Sambas post author Kiwi 25 Oktober 2026

Wujud Kepedulian terhadap Kelestarian Penyu, FRKP West Borneo Vespa Lovers Kalbar Lepas Tukik di Tanjung Api

Photo of Wujud Kepedulian terhadap Kelestarian Penyu, FRKP West Borneo Vespa Lovers Kalbar Lepas Tukik di Tanjung Api

SAMBAS, SP - Deru perjalanan Vespa di pesisir Kalimantan Barat (Kalbar) kali ini tidak sekadar menjadi bagian dari perjalanan penyegaran diri.

Di Pantai Tanjung Api, Kabupaten Sambas, Sabtu (24/10/2026) sore, rombongan FRKP West Borneo Vespa Lovers membagikan kegembiraan melalui aksi sederhana yang sarat makna: melepas tukik atau anak penyu kembali ke habitat alaminya.

Tepat pukul 17.13 WIB, suasana pantai dipenuhi kegembiraan ketika para peserta mendapat kesempatan menyaksikan sekaligus terlibat langsung dalam pelepasan anak-anak penyu tersebut.
Bagi sebagian peserta, momen itu menjadi pengalaman pertama yang menghadirkan kedekatan dengan alam sekaligus menumbuhkan harapan bagi kelestarian satwa laut.

Retno, salah seorang anggota perempuan FRKP West Borneo Vespa Lovers, mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti kegiatan tersebut. Meski baru pertama kali mengunjungi Pantai Tanjung Api, ia tidak menyangka perjalanan bersama komunitas Vespa itu memberinya pengalaman berharga.
“Puji Tuhan, walau baru pertama kali datang ke Pantai Tanjung Api, saya mendapat kesempatan melepas tukik. Semoga tukik yang dilepaskan tidak dimangsa predator lain, sehingga dapat tumbuh dan berkembang biak di alamnya,” ungkap Retno dengan wajah sumringah.

Bagi Retno dan peserta lainnya, pelepasan tukik menjadi pengingat bahwa perjalanan bersama komunitas tidak harus berhenti pada kebersamaan dan kegembiraan.
Ada kepedulian yang dapat ditumbuhkan, termasuk terhadap keberlangsungan kehidupan satwa yang menjadi bagian penting ekosistem pesisir.

Penasehat sekaligus sesepuh FRKP West Borneo Vespa Lovers, Bruder Stephanus Paiman OFMCap, mengungkapkan bahwa pelepasan tukik tersebut justru tidak tercantum dalam agenda awal perjalanan mereka.

Gagasan itu muncul secara spontan ketika ia berbincang dengan salah seorang pengurus kawasan Pantai Tanjung Api pada Sabtu pagi.
Dari perbincangan sederhana tersebut, lahirlah kesempatan bagi rombongan untuk ikut melepas anak-anak penyu menuju habitat alaminya.

“Awalnya kegiatan pelepasan tukik atau anak penyu ini tidak ada dalam agenda. Idenya muncul tadi pagi saat berbincang dengan salah seorang pengurus pantai Tanjung Api. Kemudian disepakati bahwa kami dari FRKP WB Vespa Lovers diberi kesempatan untuk melepas anak-anak penyu ke habitatnya,” tutur Bruder Stephanus.

Sang Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) ini berharap tukik-tukik yang dilepaskan dapat bertahan hidup, tumbuh, dan berkembang biak di alam.

Harapan itu juga menjadi doa agar suatu hari nanti, ketika dirinya maupun generasi anak cucu kembali mengunjungi Pantai Tanjung Api, penyu-penyu tersebut telah tumbuh dan tetap menjadi bagian dari kekayaan alam pesisir Kalbar.

“Semoga anak-anak penyu ini dapat tumbuh dan berkembang, sehingga suatu saat kami atau anak cucu datang ke tempat ini dapat melihatnya,” ujarnya.

Menyegarkan Diri, Mempererat Persaudaraan
Pelepasan tukik menjadi salah satu momen berkesan dalam perjalanan penyegaran yang diikuti anggota FRKP West Borneo Vespa Lovers pada akhir pekan tersebut. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk sejenak melepaskan kepenatan setelah masing-masing peserta disibukkan dengan aktivitas sehari-hari.

Sebagian rombongan telah tiba dan bermalam di kawasan Pantai Tanjung Api sejak Jumat malam. Sementara itu, kelompok lainnya yang sebelumnya bermalam di Parangek, Kabupaten Bengkayang, melanjutkan perjalanan menuju lokasi pada Sabtu sore.

Rombongan kedua dipimpin Andre Lim dan diikuti belasan anggota FRKP West Borneo Vespa Lovers. Kedua kelompok kemudian berkumpul di Pantai Tanjung Api untuk menikmati kebersamaan sekaligus mengikuti kegiatan yang telah disiapkan.

Bagi Bruder Stephanus, perjalanan semacam ini memiliki arti lebih dari sekadar berkendara bersama. Pertemuan di luar rutinitas memberikan kesempatan bagi anggota untuk mempererat persaudaraan, berbagi cerita, dan mengisi kembali semangat sebelum kembali menjalani kesibukan masing-masing.

“Harapan saya, ke depan kawan-kawan kembali bersemangat dalam menjalani aktivitas kesehariannya,” ujar tokoh kemanusiaan Kalimantan Barat tersebut sambil tersenyum.

Ia berharap kebersamaan yang terbangun sepanjang perjalanan dapat membawa energi positif ketika seluruh peserta kembali ke rumah dan lingkungan masing-masing.

Di sela kegiatan di Pantai Tanjung Api, Bruder Stephanus juga menyampaikan apresiasi kepada Togianto, personel TNI Angkatan Laut yang bertugas di Sambas, atas perhatian dan dukungannya kepada rombongan.

Togianto turut membantu kebersamaan para peserta dengan mengirimkan ikan laut untuk dinikmati bersama. Sebagian ikan telah dikirim pada Sabtu, sedangkan sisanya dijadwalkan menyusul pada Minggu.

Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian yang menambah kehangatan suasana kebersamaan di tengah perjalanan komunitas.
“Atas nama pribadi sekaligus FRKP West Borneo Vespa Lovers, saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Togianto dari TNI AL yang bertugas di Sambas. Beliau mengirimkan ikan laut untuk dibakar bersama. Bravo TNI AL di bawah komando Brigjen TNI (Mar) Yustinus Radiman,” ungkap Bruder Stephanus.

Pada Minggu (25/10/2026), rombongan dijadwalkan kembali menuju Pontianak melalui jalur Sungai Bening, Tanjung, dan Sawah, sebelum singgah di Gua Maria Santok.
Bagi peserta yang beragama Katolik, persinggahan tersebut direncanakan menjadi kesempatan untuk mengikuti ibadat Doa Rosario. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Sambas sebelum rombongan kembali ke Pontianak.

Perjalanan FRKP West Borneo Vespa Lovers di Pantai Tanjung Api pun meninggalkan cerita tentang persaudaraan, penyegaran diri, dan kepedulian terhadap alam. Di antara kebersamaan dan tawa para pengendara Vespa, pelepasan tukik menjadi pengingat bahwa tindakan kecil dapat menyimpan harapan besar bagi kelestarian kehidupan.

Sebab, menjaga alam bukan hanya tentang apa yang dapat dinikmati hari ini, tetapi juga tentang memastikan generasi mendatang masih memiliki kesempatan untuk menyaksikan dan merawat kekayaan alam yang sama. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda