SINGKAWANG, SP - Pemerintah Kota Singkawang menerima Audiensi Panitia Kirab Budaya Singkawang Grebeg Suro 2026 di Kantor Wali Kota setempat.
Kirab budaya ini akan digelar dari tanggal 20-27 Juni yang dipusatkan di Taman Parkir Kridasana Singkawang.
"Kami menyambut baik rencana penyelenggaraan agenda budaya tahunan ini yang menjadi ikon Kota Singkawang," kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, Selasa (19/5).
Kirab Budaya Grebeg Suro 2026 mengusung tema "Harmoni Budaya di Kota Tertoleran, Merajut Tradisi Memperkokoh Keberagaman".
Tema ini mencerminkan semangat Singkawang sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan menghargai perbedaan.
"Melalui kirab budaya, seluruh elemen masyarakat diajak merayakan keberagaman dengan cara yang damai dan penuh kebersamaan," ujarnya.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 20-27 Juni 2026. Selama sepekan, katanya, Taman Parkir Kridasana Singkawang dan sejumlah titik kota akan menjadi pusat atraksi budaya, pawai, hingga pertunjukan seni dari berbagai komunitas dan suku yang ada di Singkawang.
Pemerintah Kota Singkawang, katanya, sangat mendukung penuh pelaksanaan Grebeg Suro karena kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi saja, tapi juga penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata.
Para pelaku UMKM, pengrajin, seniman, dan pelajar dapat terlibat langsung untuk menampilkan karya terbaik mereka.
"Kirab Budaya Grebeg Suro adalah ruang bagi kita untuk merajut tradisi. Saat tradisi dirayakan bersama, keberagaman justru menjadi kekuatan yang memperkokoh persatuan," ungkapnya.
Sementara Ketua panitia pelaksana Kirab Budaya Singkawang Grebeg Suro 2026, Sutopo Ariyanto menyampaikan kesiapan teknis, rundown acara, serta rencana pengamanan dan penataan lalu lintas selama kegiatan.
Sementara Pemerintah Kota Singkawang berkomitmen membantu fasilitasi agar pelaksanaan berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat maupun wisatawan yang hadir.
"Mari bersama-sama menyukseskan Kirab Budaya Singkawang Grebeg Suro 2026. Jadikan momentum ini sebagai bukti nyata bahwa harmoni dan toleransi adalah identitas yang terus kita jaga di Kota Tertoleran," ajaknya. (rud)