Ponticity post authorKiwi 18 Mei 2026

Sekda Kalbar Buka Festival Permainan Rakyat

Photo of Sekda Kalbar Buka Festival Permainan Rakyat Sekda Kalbar Harisson membuka Festival Permainan Rakyat Kalbar 2026 di Museum Kalbar. Festival budaya ini mengajak generasi muda aktif berolahraga sekaligus melestarikan permainan tradisional daerah. ISTIMEWA

PONTIANAK, SP - Semangat pelestarian budaya berpadu dengan gaya hidup sehat dalam kegiatan Harmoni Dalam Gerak Festival Permainan Rakyat Kalimantan Barat Sebagai Wahana Edukasi Multikultural yang resmi dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson, melalui pemukulan gong di Halaman Museum Provinsi Kalbar, Minggu (17/5/2026).

Kegiatan berlangsung meriah dan dirangkaikan dengan tari jepin bersama yang diikuti mahasiswa, komunitas olahraga masyarakat, hingga sejumlah induk organisasi olahraga (Inorga) di bawah naungan KORMI Kalbar.

Festival tersebut menghadirkan berbagai permainan rakyat dan olahraga tradisional sebagai sarana edukasi budaya sekaligus upaya meningkatkan kebugaran masyarakat.

Dalam sambutannya, Harisson menegaskan olahraga tradisional perlu dikemas lebih menarik agar mampu diminati generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan gaya hidup modern saat ini.

“Anak-anak sekarang ini perlu diberikan ruang aktivitas yang menyenangkan supaya mereka mau bergerak dan berolahraga. Karena itu olahraga tradisional harus dikemas semenarik mungkin. Kalau menarik, mereka akan ikut serta dan mau bergerak aktif sehingga kesehatan tubuh mereka tetap terjaga,” ujarnya.

Menurut Harisson, permainan rakyat bukan hanya warisan budaya, tetapi juga memiliki manfaat besar dalam membangun kebersamaan, mempererat hubungan sosial, hingga menjaga kesehatan fisik masyarakat.

“Permainan tradisional ini mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, kegembiraan, sekaligus aktivitas fisik yang baik untuk tubuh. Jadi bukan hanya budaya yang dijaga, tetapi juga kesehatan masyarakat ikut terpelihara,” katanya.

Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan festival, termasuk Balai Pelestarian Kebudayaan serta pihak-pihak yang membantu melalui program Dana Indonesiana sehingga kegiatan budaya dan olahraga masyarakat dapat terus berkembang di Kalbar.

“Kegiatan seperti ini memang harus banyak dilaksanakan agar masyarakat memiliki ruang untuk tetap aktif, sehat, dan bugar,” tuturnya.

Harisson menilai festival berbasis budaya seperti ini juga memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi multikultural karena mampu mempertemukan berbagai kalangan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

“Kalbar ini kaya akan budaya dan keberagaman. Festival seperti ini dapat menjadi ruang yang baik untuk memperkuat persatuan masyarakat melalui olahraga dan budaya. Semua bisa berkumpul, bermain, bergembira, dan saling mengenal,” ungkapnya.

Ia berharap permainan rakyat khas Kalimantan Barat terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman.

“Kalau bukan kita yang menjaga budaya sendiri, siapa lagi. Saya berharap anak-anak muda semakin mengenal permainan tradisional daerahnya sendiri dan bangga terhadap budaya Kalbar,” harapnya.

Di akhir sambutannya, Harisson kembali mengajak masyarakat untuk menjaga kebugaran melalui aktivitas olahraga masyarakat dan budaya.

“Saya memberikan penghargaan kepada panitia dan semua pihak yang telah memberikan ruang serta waktu untuk menggerakkan masyarakat agar lebih sehat dan bugar,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rubiyanto mengatakan festival tersebut digelar sebagai bentuk komitmen bersama dalam melestarikan permainan tradisional sekaligus memperkenalkan olahraga masyarakat kepada generasi muda.

“Festival ini bukan hanya kegiatan hiburan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga identitas budaya masyarakat Kalbar. Kami ingin generasi muda mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan permainan tradisional yang kita miliki,” katanya.

Menurutnya, permainan rakyat mengandung nilai pendidikan karakter, sportivitas, serta kebersamaan yang penting diwariskan kepada generasi penerus.

“Permainan tradisional mengajarkan kerja sama, ketangkasan, kejujuran, dan kebersamaan. Nilai-nilai seperti ini sangat penting untuk terus ditanamkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Rubiyanto juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang tetap hadir meski cuaca sempat diguyur hujan ringan.

“Alhamdulillah masyarakat tetap semangat hadir. Ini menandakan bahwa kecintaan terhadap budaya daerah masih sangat kuat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin,” ungkapnya.

Sejumlah permainan dan olahraga tradisional yang diperkenalkan dalam festival tersebut antara lain gasing, sumpit, panahan tradisional, ketapel, rompak, henggerang, hingga galahadang.

“Masih banyak permainan rakyat Kalbar yang perlu dikenalkan kepada masyarakat luas. Karena itu kami akan terus berupaya menghadirkan kegiatan-kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat secara langsung,” jelasnya.

Ia berharap festival permainan rakyat dapat menjadi wadah edukasi sekaligus hiburan positif bagi masyarakat.

“Melalui festival ini kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang sehat, gembira, dan penuh semangat budaya. Mudah-mudahan masyarakat semakin mencintai olahraga tradisional dan budaya daerahnya sendiri,” tutupnya. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda