SINGKAWANG, SP - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Singkawang mengklaim program pembinaan peternak kambing yang dijalankannya mulai menunjukkan perkembangan positif.
Program pemberdayaan berbasis zakat ini dinilai mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menambah populasi ternak di wilayah Singkawang Utara.
"Alhamdulillah, saat ini sudah mulai berkembang," kata Ketua Baznas Singkawang, Mahmudi, Minggu (17/5).
Saat ini, jumlah peternak kambing binaan Baznas Singkawang terdiri dari 7 kelompok. Setiap kelompok beranggotakan 3 orang, sehingga total ada 21 peternak yang terlibat langsung dalam program tersebut.
"Jadi setiap orang diberikan kambing 1 ekor dan dialah yang mencarikan makanannya," ujarnya.
Skema ini mendorong kemandirian peternak. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab penuh terhadap perawatan dan pakan kambing yang diberikan.
Antar kelompok juga saling bersaing untuk menjadi peternak yang lebih baik, sehingga memacu semangat dan kualitas pemeliharaan.
Untuk menjaga kesehatan ternak, katanya, Baznas Singkawang bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).
Tim Puskeswan secara rutin turun ke lapangan untuk memberikan vitamin, menyemprot kandang, serta melakukan pemeriksaan kesehatan kambing secara berkala.
"Yang mana tim Puskeswan turun ke lapangan untuk memberikan vitamin, menyemprot kandang dan lain-lain," ungkapnya.
Awal mula program ini dimulai, Balai Ternak Baznas yang berlokasi di Kecamatan Singkawang Utara memiliki 40 ekor kambing. Seiring berjalannya waktu, jumlah tersebut bertambah menjadi 50 ekor.
"Seiring waktu berjalan, sekarang bertambah menjadi 50 ekor," ungkapnya.
Penambahan jumlah kambing ini juga berasal dari ternak milik warga sekitar yang masuk ke dalam kelompok ternak binaan. Baznas menyiapkan kandang dan fasilitas dasar, sementara pakan sepenuhnya dicari oleh para peternak sendiri.
"Kandang kita siapkan, sedangkan makanannya mereka cari sendiri," jelasnya.
Selain fokus pada pengembangan populasi kambing, Baznas Singkawang juga merencanakan pemanfaatan limbah ternak. Kotoran kambing yang akan diolah menjadi pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi.
"Jika memang ada warga yang berminat untuk membeli akan kita jual, jika tidak untuk kepentingan kelompok," jelasnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan mustahik yang berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan masyarakat melalui sektor peternakan. (rud)