SANGGAU. SP - Dukung ketahanan pangan terus dilakukan Polsek Noyan, Polres Sanggau, bersama masyarakat melalui pemanfaatan lahan produktif. Hal itu diwujudkan dengan panen jagung hibrida di lahan milik Andreas Nyunget, Desa Semongan, Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau, Sabtu (24/10/2026), yang menghasilkan potensi produksi sekitar 11,68 ton dari lahan seluas 1,5 hektare.
Kegiatan panen tersebut dipimpin Kapolsek Noyan Iptu Suharyanto, S.H., bersama Ps. Kanit Binmas Polsek Noyan Aiptu Meidianto, PPL Noyan Rahimah yang mewakili BPS, serta Sukarelawan Tani Mandiri PT Mitra Karya Sentosa. Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara kepolisian, penyuluh pertanian dan kelompok masyarakat dalam mengoptimalkan lahan produktif untuk mendukung program ketahanan pangan.
Jagung hibrida yang dipanen merupakan hasil penanaman pada 11–12 Juni 2026 dengan luas lahan mencapai 1,5 hektare. Tanaman menggunakan jenis bibit F1 Super dan telah memasuki usia sekitar 135 hari atau kurang lebih empat bulan sehingga dinilai telah memenuhi masa panen.
Untuk mengetahui produktivitas tanaman, proses pemanenan dilakukan dengan metode ubinan. Dari plot sampel diperoleh hasil sebesar 7,3 kilogram, yang kemudian dihitung menggunakan rumus hasil ubinan sehingga diperoleh estimasi produksi sekitar 11.680 kilogram atau 11,68 ton pada luasan lahan tersebut.
Kapolsek Noyan mengungkapkan, panen jagung tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan produktif secara optimal dapat memberikan hasil sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kepolisian memiliki peran untuk mendorong dan mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi pertanian di wilayahnya.
“Panen ini menjadi bukti bahwa lahan produktif apabila dikelola secara serius dan bersama-sama dapat memberikan hasil yang baik. Kami dari Polsek Noyan akan terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia sehingga dapat mendukung kebutuhan pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi petani,” ujar Iptu Suharyanto.
Ia menambahkan, keterlibatan Polri dalam kegiatan pertanian bukan sekadar mendampingi proses produksi, tetapi juga bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Sinergi dengan penyuluh pertanian dan para sukarelawan tani dinilai penting untuk meningkatkan pengetahuan, produktivitas dan keberlanjutan pengelolaan lahan.
“Ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama. Kami mengajak para petani untuk terus memanfaatkan lahan secara produktif, memilih komoditas yang sesuai dan menjaga kualitas hasil pertanian. Polri siap mendukung melalui pendampingan dan komunikasi bersama masyarakat di lapangan,” tegas Kapolsek Noyan.
Panen jagung hibrida tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Program 2 Pemanfaatan Lahan Produktif dalam rangka Program 100 Hari Asta Cita.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Polres Sanggau dan jajaran Polsek terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi potensi pertanian di daerah.
Melalui pemanfaatan lahan produktif secara berkelanjutan, Polsek Noyan berharap semakin banyak masyarakat yang terdorong mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi dan ketahanan pangan.
Hasil panen jagung hibrida tersebut menjadi gambaran bahwa kolaborasi antara Polri, penyuluh dan masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya ketahanan pangan di Kabupaten Sanggau. _(Dit)