigi juga merupakan bentuk pelayanan dan respons kepolisian terhadap kebutuhan masyarakat. Bantuan air bersih disalurkan setelah adanya permintaan dari pemerintah desa karena warga mengalami keterbatasan pasokan air bersih akibat kondisi kemarau.
“Polres Sanggau hadir bukan hanya untuk memberikan imbauan, tetapi juga berupaya membantu kebutuhan masyarakat yang terdampak kemarau. Ketika masyarakat membutuhkan air bersih dan pelayanan kesehatan, kami berusaha hadir memberikan bantuan sesuai kemampuan yang ada,” ujarnya.
Iptu Sugianto juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Warga diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama berita hoaks yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Di tengah situasi seperti sekarang, masyarakat juga harus bijak menerima informasi. Jangan mudah percaya dan terprovokasi berita yang belum jelas kebenarannya. Jika menemukan informasi yang mencurigakan, lakukan pengecekan terlebih dahulu melalui sumber yang dapat dipercaya,” tegasnya.
Kepala Desa Pana Afrianda menyampaikan apresiasi kepada Polres Sanggau atas kepedulian dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat Desa Pana. Menurutnya, bantuan air bersih, pengobatan gratis, serta pembagian masker sangat membantu warga yang menghadapi dampak musim kemarau.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Sanggau yang telah datang langsung membantu masyarakat. Bantuan air bersih, pengobatan gratis dan masker sangat berarti bagi warga kami, khususnya masyarakat Dusun Perigi yang saat ini menghadapi keterbatasan air bersih,” kata Afrianda.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Sanggau menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan sosial dan edukasi pencegahan bencana. Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama untuk mencegah Karhutla sekaligus membantu warga menghadapi dampak musim kemarau. (Dit)