SANGGAU. SP - Keberagaman budaya menjadi kekuatan yang terus dirawat masyarakat Kabupaten Sanggau. Semangat tersebut terlihat dalam pembukaan Festival Budaya Sabang Merah Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Sanggau, Sabtu (24/10/2026). Wakapolres Sanggau Kompol Radian Andy Pratomo, S.I.K., M.H., turut hadir dalam rangkaian kegiatan bersama unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta berbagai paguyuban budaya.
Rangkaian festival diawali sekitar pukul 08.45 WIB dengan pelepasan Karnaval Budaya di Halaman Kantor Bupati Sanggau. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si., Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, S.Sos., M.Si., Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf. Nurrachman Gindha Dradhizya, S.I.P., Wakapolres Sanggau Kompol Radian Andy Pratomo, S.I.K., M.H., serta unsur TNI-Polri, pemerintah daerah dan elemen masyarakat.
Kehadiran Wakapolres Sanggau dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pelestarian seni dan budaya sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah dan masyarakat. Festival Budaya Sabang Merah dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai Sabtu (24/10/2026) hingga Kamis (29/10/2026), dengan berbagai rangkaian kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat Kabupaten Sanggau.
Karnaval budaya kemudian dilepas dengan rute dari Halaman Kantor Bupati Sanggau menuju Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Komyos Sudarso, Jalan Dr. Setia Budi dan berakhir di kawasan Taman Arongk Belopa. Peserta berasal dari berbagai paguyuban budaya, di antaranya Keluarga Besar Pasundan Kabupaten Sanggau, Ikatan Keluarga Sumatera Barat, Ikatan Keluarga Besar Madura, Kerabat Batak, Flobamora Kabupaten Sanggau dan G3 Kabupaten Sanggau.
Sekitar pukul 09.35 WIB, rangkaian kegiatan berlanjut dengan pembukaan Festival Budaya Sabang Merah Tahun 2026 di kawasan Taman Arongk Belopa, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan dan toleransi antaretnis yang menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Sanggau.
Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si., mengapresiasi seluruh panitia, pelaku seni dan budaya, paguyuban serta pihak-pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival. Menurutnya, Festival Budaya Sabang Merah yang merupakan singkatan dari Sanggau Bangga Mengukir Sejarah memiliki makna penting dalam membangun kebanggaan terhadap daerah sekaligus meneruskan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.
Bupati juga menekankan bahwa festival bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi wadah pelestarian seni, adat istiadat, tradisi dan kreativitas masyarakat. Selain memperkuat identitas daerah, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM, pengrajin, pedagang kuliner dan sektor ekonomi kreatif sekaligus mendukung pengembangan pariwisata Kabupaten Sanggau.
Wakapolres Sanggau Kompol Radian Andy Pratomo mengatakan, Polri menyambut baik pelaksanaan Festival Budaya Sabang Merah sebagai ruang masyarakat untuk mengekspresikan dan memperkenalkan kekayaan budaya secara positif. Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan berbagai latar belakang masyarakat seperti ini memiliki nilai penting dalam memperkuat persatuan dan menjaga keharmonisan daerah.
“Festival budaya bukan hanya tentang pertunjukan seni, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dari berbagai latar belakang dapat bertemu, saling mengenal dan membangun rasa saling menghargai. Bagi kami, ini merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan dan menciptakan suasana sosial yang tetap harmonis,” ujar Kompol Radian.
Ia menambahkan, Polres Sanggau turut mendukung kelancaran seluruh rangkaian Festival Budaya Sabang Merah melalui pengamanan yang disiapkan bersama personel terkait. Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan masyarakat berjalan tertib, aman dan nyaman, termasuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas maupun potensi gangguan Kamtibmas selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengajak seluruh peserta dan masyarakat yang hadir untuk bersama-sama menjaga ketertiban. Nikmati seluruh rangkaian festival dengan suasana yang positif, tetap menghormati sesama dan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan. Keamanan kegiatan ini merupakan tanggung jawab bersama,” tegas Wakapolres Sanggau.
Menurut Kompol Radian, keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan menjadi faktor penting agar festival dapat berlangsung secara maksimal. Polri tidak hanya bertugas melakukan pengamanan, tetapi juga membangun komunikasi dengan panitia, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, paguyuban dan seluruh elemen yang terlibat guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan sejak dini.
Festival Budaya Sabang Merah Tahun 2026 juga menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai dan mengembangkan kebudayaan daerah. Di tengah perkembangan zaman, pelestarian budaya dinilai penting agar nilai-nilai sejarah, tradisi dan kearifan lokal tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Selain aspek kebudayaan, festival tahunan tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi lokal. Kehadiran pelaku UMKM, pengrajin, pedagang kuliner dan pelaku ekonomi kreatif menjadi bagian dari potensi yang dapat berkembang seiring meningkatnya kunjungan masyarakat selama festival berlangsung.
Polres Sanggau memastikan pengamanan akan terus dilakukan selama rangkaian Festival Budaya Sabang Merah berlangsung hingga Kamis (29/10/2026). Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, panitia dan masyarakat diharapkan mampu menjaga seluruh rangkaian kegiatan tetap aman, tertib dan kondusif.
Kehadiran Wakapolres Sanggau dalam pembukaan Festival Budaya Sabang Merah 2026 sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat. Melalui pengamanan yang humanis dan kolaboratif, Polres Sanggau mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat persatuan, toleransi dan kebersamaan sebagai modal penting dalam mewujudkan Kabupaten Sanggau yang aman dan harmonis. (Dit)