Ponticity post author Kiwi 24 Oktober 2026

Heri Saman Pacu Kebangkitan Akuatik Kalbar, Seleksi PON Pantai dan Porprov XIV Tahun 2026 Jadi Prioritas

Photo of Heri Saman Pacu Kebangkitan Akuatik Kalbar, Seleksi PON Pantai dan Porprov XIV Tahun 2026 Jadi Prioritas

PONTIANAK, SP – Ketua Umum Akuatik Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Heri Saman, S.H., M.H., mulai menggerakkan program pembinaan atlet setelah terpilih secara aklamasi untuk masa bakti 2026-2030.

Selain mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Pantai 2026, kepengurusan baru juga dihadapkan pada agenda penting, yakni mematangkan persiapan cabang olahraga akuatik menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalbar 2026.

Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menggelar seleksi atlet untuk PON Pantai 2026, Senin (26/10/2026).

Seleksi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB di Kolam Renang Jalan Oevang Oeray, Kota Pontianak, dengan mempertandingkan nomor 5.000 meter dan 10.000 meter putra dan putri.

Dari proses seleksi tersebut, Akuatik Indonesia Kalbar akan memilih masing-masing satu atlet putra dan satu atlet putri untuk dipersiapkan mewakili Kalimantan Barat pada PON Pantai 2026.

Bagi Heri Saman, agenda tersebut bukan sekadar tahapan menentukan atlet yang akan berlaga. Seleksi ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali pembinaan olahraga akuatik di Kalbar sekaligus membangun fondasi prestasi yang lebih terarah dan berkelanjutan, termasuk menghadapi persaingan antar daerah pada Porprov XIV Kalbar 2026.

“Pembinaan olahraga akuatik di Kalimantan Barat harus kembali bergerak dengan program yang jelas, terukur, dan berkesinambungan. Kita ingin atlet-atlet memiliki kesempatan berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaik, baik untuk mewakili Kalbar di tingkat nasional maupun memperkuat daerahnya pada Porprov,” ujar Heri Saman.

Ia menegaskan, kepengurusan baru tidak ingin berhenti pada konsolidasi organisasi semata. Pembinaan atlet, peningkatan kualitas kompetisi, serta penguatan peran klub dan pengurus kabupaten/kota menjadi pekerjaan penting yang harus dijalankan bersama.

Heri Saman resmi terpilih sebagai Ketua Umum Akuatik Indonesia Kalbar melalui Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) di Hotel Avara Gajahmada, Pontianak, Sabtu (10/10/2026). Dalam musyawarah tersebut, ia memperoleh dukungan tujuh dari sembilan Pengurus Kabupaten/Kota Akuatik Indonesia di Kalimantan Barat.

Kepercayaan tersebut menjadi amanah sekaligus tantangan untuk membangun organisasi yang lebih solid dan mengembalikan gairah pembinaan atlet di berbagai daerah.

“Kita harus membangun kebersamaan terlebih dahulu. Organisasi yang solid akan menjadi modal penting untuk menjalankan pembinaan secara konsisten. Potensi atlet Kalbar cukup besar, tetapi potensi itu harus ditemukan, dibina, dan diberikan kesempatan bertanding agar berkembang menjadi prestasi,” katanya.

Matangkan Persiapan Menuju Porprov XIV Kalbar

Selain agenda PON Pantai, Porprov XIV Kalbar 2026 menjadi salah satu perhatian penting bagi Akuatik Indonesia Kalbar. Ajang olahraga multi-event terbesar di Bumi Khatulistiwa yang dijadwalkan berlangsung pada 14–21 November 2026 itu menjadi momentum bagi atlet kabupaten/kota untuk menunjukkan hasil pembinaan sekaligus mengukur kekuatan olahraga akuatik di daerah masing-masing.

Dengan waktu persiapan yang semakin dekat, koordinasi antara pengurus provinsi, pengurus kabupaten/kota, klub, pelatih, dan atlet menjadi hal penting. Kesiapan peserta, administrasi, kondisi atlet, serta pemenuhan kebutuhan teknis pertandingan harus dipastikan agar cabang olahraga akuatik dapat berpartisipasi dengan baik.

Heri Saman berharap Porprov tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga sarana evaluasi untuk mengetahui perkembangan pembinaan atlet di setiap daerah.

“Porprov merupakan kesempatan penting untuk melihat sejauh mana pembinaan yang dilakukan kabupaten dan kota. Kita ingin seluruh daerah mempersiapkan atletnya dengan baik sehingga persaingan berlangsung sehat dan melahirkan atlet-atlet potensial yang bisa dikembangkan ke jenjang lebih tinggi,” ungkapnya.

