Singkawang post author Kiwi 05 Agustus 2026

Capaian CKG di Singkawang Jangkau 21 Persen

Photo of Capaian CKG di Singkawang Jangkau 21 Persen Kadis Kesehatan dan KB Singkawang, Achmad Hardin

SINGKAWANG, SP - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Kota Singkawang mencatat hingga akhir triwulan kedua 2026, sebanyak 21 persen penduduk telah memanfaatkan layanan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di kota setempat.

"Capaian tersebut menjadi langkah awal yang positif dalam membangun budaya pemeriksaan kesehatan secara berkala di tengah masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan dan KB Singkawang, Achmad Hardin, Rabu (5/8).

Dia mengatakan, Pemkot Singkawang terus memperkuat pelaksanaan program ini melalui perluasan layanan deteksi dini penyakit, termasuk Tuberkulosis (TBC), agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

"Kami terus berupaya meningkatkan cakupan layanan meskipun masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan program ini masih dihadapkan pada sejumlah kendala, antaralain keterbatasan tenaga kesehatan, peralatan medis, sarana dan prasarana pendukung, serta gangguan jaringan internet yang menyebabkan sistem pendataan berbasis aplikasi belum berjalan secara optimal.

Meski demikian, katanya, berbagai hambatan tersebut tidak mengurangi komitmen Pemerintah Kota Singkawang untuk memperluas jangkauan layanan CKG.

"Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan pemeriksaan yang tidak hanya berfokus pada penyakit tidak menular, tetapi juga memperkuat deteksi dini penyakit menular, khususnya TBC," ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan kesehatan turut dilengkapi dengan analisis kadar gula darah.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi masyarakat yang berisiko mengalami diabetes, mengingat penyakit tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi TBC.

“Melalui pemeriksaan kadar gula darah, kami dapat mengetahui apakah seseorang memiliki indikasi diabetes. Jika ditemukan, penanganan akan segera dilakukan agar kondisinya tidak berkembang dan meningkatkan risiko terinfeksi TBC,” jelasnya.

Selain memberikan penanganan intensif, petugas kesehatan juga memberikan edukasi dan dukungan untuk meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat, termasuk pemberian vitamin sesuai indikasi medis.

Hardin menambahkan, faktor lain yang turut menjadi perhatian adalah status gizi masyarakat.

Menurutnya, gizi yang kurang baik, dapat meningkatkan risiko seseorang terpapar TBC, terutama pada kelompok rentan seperti bayi dan lanjut usia.

Karena itu, Dinas Kesehatan dan KB Singkawang terus mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis sebagai upaya deteksi dini berbagai penyakit.

Semakin cepat faktor risiko ditemukan, maka akan semakin besar peluang penanganan dilakukan sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih berat maupun menimbulkan penularan.

“Program Cek Kesehatan Gratis merupakan investasi kesehatan masyarakat. Kami berharap semakin banyak warga yang memanfaatkan layanan ini agar kondisi kesehatannya dapat dipantau sejak dini, sehingga kualitas hidup masyarakat Singkawang terus meningkat,” katanya. (rud)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda