SINGKAWANG, SP - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semakin mengukuhkan perannya sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing di wilayah Singkawang, Bengkayang, dan Sambas (Singbebas).
Hal ini disampaikan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Singkawang, Wahyu Aji Anindhiyo Satriojati, dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025, Kamis (2/7).
Kegiatan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban dan keterbukaan informasi kepada publik.Hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta Program JKN di wilayah Singbebas telah mencapai 1,021 juta jiwa atau 92 persen dari total penduduk Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Sambas. Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 2,67 juta pemanfaatan layanan kesehatan, atau lebih dari 7 ribu pemanfaatan setiap hari.
"Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat Singbebas terhadap Program JKN. Layanan kesehatan yang berkualitas kini semakin mudah diakses. Ketika masyarakat sehat, mereka dapat terus berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan daerah," kata Wahyu.
Untuk memperkuat kemudahan akses, BPJS Kesehatan menghadirkan berbagai kanal layanan digital, antara lain Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, serta Care Center 165.
Wahyu menambahkan, keberhasilan Program JKN merupakan hasil gotong royong seluruh pihak.
BPJS Kesehatan berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, badan usaha, dan seluruh pemangku kepentingan di Singbebas.
"Dengan Program JKN yang kuat, kami optimis dapat membangun masyarakat Singbebas yang sehat sebagai fondasi SDM unggul menuju Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing," ujarnya. (rud)