PONTIANAK, SP – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) meluncurkan gerakan ASN Muda Pembelajar sebagai simbol komitmen membangun budaya belajar dan mempercepat transformasi aparatur sipil negara (ASN).
Peluncuran yang dilakukan dalam semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026 ini mengusung tema “ASN Muda BerAKHLAK, Terus Belajar, Bersama Bergerak”.
Inisiatif tersebut menjadi ajakan bagi generasi muda ASN untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat karakter, serta menerapkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari menekankan bahwa ASN muda tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan dan kemampuan akademis. Mereka juga perlu memiliki karakter kuat, integritas, serta semangat untuk terus belajar sepanjang kariernya.
Menurut Windy, kompetensi harus berjalan beriringan dengan sikap profesional, kemampuan beradaptasi, dan kemauan berkolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan perubahan.
"Pengembangan kapasitas ASN, khususnya generasi muda, menjadi bagian penting dalam membangun birokrasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mengikuti perkembangan zaman," ungkap Kepala BPSDM Kalbar Windy Prihastari, kemarin.
Dikatakan Windy, melalui inisiatif ASN Muda Pembelajar, BPSDM Kalbar mendorong terbentuknya ekosistem pembelajaran yang memungkinkan ASN muda saling berbagi pengetahuan, mengembangkan inovasi, dan bergerak bersama meningkatkan kualitas kinerja.
Budaya belajar berkelanjutan diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga memperkuat kerja sama antarpegawai dalam menjalankan tugas pemerintahan.
"Dengan terbukanya ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan, ASN muda diharapkan dapat mengembangkan gagasan baru serta menerapkan pendekatan kerja yang lebih efektif dalam memberikan pelayanan publik," jelas Windy.
Ia menyebut upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia aparatur agar lebih adaptif terhadap perubahan dan mampu menghadapi tantangan di lingkungan pemerintahan.
Windy menuturkan bagi BPSDM Kalbar, penguatan kompetensi ASN perlu didukung dengan pembentukan karakter dan penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK. Keduanya menjadi landasan untuk membangun aparatur yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan.
Diungkapkannya nomentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa persatuan, kolaborasi, dan kontribusi generasi muda tetap relevan dalam membangun daerah dan bangsa.
"Semangat tersebut juga dapat diterapkan dalam lingkungan birokrasi melalui kerja sama, pertukaran gagasan, serta komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," jelas Windy.
Windy menekankan ASN muda memiliki peran penting dalam mendorong perubahan di lingkungan kerja. Dengan bekal kompetensi, integritas, dan kemampuan beradaptasi, mereka diharapkan mampu berkontribusi dalam membangun birokrasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan publik.
"Peluncuran gerakan ASN Muda Pembelajar menjadi simbol dari semangat tersebut sekaligus pengingat bahwa proses belajar tidak berhenti setelah seseorang memasuki dunia kerja," ungkapnya.
Dijelaskan Windy, pengembangan kapasitas harus menjadi bagian dari perjalanan profesional ASN agar pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki terus berkembang mengikuti tuntutan pekerjaan.
Melalui semangat “ASN Muda BerAKHLAK, Terus Belajar, Bersama Bergerak”, BPSDM Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan kompetensi aparatur.
"Upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan ASN yang tidak hanya memiliki kemampuan profesional, tetapi juga berkarakter, mampu berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kalbar serta Indonesia," pungkas Windy.(din)