Menurutnya, atlet yang tampil pada Porprov harus memperoleh kesempatan menunjukkan kemampuan melalui persiapan yang terencana. Hasil pertandingan nantinya juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengurus dalam menyusun program pembinaan berikutnya.

Ia menambahkan, keberhasilan olahraga akuatik tidak semata-mata diukur dari perolehan medali. Regenerasi atlet, peningkatan kualitas teknik, kedisiplinan latihan, serta bertambahnya atlet potensial juga menjadi indikator penting dalam membangun prestasi jangka panjang.

Karena itu, sinergi dengan seluruh pengurus kabupaten/kota perlu diperkuat agar pembinaan tidak hanya terpusat di Pontianak, tetapi berkembang di berbagai wilayah Kalimantan Barat.

Seleksi PON Pantai, Kesempatan Atlet Tunjukkan Kemampuan

Dalam pengumuman seleksi PON Pantai 2026, Akuatik Indonesia Kalbar menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon peserta. Atlet harus terdaftar secara resmi di klub yang berada di bawah naungan Federasi Akuatik Indonesia, berusia minimal 14 tahun pada saat pelaksanaan PON Pantai, serta membawa surat rekomendasi dari pemerintah kabupaten/kota asal.

Peserta juga diwajibkan menyerahkan salinan KTP atau kartu keluarga dan pasfoto terbaru. Pendaftaran dibuka paling lambat Minggu (25/10) melalui Bidang Pembinaan Prestasi atas nama Ilham di nomor WhatsApp 0853-4855-8051.

Setiap peserta dapat memilih salah satu nomor yang diikuti. Melalui seleksi ini, panitia akan menentukan satu atlet putra dan satu atlet putri yang dinilai memenuhi kriteria untuk mewakili Kalimantan Barat.

Heri berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan para atlet dan klub untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Proses seleksi harus menjadi bagian dari pembinaan yang objektif sehingga atlet yang terpilih benar-benar memiliki kesiapan menghadapi persaingan.

“Kami ingin atlet yang terpilih nanti merupakan hasil dari proses seleksi yang baik. Kami mengajak klub-klub dan seluruh pemangku kepentingan olahraga akuatik untuk bersama-sama mendukung proses ini. Kepentingan utamanya adalah Kalimantan Barat memiliki wakil yang mampu tampil maksimal,” tuturnya.

Bangun Pembinaan Berkelanjutan

Di bawah kepemimpinan Heri Saman, Akuatik Indonesia Kalbar dihadapkan pada pekerjaan besar untuk memperkuat sistem pembinaan, mulai dari penjaringan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih, hingga penyelenggaraan kompetisi secara rutin.

Langkah tersebut penting agar atlet tidak hanya dipersiapkan ketika menghadapi kejuaraan tertentu, tetapi memperoleh program latihan yang konsisten dan terukur dalam jangka panjang.

Heri menilai prestasi tidak dapat dibangun secara instan. Dibutuhkan sinergi antara organisasi, klub, pelatih, atlet, pemerintah daerah, dan KONI agar program pembinaan berjalan sesuai kebutuhan.

“Target kita bukan hanya mengikuti kejuaraan, tetapi bagaimana atlet Kalbar bisa semakin kompetitif dan meraih prestasi. Untuk mencapai itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan, kompetisi perlu diperbanyak, dan atlet harus mendapatkan dukungan yang memadai,” tegasnya.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menjadikan momentum pergantian kepemimpinan sebagai titik kebangkitan olahraga akuatik Kalimantan Barat. Persiapan menuju Porprov XIV Kalbar 2026 dan seleksi PON Pantai menjadi bagian dari langkah konkret untuk menggerakkan kembali aktivitas pembinaan serta mengukur kesiapan atlet menghadapi kompetisi.

Dengan koordinasi yang lebih kuat, program kerja terarah, dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, Akuatik Indonesia Kalbar diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi atlet daerah untuk berkembang.

Dari persiapan Porprov hingga seleksi menuju panggung nasional, Heri Saman menghadapi tantangan untuk mengubah potensi menjadi prestasi. Pekerjaan itu membutuhkan komitmen bersama agar olahraga akuatik Kalimantan Barat tidak sekadar hadir dalam kompetisi, tetapi mampu tumbuh dan bersaing secara berkelanjutan. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda